Hanna Aryana

Hanna Aryana
perselingkuhan


__ADS_3

perselingkuhan dalam Rumahh Tangga bukankah itu hal yang biasa?


Rahma adalah istri dari Rohim, dia memiliki tubuh yang sangat menunjang BA'HE'NOL ( badan hebat otak nol ) seperti itulah penggambarannya,,,,!


"maaf bahasa penulis sedikit kasar,"


***


Rohim bingung akhir-akhir bulan istri sering ngambek gak jelas. ditanya hamil,? jawab enggak. ditanya datang bulan,? menjawab lagi KB suntik. jadi bingung.....???!!!


sudah hampir 8 bln selalu bertengkar ujungnya minta cerai, ribut alasan pingin punya rumah sendiri. jangan ngontrak terus,! enak aja memang aku ini anak konglomerat minta langsung bisa kasih tinggal tunggu semenit langsung ada..!? pikir Rohim demikian


sudah pusing, ingin punya rumah ya tunggu dulu" Rohim mencoba menenangkan sang istri supaya tidak minta cerai melulu


selama di perantauan Rohim mendengar kabar di telpon dari tetangga satu kontrakan bahwa Rahma sering berboncengan dengan suami orang lain beda RT, bahkan Rahma sering di antar pulang.


namun Rohim tak percaya begitu saja sebelum melihat dan mendengarnya sendiri secara langsung, jangan sampai ada KDRT. pikir Rohim demikian tak mau berurusan dengan aparat Negara


***


sepulang merantau kecurigaan pun datang, perut istri buncit? sungguh!


dengan bergegas Rohim pergi ke Apotek untuk membeli alat tes kehamilan


~ aneh istri tak mau menggunakan alat tes, dipaksa malah ngancam mau minggat.


segera Rohim memanggil pegawai kelurahan Bayan, RT, RW, Warga serta pegawai Kecamatan untuk menyelenggarakan sidang desa di kediamannya


terungkap; ternyata selama 8 bln lebih, istri berselingkuh dengan pria idaman lain. pantas hp selalu dipegang kemana-mana, setiap mau pinjam hp sebentar saja malah membentak kasar marah minta cerai saja

__ADS_1


~ mereka berdua, sepasang dimabuk asmara selalu bertukar pesan dan telponan di setiap waktu senggang dan sepi ( tak ada orang lain dengar atau melihat ).


***


Awan adalan nama putra mereka. saat kecelakaan itu terjadi Rohim sedang berkerja buruh harian sebagai tukang, membangun rumah di desa tetangga.


sementara Awan di asuh oleh ibunya di rumah.


Rahma asik berbincang bercanda ria bermesraan dengan selingkuhannya di telpon sampai-sampai ia lupa dengan putra semata wayang


~ anak main sendiri sudah lama, hampir berjam-jam tapi tak di cari, ( kelupaan )


****


Awan terlalu jauh main dari rumah mengikuti anak-anak lebih dewasa/tak sebaya, yang sedang bermain kelereng


~ jarak jembatan penyebrangansekitar 500 meter dari tempat Awan terbawa arus air


***


setelah menutup telpon, Rahma ingat kepada putranya. mencari bertanya pada seseorang...


* Rahma, mau kemana?


" mencari anak ku, kamu liat Awan main ke sini gak?


* gak tuh aku barusan aja ngarit di sini ( pinggir ledeng dekat jembatan sekitar 200 meter sebelum jembatan ) tapi tadi aku lihat boneka ngambang ukuran agak besar pake celana pendek warna biru dan kaos singlet


" apa itu anakku? tadi Awan pake baju itu

__ADS_1


~ berlari Huda Rahma mengejar yang di kira boneka, namun sudah melewati jembatan dan hampir sampai ke pintu air


* pak...pak... tolong di ambil itu ( memanggil seorang bapak tua sedang berjalan sore, baru pulang dari MADRASA


sehabis mengulang Agama )


** byuuur....ASTAGH'FIR'RULLOH anak siapa ini?


" annnnnn..naaakk..kuuuu, tak sadar air mata menetes dari pelipis mata


* sudah cepat bawa ke bidan ( tubuh balita sudah lemas dan dingin ) pake motor saya, ayo pak naik cepat...!


~ namun nyawa sang balita tak bisa lagi di selamatkan


saat dalam perjalanan Awan masih dalam keadaan bernafas, sebelum ke bidan Huda dan pak guru sempat mendatangi PUKESMAS namun tutup karena tak siap siaga 1 × 24 jam. hari sudah sore sekitar pukul 15.30 WIB


segera Huda melajukan motor pergi ke rumah bidan, namun naas nyawa anak itu sudah melayang dalam waktu per'sekian menit saat perjalanan


***


jasat dibawa pulang ke rumah duka, Rohim pun di jemput oleh Huda


sesampainya Rohim di kediaman ia tak bisa membendung pilu dan tangis, berteriak memukul kepala, memukul badan bahkan menyakiti dirinya sendiri dengan membenturkan kepala ke tembok


semua sia-sia yang sudah pergi tak dapat lagi kembali


( sungguh aku bersedih dan terluka, luka ini belum sembuh sampai sekarang. memang tak terlihat ada koreng, sama sekali tidak menimbulkan bekas luka ini berada di dalam, sungguh aku selalu merasa ketakutan dan bersedih. setiap kali melihat bayi/balita. takut, takut terulang. aku tak mau dan tak mau menjadi bodoh pemilik otak nol )


penyesalan itu pasti selalu berada di posisi akhir. tak'akan pernah duduk pada awal, namun semua rasa penyesalan bisa dikurangi bahkan dicegah bila berhati-hati dalam melangkah," berhenti." berjalan, di setiap hal dan tindakan yang akan selalu menimbulkan sebab akibat

__ADS_1


__ADS_2