Hanna Aryana

Hanna Aryana
mamah papah bag 3


__ADS_3

sesampainya di rumah dani langsung membaringkanku di atas amben yang terbuat dari papan dengan diberi alas tikar dan hanya ada' terdapat satu bantal


tak sepatah kata keluar dari mulut dani, mungkin dia lelah karena perjalanan yang jauh


tadi juga ia pusing terus-menerus mendengarkan ocehan dari keluh kesahku sepanjang jalan


dani mengambil kotak obat di dalam tas yang di bawanya dari rumah kami yang berada di kota besar


aku meringis kesakitan ' perih terasa kulit saat dani mengoleskan anti septik pada kaki ku yang digigit monyet liar


" MAs dani INIH pelan sedikit, perih tau. ( bentakku kasar pada pria di depanku )


* bawel ya kebiasaan ( mas dani berkata dengan sedikit marah )


" mas dani ngapa marah-marah ke adek? mas dani gak sayang lagi sama adek.


* MAs capek dek! mas mau istirahat ( suaranya berubah lirih ) adek diem sebentar aja bisa gak.


aku menangis sambil menelungkupkan tubuhku di atas tikar yang sudah usang, tapi mas dani malah pergi keluar sambil menyesap sebatang rokok


malam mulai menjelang suara hewan malam sudah berbunyi bertanda waktu tidur telah datang


dani memintaku untuk segera tidur tapi aku tak mau tidur di atas tikar usang, kami berbincang banyak

__ADS_1


dani lalu merayuku mengelus rambutku dengan lembut dan penuh kasih


"mas, ( suara pelan ) adek pingin pipis


*ADek mau pipis tinggal pipis


"gak mau di luar gelap adek takut.


mas dani pun menemaniku ke kamar mandi


bukannya cepat-cepat aku malah bermain air dari dalam kendi


adek cepet jangan mainan air ( mas dani berkata sambil menepuk-nepuk nyamuk yang banyak terdapat di hutan )


tidur di atas ranjang tanpa kasur, hal yang tak ku duga selama ini pun terjadi


mas dani melakukan hal itu padaku, selama ini tidak pernah dilakukanya sebelum kami datang ke desa


tanpa ada penolakan dari ku kami memadu kasih semalaman, tak ada rasa lelas di tubuh dani dia begitu kuat dan gagah. tubuhnya yang masih muda dan perjaka memberikanya energi lebih yang tak akan ada habisnya


aku sangat menikmati belayan yang ia berikan, sentuhan tangan dani untuk ku. geramanku membuatnya semakin bergairah" nafsunya semakin memuncak dan menjadi-jadi


aku menangis menahan sakit saat ia telalu dalam melakukan itu, tak di sengaja aku mencakar bahu dan tangan kiri mas dani agar mau melepaskanku

__ADS_1


tetapi bukan dani melepaskan malah memelukku semakin erat


membiarkanku tidur tanpa mengenakan bantal


mas dani tepat berada di atas tubuh ku, menatap melihat wajahnya aku tak berani


semua hal itu membuatku bingung


tapi aku merasakan kenikmatan yang ia berikan serasa dunia ini memang milik kami berdua saja


malan berlalu, dani membiarkanku tidur untuk ber istirahat sejenak


menyelimutiku dengan kain sarung yang ada di dalam rumah bilik ini, hanya ada satu sarung di rumah


dani tak mengenakan apapun saat tidur, membiarkaku memandangi tubuhnya yang kekar dan muda


dalam hati aku berkata ( kenapa tidak dari dulu aku menyadari, bahwa dani punya tubuh sekekar ini )


dani adalah pria ku


selamanya selalu menjadi milikku. tak akan aku biarkan siapapun mengganggu merebutnya. hidupnya adalah hidupku miliknya adalah milikku, matinya juga matiku


aku bersumpah demi nyawaku dan nyawanya bahwa kami akan selalu bersama selamanya dalam susah dan senang

__ADS_1


__ADS_2