
kami naik bus damri
aku tak tau damri ini menuju arah mana. yang aku tau kami harus pergi menjauh dari rumah mungkin selama 3 hari karena mas dani hanya membawa 3 stel baju untuknya dan 6 untuk ku
selama perjalanan aku tak mau bicara, hanya melipat kedua tangan di perut sambil bibirku yang terus kugigiti karena bosan ' dongkol pada dani
terlihat tubuh mas dani yang sedang duduk di bangku penumpang terkulai lelah
mungkinkah ada masalah? tanyaku lagi didalam hati
mas dani sangat tertutup dan penuh rahasia, bahkan asalusulku pun di rahasiakan dari diri ku sendiri olehnya
setiap kali aku bertanya dari mana asalusul ku mas dani hanya menjawab ( jangan bawel, nanya terus )
membuatku marah terasa kesal setiap kali mas dani berkata semacam itu
MAs aku juga kan mau tau aku ini lahir dari keluarga golongan apa? bawah menengah atau atas
memangnya aku gak boleh tau apa? aku ini punya sodara gak punya temen gak selain mas dani terus ibu bapak ku masih ada gak sekarang mereka di mana
__ADS_1
mas dani ini loh punya ayah ibu aja gak pernah mau ajak adek kerumah mereka gak mau ajakin adek main
dengan santai mas dani menjawab ocehanku ( ayah ibu sibuk kerja dek )
jawabannya membuatku semakin marah dan kesal ( pikirku dalam hati, dasar bunga bangkai mandi gak mandi tetep aja bau )
* DEk mas gak bau tadi pagi udah mandi ( dani berkata lirih )
" apa sih mas! adek gak ngomong apa-apa kok. dari tadi adek diem aja ( nadaku yang begitu judes menjawab kalimat yang diutarakan dani )
* ya udah kalo gak ngomong apa-apa sinih mending tidur di tangan mas sebagai bantal adek suka kan tidur di tangan mas, kalo lagi nonton tv liat kartun ada mas temenin adek malah ke enakan tidurin mas
" siapa juga yang ke enakan ( nada sinis ku )
* Dek mau es krim? tuh di warung depan ada yang jual, mas beliin ya
" NGAPA gak BeLi dAri TaDi siH mas????????? tunggu adek keausan baru mau beliin. DASAr PELiiiiiiiiiT
dani hanya tersenyum manis mendengar ocehanku
__ADS_1
sampai mana kesabaranmu mas? mas gak pernah marah apalagi sampi membentaku, selama ini kamu selalu memanjakan ku dengan semua hasil jerih payahmu kerja. memberika kenyamanan dan fasilitas moderen
" heem,,,,,,....... kita mau ke mana?
sampailah kami ke desa terpencil yang masih jauh dari kenyamanan hidup, di sana masih sepi dan asri, banyak pohon juga hewan liar seperti monyet
aku menangis bersimpuh di bawah kaki mas dani memohon untuk kita pulang saja kerumah mewah mas dani ( hiks hiks uhuk, mas ayo pulang adek gak mau disini adek takut )
tapi mas dani malah membiarkanku yang menangis dan bersimpuh padanya, selama aku menangis, dani tak merayu ku mebiarkan aku lelah menangis tersedu-sedu
" ADEk gak mau di sini mas, adek mohon kita pulang aja......! adek janji bakalan nurut sama mas, adek gak akan nakal lagi gak akan kabur-kabur lagi, kalo adek keluar rumah bakalan bilang dulu sama mas tapi ayo kita pulang ke rumah mas
mas dani tetap diam, aku marah dan berlari kencang tapi bukan mengejar malah membiarkanku lari tak tau arah, tiba-tiba ada se'ekor monyet liar menyerangku menggigit kaki Ku
aku berteriak keras ( mas dani kaki adek di gigit moyet utan )
dani menghampiriku sambil kedua tangannya memegangi kepala dan jidatnya yang lebar itu
tanpa sepatah kata dani meraih tanganku menggendongku di belakang" punggungnya membawaku naik ke atas bukit dan masuk ke rumah jelek yang dibuat dari anyaman bambu
__ADS_1
dani hanya menjawab pertanyaanku dengan jawaban tak banyak bicara, rumah ini milik kakek buyut'nya.tapi tak mungkin pikirku...! rumah kami di kota sangat bagus tak bisa di pecaya masih punya rumah se'sederhana ini
lagi pula mas dani bukan anak yang lahri dari orang tua ber suku jawa