Hanna Aryana

Hanna Aryana
setelah hari ini semua kembali pulang


__ADS_3

sehabis dari pemakaman, semua tamu berpamitan untuk pulang


Hana, bercerita tak ingin pulang sebelum menemukan kucing yang semalam mengeong


Hana : mamah, papah kasian kucing yang semalam nana belum sempat kasih biskuit


Mamah : hana punya si meong eong di rumah kan!!! nanti udah sampai rumah, biskuit punya kasihin ke ninis biar di makan


Hana : ia, mamah nana ngerti


~seakan semua tak terjadi apa apa, papah tetap diam menyembunyikan rahasia


bagi papah hana, tak perlu untuk di ceritakan. percumah orang lain tak akan percaya tak mau mendengar


***


pak lurah sekeluarga berpamitan, mengucapkan salam perpisahan, memohon maaf bila ada salah yang di sengaja ataupun tak di sengaja


berterima kasih pada pak mulyono sekeluarga karena sudah menjamu dengan sangat baik, sopan dan ramah


Hana : mamah mamah ( hana menggoyang-goyangkan tangan mamah yang sedang menggandeng tangan hana ) lihat ke sana mah,, ( menunjuk ke satu arah ) om itu ada lagi


Mamah : hana gak ada om di sana ( meraih tangan " memangku " )

__ADS_1


Hana : mamah, om itu ngeliatin kita terus..... om itu paling mau biskuit punya nana mamaaah


Papah : om itu gak mau biskuit punya nana, om itu mau ngomong sama nana karena nana semalem keluar dari kamar gak bilang mamah, om itu marah nana nakal mau cubit nana


Hana : gak yaaaa!!!! papah yang nakal, semalem nana panggil-panggilin papah, papah gak denger


Mamah : udah diem ah, bawel nana inih


papah nana seakan memberi peringatan pada keluarga pak lurah dan pak mulyo


bahwa masih ada pesan yang ingin di sampaikan oleh satria


namun semua tak mengerti ucapan papah dan hana, hanya menganggap sebagai hal lumrah bila mereka saling berkata seperti itu, pertengkaran ayah dan anak


***


Hana : loh om kok ada di sini? kapan om ke sini? tadi om gak ikut naik mobil bareng hana tapi sekarang udah ada di rumah hana aja. kilat dateng'nya seperti super hero


Hamah : hana ngomong sama siapa di luar nak?


Hana : sama om yang tadi mah.....


Mamah : om haryo,,,! jangan main ke jalan nak. banyak kendaraan

__ADS_1


Hana : mamah, papah mana mah' kok belum pulang?


Mamah : masih di rumah pak lurah, gak tau ngapain


Hana : mamah hana mau main sama ninis


Mamah : jangan main jauh dari rumah ya sayang, banyak culik


tetapi bukan bermain dengan anak kucing, hana malah asik bermain dan berbincang dengan seorang pria dewasa, mengenakan celana kain panjang juga jaket levis hitam namun pria itu tak mengenakan alas kaki


hana tak merasa takut, bagi hana om itu pria yang baik. tak akan menyakitinya


mereka asik berbincang berdua, sambil hana terus memakan biskuit bekalnya ke marin saat pergi ke rumah pak mulyono


sesekali hana menawari biskuit pada pria itu, namun pria itu menolak dengan menggelengkan kepala


PAPAH papah dah pulang ( hana berteriak melihat papahnya dari kejauhan sedang berjalan ke arah rumah )


Hana : papah sinih, duduk sinih.... papah liat ada om


papah hanya menatap dan mengelus pipi nana dengan lembut, sepatah kata pun tak keluar


sesekali papah menengok ke arah sang pria, dengan tatapan sendu. papah berusaha menahan perasaan yang ada di dalam hatinya

__ADS_1


serasa ingin berkata, tapi mulut tak sanggup berucap


hati di dalam kalbu telah hancur " remuk " bagaikan daging yang di giling halus


__ADS_2