Hanna Aryana

Hanna Aryana
mamah papah bag 4


__ADS_3

setelah pagi menjelang dani memintaku untuk segera mandi membersihkan tubuhku yang bau


aku beranjak pergi, namun hal yang paling tidak aku sukai datang


dirumah kami dulu aku tak pernah mencuci pakaian,


semua di kerjakan oleh mesin hanya tinggal menjemur saja.


tapi di desa ini tidak ada yang namanya mesin cuci semua di kerjakan secara manual


seusai mandi dani mengajakku untuk sarapan dengan nasi campur garam. seadanya saja ( dani berkata demikian )


penolakan keras aku lontarakan, dani memintaku bersabar dan berjanji akan mencarikan ikan di sungai nanti siang, pasar jauh harus turun bukit punya uang disini tak berguna ( dani berucap membohongiku )


dia hanya sengaja untuk tidak memanjakanku di desa ini karena mengetahui aku tidak akan betah lama tinggal di desa terpencil seperti ini


setelah makan, dani mengajakku kembali untuk melayaninya! tanpa sungkan aku tak menolak.


tentu saja aku berani pada dani toh kami sudah tinggal serumah sejak 1 bulan yang lalu


semua keperluan hidupku dipenuhi oleh dani, di rumah milik dani yang berada di kota besar, aku tak pernah kekurangan suatu apapun.


semua yang aku minta pasti dibelikannya


bahkan terakhir aku meminta hal yang paling bodoh pun ia berikan, menyuruhnya membeli kalung emas putih dengan bandul mutiara hitam ber ukuran sedang dengan harga beli 300 juta.

__ADS_1


dengan senang hati dani membelikan barang itu "menuruti permintaan konyol"


sedangkan di rumah desa ini, minta makan dengan lauk enak pun ia tak mau mencarikan. hanya nasi campur garam


sedih serasa ingin menangis, tapi apa mau di kata.


tanpa dani aku tak bisa hidup, selama ini aku selalu menggantungkan hidupku padanya


pakaian yang aku kenakan semua ia yang belikan


saat tinggal di rumah kami yang mewah, aku selalu tidur di kamar milik dani dikarnakan dani jarang pulang karena kesibukan kerjanya


saat pulang dani tak pernah lama berada di rumah, " sudah terbiasa sendirian "


kalaupun ada di rumah saat malam itu pun tak lama jam 8 malam dani sudah pergi lagi


dani bukan lah pria ber otot binaraga, tubuhnya tak pernah ia latih mengangkat alat bina raga, tapi dani memiliki badan sedikit kurus dengan tubuh kekar pria jantan, berkulit putih, wajah tampan dengan tinggi pria seorang polisi


aku sangat menyukainya, tapi aku tak pernah mau berterus terang. benci karna dani adalah pria galak dan pelit


kadang dia tak mau menuruti permintaan kecil saja


saat aku memintanya untuk mengajak ku bermain di pantai ia tak mau dan malah memilih kerja


kesal..! dani tak pernah mau mengambil cuti, aku sendirian terus di rumah menunggu dani sepulang kerja

__ADS_1


coba saja aku kenal banyak pria, toh dani bukanlah pria satu-satunya milik ku


kan ku jadikan dani sebagai pria cadangan saja di saat aku membutuhkan uang "mesin ATM "


hah toh dani tak akan tau, dia kan sibuk kerja. mana ada waktu buat ku


setelah siang menjelang dani mengajakku ke sungai membiarkanku menangkap kepiting kecil yang akan dani gunakan sebagai umpan untuk memancing


ternyata di sungai terdapat banyak ikan mas jadi tak perlu menghabur-hamburkan uang untuk membeli ikan di pasar sebagai laukpauk


sudah sore dani mengajakku pulang, dia membersihkan ikan, menyuruhku memasak


kami makan dengan lahap


serasa kami memiliki segalanya, sebelum tidur dani mengajakku ke teras rumah menatap indahnya bintang di langit, berwarna warni


aku tidur di atas pangkuan kaki dani yang sedang duduk di bangku teras rumah


dani memelukku menyelimutiku dengan kain sarung


tak sadar aku terlelap tidur. dani menggendongku memindahkaku ke ranjang tidur, malam ini dani tak melakukan. dia hanya memandangiku yang sedang terlelap tidur


entah apa yang dipikirkannya? dani tak berkata hanya diam saja penuh misteri


dani mengelus perutku" mencium juga mebacakan doa untuk ku dan anak ku

__ADS_1


mendoakan agar aku bisa melahirkan darah dagingnya dengan selamat, begitupun dengan anaknya terlahir sempurna


__ADS_2