
setelah pagi menjelang dani memintaku untuk segera mandi membersihkan tubuhku yang bau
aku beranjak pergi, namun hal yang paling tidak aku sukai datang
dirumah kami dulu aku tak pernah mencuci pakaian,
semua di kerjakan oleh mesin hanya tinggal menjemur saja.
tapi di desa ini tidak ada yang namanya mesin cuci semua di kerjakan secara manual
seusai mandi dani mengajakku untuk sarapan dengan nasi campur garam. seadanya saja ( dani berkata demikian )
penolakan keras aku lontarakan, dani memintaku bersabar dan berjanji akan mencarikan ikan di sungai nanti siang, pasar jauh harus turun bukit punya uang disini tak berguna ( dani berucap membohongiku )
dia hanya sengaja untuk tidak memanjakanku di desa ini karena mengetahui aku tidak akan betah lama tinggal di desa terpencil seperti ini
setelah makan, dani mengajakku kembali untuk melayaninya! tanpa sungkan aku tak menolak.
tentu saja aku berani pada dani toh kami sudah tinggal serumah sejak 1 bulan yang lalu
semua keperluan hidupku dipenuhi oleh dani, di rumah milik dani yang berada di kota besar, aku tak pernah kekurangan suatu apapun.
semua yang aku minta pasti dibelikannya
bahkan terakhir aku meminta hal yang paling bodoh pun ia berikan, menyuruhnya membeli kalung emas putih dengan bandul mutiara hitam ber ukuran sedang dengan harga beli 300 juta.
__ADS_1
dengan senang hati dani membelikan barang itu "menuruti permintaan konyol"
sedangkan di rumah desa ini, minta makan dengan lauk enak pun ia tak mau mencarikan. hanya nasi campur garam
sedih serasa ingin menangis, tapi apa mau di kata.
tanpa dani aku tak bisa hidup, selama ini aku selalu menggantungkan hidupku padanya
pakaian yang aku kenakan semua ia yang belikan
saat tinggal di rumah kami yang mewah, aku selalu tidur di kamar milik dani dikarnakan dani jarang pulang karena kesibukan kerjanya
saat pulang dani tak pernah lama berada di rumah, " sudah terbiasa sendirian "
kalaupun ada di rumah saat malam itu pun tak lama jam 8 malam dani sudah pergi lagi
dani bukan lah pria ber otot binaraga, tubuhnya tak pernah ia latih mengangkat alat bina raga, tapi dani memiliki badan sedikit kurus dengan tubuh kekar pria jantan, berkulit putih, wajah tampan dengan tinggi pria seorang polisi
aku sangat menyukainya, tapi aku tak pernah mau berterus terang. benci karna dani adalah pria galak dan pelit
kadang dia tak mau menuruti permintaan kecil saja
saat aku memintanya untuk mengajak ku bermain di pantai ia tak mau dan malah memilih kerja
kesal..! dani tak pernah mau mengambil cuti, aku sendirian terus di rumah menunggu dani sepulang kerja
__ADS_1
coba saja aku kenal banyak pria, toh dani bukanlah pria satu-satunya milik ku
kan ku jadikan dani sebagai pria cadangan saja di saat aku membutuhkan uang "mesin ATM "
hah toh dani tak akan tau, dia kan sibuk kerja. mana ada waktu buat ku
setelah siang menjelang dani mengajakku ke sungai membiarkanku menangkap kepiting kecil yang akan dani gunakan sebagai umpan untuk memancing
ternyata di sungai terdapat banyak ikan mas jadi tak perlu menghabur-hamburkan uang untuk membeli ikan di pasar sebagai laukpauk
sudah sore dani mengajakku pulang, dia membersihkan ikan, menyuruhku memasak
kami makan dengan lahap
serasa kami memiliki segalanya, sebelum tidur dani mengajakku ke teras rumah menatap indahnya bintang di langit, berwarna warni
aku tidur di atas pangkuan kaki dani yang sedang duduk di bangku teras rumah
dani memelukku menyelimutiku dengan kain sarung
tak sadar aku terlelap tidur. dani menggendongku memindahkaku ke ranjang tidur, malam ini dani tak melakukan. dia hanya memandangiku yang sedang terlelap tidur
entah apa yang dipikirkannya? dani tak berkata hanya diam saja penuh misteri
dani mengelus perutku" mencium juga mebacakan doa untuk ku dan anak ku
__ADS_1
mendoakan agar aku bisa melahirkan darah dagingnya dengan selamat, begitupun dengan anaknya terlahir sempurna