
mamah, hana tante lastri dan ibu tante lastri
menginap tidur di kamar om satria
sedangkan pak lurah, pak mulyo, om haryo, papah hana dan om aryo
duduk mengobrol di kursi pelastik yang di sediakan untuk tamu yang datang melayat
bertukar cerita, menyesap rokok sambil minum kopi, nyemil kacang tanah oven kemasan
sesekali mereka semua terdengar tertawa kecil, menghilangkan penat dan kesedihan mendalam
mengobrol semalaman, tak tidur. menemani zenajah satria agar tidak kesepian
di karnakan sudah terlalu malam, zenajah akan di maka esok pagi,
tepat jam 00.30 malam hana terbangun dari tidur dikarnakan mendengar suara kucing
hana jadi teringat pada kucingnya di rumah
hana \= Pasti ninis sekarang di rumah kesepian, kenapa tadi gak di ajak..! kalo di ajak ninis gak sendirian ( melangkahkan kaki turun dari ranjang )
hana meraih boneka kecil di atas bantal, membawa sebungkus biskuit yang akan di berikan pada kucing, melangkahkan kakinya keluar kamar
namun bukan kucing yang ia temui, tapi seorang pria dewasa sedang berdiri terdiam di pojok dinding, dengan raut wajah yang pucat mengenakan celana kain coklat panjang dan jaket levis hitam namun tak mengenakan alas kaki
nana termenung diam melihat sesosok pria yang dilihatnya
tak berani bertanya, hanya terdiam menatap sang pria dengan pandangan bingung
__ADS_1
hana \= om ini siapa? kok diem aja" bukannya semua pelayat udah pada pulang, ituh papah lagi duduk sama yang lain di halaman
pa'pah pa'pa'papah ( mencoba memanggil tapi suara tak keluar )
kok papah gak denger sih hana manggil manggil terussss
papah nana takut
hana \= om ini siapa? kok om di sini? om ini udah malam, om kok gak ngobrol sama papah di luar?
hana \= om diem aja sihh!!!!!! hana tanya om
tapi pria itu tetap terdiam dengan wajah pucatnya, kaki pria dewasa itu tak mengenakan sepatu atau sandal, kakinya berwarna putih pucat
hana \= om mau biskuit? hana punya
HANA, hana ngapain sayang. ini mamah nak.... ( mamah memanggil nana dengan suara panik )
hana \= mamah ada om, ituh ( menunjuk ke pojok tembok )
mamah \= gak ada siapa- siapa nak
hana \= ituh om nya lagi ngeliatain, om ini biskutnya
mendengar hana berbicara seperti itu, mamah berlari memeluk nana sambil berkata, bisik di telinga nana "pelan" ( gak ada siapa-siapa ini mamah sayang )
mamah \= nana mau minum..! ayo kedapur kita ambil minum ( menggendong nana )
hana \= mamah om itu sedirian kasian, mamah biar om itu duduk ngobrol sama papah
__ADS_1
mamah \= hana gak ada siapa-siapa, ayo bobok sayang
mamah pun mengajak hana kembali tidur, hana terus saja teringat pada kucing
hana \= mamah ninis sendiran, pasti sekarang ninis kesepian
mamah \= besok kita pulang, sekarang nana bobok
papah melangkah masuk, berbicara pada seorang pria yang hana lihat
SATRIA, ada apa? jangan buat hana takut.
ada yang ingin kamu sampaikan?
tiba-tiba pria dewasa itu menghilang " lenyap " seperti asap
pagi pun menjelang, semua bersiap ke pemakaman
isak tangis terdengar riuh
tubuh terasa bergetar menahan sakit dan perih
berusaha tegar menerima semua cobaan
namun apa daya hati sudah hancur
yang meninggal tak dapat kembali hidup
seakan ingin berteriak mengubah masalalu dan waktu, tak ingin kejadian sepilu ini "begitu kelam". langkah kaki ingin berlari merebut jam waktu untuk menghentikan segala sakit "dendam menusuk kalbu"
__ADS_1