Hanna Aryana

Hanna Aryana
menginap di rumah pak mulyo,


__ADS_3

mamah, hana tante lastri dan ibu tante lastri


menginap tidur di kamar om satria


sedangkan pak lurah, pak mulyo, om haryo, papah hana dan om aryo


duduk mengobrol di kursi pelastik yang di sediakan untuk tamu yang datang melayat


bertukar cerita, menyesap rokok sambil minum kopi, nyemil kacang tanah oven kemasan


sesekali mereka semua terdengar tertawa kecil, menghilangkan penat dan kesedihan mendalam


mengobrol semalaman, tak tidur. menemani zenajah satria agar tidak kesepian


di karnakan sudah terlalu malam, zenajah akan di maka esok pagi,


tepat jam 00.30 malam hana terbangun dari tidur dikarnakan mendengar suara kucing


hana jadi teringat pada kucingnya di rumah


hana \= Pasti ninis sekarang di rumah kesepian, kenapa tadi gak di ajak..! kalo di ajak ninis gak sendirian ( melangkahkan kaki turun dari ranjang )


hana meraih boneka kecil di atas bantal, membawa sebungkus biskuit yang akan di berikan pada kucing, melangkahkan kakinya keluar kamar


namun bukan kucing yang ia temui, tapi seorang pria dewasa sedang berdiri terdiam di pojok dinding, dengan raut wajah yang pucat mengenakan celana kain coklat panjang dan jaket levis hitam namun tak mengenakan alas kaki


nana termenung diam melihat sesosok pria yang dilihatnya


tak berani bertanya, hanya terdiam menatap sang pria dengan pandangan bingung

__ADS_1


hana \= om ini siapa? kok diem aja" bukannya semua pelayat udah pada pulang, ituh papah lagi duduk sama yang lain di halaman


pa'pah pa'pa'papah ( mencoba memanggil tapi suara tak keluar )


kok papah gak denger sih hana manggil manggil terussss


papah nana takut


hana \= om ini siapa? kok om di sini? om ini udah malam, om kok gak ngobrol sama papah di luar?


hana \= om diem aja sihh!!!!!! hana tanya om


tapi pria itu tetap terdiam dengan wajah pucatnya, kaki pria dewasa itu tak mengenakan sepatu atau sandal, kakinya berwarna putih pucat


hana \= om mau biskuit? hana punya


HANA, hana ngapain sayang. ini mamah nak.... ( mamah memanggil nana dengan suara panik )


hana \= mamah ada om, ituh ( menunjuk ke pojok tembok )


mamah \= gak ada siapa- siapa nak


hana \= ituh om nya lagi ngeliatain, om ini biskutnya


mendengar hana berbicara seperti itu, mamah berlari memeluk nana sambil berkata, bisik di telinga nana "pelan" ( gak ada siapa-siapa ini mamah sayang )


mamah \= nana mau minum..! ayo kedapur kita ambil minum ( menggendong nana )


hana \= mamah om itu sedirian kasian, mamah biar om itu duduk ngobrol sama papah

__ADS_1


mamah \= hana gak ada siapa-siapa, ayo bobok sayang


mamah pun mengajak hana kembali tidur, hana terus saja teringat pada kucing


hana \= mamah ninis sendiran, pasti sekarang ninis kesepian


mamah \= besok kita pulang, sekarang nana bobok


papah melangkah masuk, berbicara pada seorang pria yang hana lihat


SATRIA, ada apa? jangan buat hana takut.


ada yang ingin kamu sampaikan?


tiba-tiba pria dewasa itu menghilang " lenyap " seperti asap


pagi pun menjelang, semua bersiap ke pemakaman


isak tangis terdengar riuh


tubuh terasa bergetar menahan sakit dan perih


berusaha tegar menerima semua cobaan


namun apa daya hati sudah hancur


yang meninggal tak dapat kembali hidup


seakan ingin berteriak mengubah masalalu dan waktu, tak ingin kejadian sepilu ini "begitu kelam". langkah kaki ingin berlari merebut jam waktu untuk menghentikan segala sakit "dendam menusuk kalbu"

__ADS_1


__ADS_2