Hanna Aryana

Hanna Aryana
ke khawatiran pak lurah


__ADS_3

semenjak lastri mengurung diri di kamar tak mau makan tak mau bercerita duduk permasalahan, pak lurah pun jadi khawatir


dengan sigap pak lurah beranjak pergi dari lamunannya, sedang berteduh dibawah pohon pisang berdaun rimbun dipenuhi setundun buah pisang yang sudah ranum. pak lurah menemui setyo untuk meminta tolong


"setyo coba kamu cari tahu" pak lurah berkata meminta tolong "apa sebab musabab lastri jadi begini? setengah hari lastri mengurung diri di kamar tak mau cerita pada ibu juga bapak, kamu pergi ke solo siapa tau kamu dapat informasi"


setyo pun menuruti permintaan pak lurah, membereskan peralatan cangkul dan arit. pulang ke rumah untuk membilas tubuh serta berpamitan pada hana badut kecilnya hana


"nak papah ada urusan sebentar 2 hari papah baru bisa pulang, jaga mamah ya sayang jangan bandel"


hana menganggu sambil memeluk papahnya erat-erat, mencium kedua pipi papah tak luput bibirnya pun ikut di cium. nana ingin menangis tapi mamah melarang nana menangis untuk tidak menjadi anak yang cengeng


papah berangkat sambil melambaikan tangan pada hana dan mamah


sesampainya di solo sampai dikediaman lastri.

__ADS_1


duh benar saja ke khawatiran selama ini, lastri bukan hanya sekolah di kota tapi juga berubah menjadi anak gaul yang terbuai indahnya hidup di kota besar, tak di sangka pikiran lastri sependek itu


lastri adalah putri ke 3 dari delapan bersodara, pak lurah memiliki 5 anak laki-laki dan semuanya sudah menikah, sedangkan dari tiga putri ada 1 yang meninggal pada umur 13 th karna terserang DBD, kakak perempuan tertua lastri pun sudah menikah


hanya tinggal lastri saja yang belum menikah


dipikir bapak biarlah lastri sekolah tinggi tak usah cepat menikah, toh zaman moderen seperti ini sudah tak pantas menikah muda karna anak zaman sekarang mudah labil oleh hal yang sepele dimudahkan oleh teknologi dan ke mutakhiran


lastri adalah anak yang tau beribadah, sejak SMP lastri sudah mengenakan pakaian muslimah dan hijab menutup semua auratnya. bapak tak menyangka lastri berani mengkhianati kepercayaan bapak


( Gadis Bukan Perawan )


alangkah sakit hati bapak, serasa mati terkena serangan jantung


semua harapan bapak pada lastri telah pupus dan hancur berkeping-keping

__ADS_1


bapak tak berani bercerita pada ibu tentang kelakuan lastri takut sakit ibu semakin parah dan menjadi-jadi


rumah sakit jauh harus ke kota ( pikir bapak dalam hati bila sampai ibu tau duduk permasalahan semuai ini )


dengan sabar dan ikhlas bapak menerima lastri kembali dalam kehidupannya, pikir bapak yang sudah lalu biarlah berlalu kita coba membuka lembaran baru


semua belum ber AKHIR


ada saja tingkah dari gadis bungsunya ini, pulang ke desa bukan buat bapak bangga dan di puji tetangga. malah buat onar ngerayu haryo yang akan segera meminang pujaan hati


bapak hanya bisa mengelus dada, memikirkan dosa-dosa saat mudanya dulu. mungkin ini karma dari tuhan; dikarnakan semasa muda bapak berselingkuh mempunyai wanita lain tetapi bapak tidak memiliki putra dari wanita simpanan itu


pikir bapak dalam hati "nambah tua hidup bukan nambah senang malah nambah ruet buat pusing kepala" tak terasa setetes air mata jatuh dari salah satu sudut matanya


lastri hampir berumur 30 th tapi pantas saja betah menjadi gadis ternyata lastri sudah ke enakan dengan satria, gak perlu nikah nikmat pun jadi "lastri oh lastri buat apa baju muslimah dan hijab mu itu?" bapak mengomel sendirian di teras rumah, tak percaya dengan nasib karma buruk dari masa lalunya yang sedang ia jalani untuk menebus hutang dosa dimasa kini

__ADS_1


__ADS_2