
roda waktu terus berputar, hari terus berlalu dan berganti tapi rasa sayang, cinta, kepedulian mamah tak pernah berkurang ataupun berganti kepada mereka-mereka semua yang ia berikan cinta kasih sayangnya dengan setulus dan sepenuh hati
setiap hari mamah selalu bangun pagi lebih awal sebelum papah dan nana bangun
pekerjaan yang mamah lakukan diawali dengan membereskan rumah lalu memasak untuk sarapan papah berangkat kerja dan hana yang sudah sekolah.
setelah semua pekerjaan harian beres, mamah mengerjakan pekerjaan mencuci pakaian dan membersihkan kamar mandi yang sehabis dipakai.
mamah tidak pernah mengeluh apalagi mengatakn cape ataupun berdumel
setiap kali hana pulang sekolah mamah selalu menyambut dengan senyuman dan "berkata hari ini nana belajar apa aja?" diiringi senyum manis yang mengembang sempurna dibibir indahnya yang tipis
__ADS_1
" disekolah nana gak berantem sama teman sekolah kan?" tangan mamah mengelus pipi hana dengan lembut "jangan sering berantem itu gak baik, nanti nana gak punya teman!" mamah memberikan petuah agar gadis kecilnya jangan menjadi anak bandel "disaat nana kesusahan gak akan ada yang peduli gak akan ada yang mengasihi, jangan ya sayang" mamah mendaratkan kecupan kecil pada kening hana yang tertutup poni kuda
"He, emh" nana pun hanya mengangguk pada mamah dan segera berganti baju,
membereskan kembali semua buku pelajaran didalam tas lalu diletakan di rak buku yang sudah dibuatkan papah khusus untuk buku dan alat tulis sekolah nana
"mamah papah kenapa harus kerja cari uang" hana bertanya sambil menanggalkan pakaiannya, "kenapa mamah dirumah aja, kenapa mamah juga gak kerja cari uang?"
"memangnya kenapa nana tanya gitu ke mamah? mamah gak kerja karna mamah mau jadi teman nana dirumah. kalo mamah kerja sehabis nana pulang sekolah gak ada teman dirumah nanti nana kesepian sendirian dirumah, disaat ada apa-apa sama nana yang menyesal itu papah sama mamah. nana itu segalanya untuk papah dan mamah."
"hana...! papah kerja karena papah peduli dan sayang kita lagipula orang yang hidup itu butuh uang dengan uang kita bisa beli apa yang kita butuhkan di kehidupan sehari-hari ini tapi bukan semua yang dibutuhkan itu berguna jikalau kita harus memilih mana yang lebih penting dibutuhkan atau mana yang pemborosan."
"kita juga harus punya rasa kasih sama papah, papah yang sudah kerja keras banting tulang cari uang.
saat papah pulang jangan suka buat papah marah! papah juga punya rasa lelah sama saja sudah seharian berkerja cari uang untuk penyambung hidup" sambil melepaskan kedua sepatu hana
__ADS_1
"sayang sebaiknya saat papah pulang hana cium tangan papah sebut salam dan bilang papah udah pulang lalu cium pipi papah tanda kasih nana buat papah, pasti deh rasa lelah papah akan hilang seketika sambil papah berkata..., ia papah udah pulang...!"
***
waktu malam tiba' nana selalu menceritakan pada papah apa saja yang sudah nana lakukan seharian ini mulai dari sekolah sampai sore bermain dengan mamah
bagi papah nana adalah badut kecilnya. entah mengapa gadis kecilnya ini selalu bertingkah tak punya malu seakan papah adalah seseorang yang paling berharga dan selalu harus nana hibur setiap malam sebelum nana berangkat tidur.
tak terasa malam semakin gelap hewan malam pun mulai berbunyi menandakan waktu untuk beristirahat telah tiba.
tanpa sadar nana tidur diatas perut papah karena lelah terus menerus bercerita tanpa henti dan saat siang tadi bermain seharian dengan mamah
papah pun menggendong nana yang sudah tertidur lelap memindahkan nana keatas ranjang yang terbuat dari papan dan kasur terbuat dari buah kapas
seakan semua begitu tentram dan nyaman diatas segala kesederhanaan yang telah dibagun papah didalam sumpah janji pernikahan saat papah meminang mamah berjanji untuk selalu dan selamanya menjaga, melindungi, memberi kehidupan untuk keluarga kecilnya
__ADS_1