
kenapa aku terlahir seperti ini?! aku ingin pergi sejauh mungkin. terlepas dari semua beban tidak terlihat, aku lari terus berlari berharap aku tidak akan pernah menengok kembali kebelakang. sakit.... sangat sakit hati hitam ini. aku remas kulit di dada dengan sangat kuat namun tidak bisa terasa remasan itu sampai ke ulu hati
kesalahan besar apa yang sudah aku perbuat dahulu? kenapa aku dipersalahkan atas kelahiran di dunia ini. bukan aku yang membuat dia pergi darimu, bukan aku yang membuat dia berpisah darimu
apa salah aku bila aku ini dilahirkan sebagai bunga? apa salahku! benarkah semua kutukan yang dialami adalah murni kedatangan yang aku bawa bersamaan aku terlahir ke bumi?, maaf kan lah diriku. aku tidak ingin hidup lama bila memang semua sakit yang engkau alami berawal semenjak aku ada, maafkan aku....
akankah aku pergi meninggalkan semua ini, kutukan itu juga akan kembali ikut bersama denganku untuk pergi selama-lamanya?. biarkan kutukan itu menjauh dari semua yang aku sayangi, tidak akan aku membuat terluka lagi terlalu jauh.
***
byuur......
"suara apa itu...?" seorang ibu penjual pecel berteriak terheran-heran mendengar suara seperti terjatuh dari air "Eh, tolong.... tolong ada yang tercebur" berlari, berteriak ke sana kemari memanggil siapa saja
beberapa pemuda menghampiri ibu yang berteriak meminta tolong "ada apa mih nyaik?"
"tolong... ada yang terjebur ke irigasi, seperti anak kecil, itu sepedah miliknya masih ada. tergeletak dipinggir leneng"
byuuur...., seorang pemuda tanggung meloncat kedalam aliran irigasi, mencari seorang anak yang hanyut terbawa air
"pejamkan matamu, jangan takut. ada ibu disini, raih tangan ibu...."
anak kecil berkisar umur 4 tahun itu meraih lima jari wanita didalam air itu "mamah..."
"pejamkan matamu, jangan takut. kamu tidak akan terbawa air, belum saatnya kamu pergi. pegang tangan ibu dengan erat"
"mamah..." anak kecil itu memejamkan kedua kelopak matanya, membayangkan dia sedang tidur di ranjang empuk nan nyaman
ada yang meraih tubuhnya, serasa seperti gunjalan batu kerikil. tidak rata
tiba-tiba, haap......
"aaaaha...ha...nga'haa....ha... hiks... hiks. mamah...." seorang gadis kecil itu menangis histeris dipangkuan ibunya "mamah, hana takut mamah"
"shut, jangan nangis. cup diem banyak yang ngeliatin" mamah hana berbisik di telinga hana
__ADS_1
"ya alloh.... ketemu...."
"iya, gak tahu. hana gak pindah tempat. tetep dibawah tempat awal jatuh, sama sekali enggak kebawa air" bujang tanggung yang mengambil hana dari dalam air itu terkekeh heran! bagaimana bisa hana tidak terbawa arus air
"aneh, padahal lagi banjir-banjirnya" seorang pemuda yang hampir meloncat untuk mencari hana pun terheran-heran, dia hampir saja meloncat bila tidak melihat hana keluar dalam air dalam hitungan per sekian detik saja
"jatoh udah agak lama, gak mungkin gak hanyut" mih nyaik mencoba menjelaskan kepada orang banyak yang berkerumun
"udah cepet bawa pulang. ganti baju, basah. kasian nanti masuk angin anak kamu" kakek sambung hana cepat memenggal perbincangan orang banyak supaya tidak berlanjut
"udah... udah. gak usah dilanjutin lagi. yang penting hana udah selamat, jangan sampe tersebar kemana-mana. cukup kita semua yang ada disini aja yang tahu" kakek sambung hana melarang semua orang untuk menggunjingkan kejadian tak masuk akal barusan
semua mengangguk setuju
***
sore ini hana baru saja sampai rumah, baru berganti baju. mamah meminta tolong hana pergi ke warung, membeli gula pasir
mamah memanggil hana dari dapur "hana gula abis, ke warung dulu. sebentar"
hana sedang berada di halaman, menyapu dedaunan rontok. berserakan dimana-mana "iya, sebentar"
"Eh, hana! beli apa?" ibu itu menoleh pada hana yang baru saja sampai
"beli gula pasir" ingin sekali hana cepat pergi tidak ingin mengobrol bersama ibu tetangga, perasaan hana sudah tidak nyaman
"Oh ya! kamu inget enggak dulu 12 tahun yang lalu, waktu anak aku nolongin kamu? kalau bukan anak aku mau nolongin kamu, pasti sekarang kamu gak ada disini. udah mati dari dulu. kalau lebaran itu main silahtuhrahmi sama ke rumah om joeny. kamu punya hutang budi, jangan lupa itu"
setelah hana membayar gula pasir, hana berlalu begitu saja tanpa menjawab sepatah kata pun dari perkataan ibu tetangga
"eh, hana.... sekali-sekali bilang trimakasih sama om joeny sudah nolongin kamu, jangan lupa itu. kamu gak lupa kan?" ibu tetangga berteriak dari dalam warung
mendengar teriakan menyebalkan itu, sama sekali hana tidak memperdulikan perkataan tidak masuk akal itu 'hutang budi'. "masa bodoh" hana ngedumel, berlalu begitu saja tanpa menengok apalagi menjawab ocehan. bagi hana dia tidak pernah punya hutang budi pada siapapun, orang yang berteriak itu hanyalah orang yang tidak tahu diri
dulu, bujang tanggu yang menolong hana itu sudah kaku didalam kardus 'sembunyi'
__ADS_1
bapaknya adalah lelaki bejat yang suka menonton acara tari sintreng, setiap kali pulang bapaknya mabuk. selalu memukuli, memarahinya lalu bujang tanggung itu bersembunyi didalam kardus karena terlalu takut kepada bapaknya
sudah dingin dan mengeras.....
dicari-cari oleh banyak orang sampai langit berubah warna kuning keorange, ketemu di gudang 'bersembunyi'
denyut nadinya ditekan, sepertinya masih ada harapan hidup. oleh keluarganya dibawa ke kediaman kakek hana dari papah, kakek hana memerintahkan untuk mencari dua telur ayam kampung juga daun kelor dan banyak lagi
bujang itu kembali bernafas, tubuhnya mulai menghangat. dia berhasil diselamatkan nyawanya dengan menggunakan dua telur, lalu telur itu diperintahkan untuk dilarungkan
semuanya berlalu, kedua orang tuanya melupakan begitu saja. membuang" seolah-olah semua kejadian itu tidak pernah terjadi, bapak bujang tanggung itu berjanji tidak akan memukuli apalagi memarahinya asalkan dia mau bertahan hidup. bapaknya sangat menyesali perbuatannya
***
hana berfikir, apa yang dimaksud dengan dua kata 'hutang_budi' hana tidak pernah mengenal bahasa itu.....
baginya semua sudahlah suratan takdir, hana terjatuh dari sepedahya lalu masuk kedalam aliran arus air irigasi. baginya semua itu sudahlah jalan hidupnya, hidup mati itu urusan tuhan. tidak ada manusia berhak mengatakan tentang aturan hidup_mati milik manusia yang lain
hana adalah gadis yang sangat angkuh dan arogan, baginya tidak perlu mengajarinya tentang kehidupan dan kematian. banyak hal yang tetap menjadi rahasia tetapi banyak hal pula yang dapat diungkap misterinya agar tidak selalu menjadi tanda tanya...???
dia sangat membenci sesuatu hal yang dilebih-lebihkan padahal semua itu hanya kepura-puraan untuk mendapat sanjungan serta pujian, tidak berguna". itu yang selalu hana pandang dari kebanyakan orang. mungkin dia bisa melihat masa depan dari seseorang yang dia tatap wajah atau gerak tubuhnya, dimulai dari kebahagiaan, duka_lara, sampai penderitaan dan kematian. namun hana tidak bisa melihat masa lalu karena hana terus berputar pada poros waktu
hana selalu berperang melawan waktu. 'menolak' namun hana tetap terjerumus dalam lembah kegelapan. *jiwa-jiwa serakah
apa yang di cari sebenarnya? setiap kali hana memandang, yang dia lihat kepedihan, kebahagiaan, penderitaan, kematian.
hana akan menoleh kepada dibelakang yang dia pandang. ada atau tidak ada bayangan hitam, saat dia melihat ada, maka dia akan berbicara lalu mengatakan perjanjian 'menolak tetapi bisa juga menerima'. menolak rasa keingin tahuan, menerima menjadi saksi bisu. namun itu khusus kepada jiwa-jiwa serakah. jiwa serakah adalah jiwa yang bernaung di dalam lembah kegelapan, terkadang terlihat samar aura kelam itu dari pemilik raga, namun tidak bisa menjadi patokan pasti, karena Tuhan lah yang menentukan tentang segala catatan kehidupan/kematian ciptaannya
saat hana bertemu jiwa murni dia tidak akan menemukan apapun didepan yang dia pandang. jiwa-jiwa murni adalah jiwa yang sudah mengikhlaskan apapun yang sudah menjadi catatan kehidupan/kemaitian 'suratan takdir'. itu semua tidak dapat ter'ubah lagi selain Tuhan yang maha esa mengijinkan untuk berubah
tidak semua sama. bagi hana jiwa yang terjerumus dalam lembah kegelapan itu sama seperti dirinya sendiri. dia masih tidak lah murni, sesuatu yang murni itu sulit dicari. mungkin saja orang-orang yang disebut wali adalah orang yang bisa dibilang memiliki jiwa murni
hana selalu berfikir bahwa dia juga termasuk kedalam jiwa-jiwa serakah, belum bisa mengihlaskan segalanya antara kehidupan_kematian 'suratan' itu sangatlah berat dijalani. beban berat dipikul di atas pundak
sampai ketemu lagi di cerita selanjutnya*,
__ADS_1
**Jangan lupa beri aku like ya.....!!! see you....!!
ini semua karangan, jadi jangan terlalu di artikan atau terlalu...."apa ya?? semangat terus dech untuk semua. makasih sudah mampir untuk membaca cerita yang aku buat walau masih dibawah standar dan gak masuk kriteria cerita booming... good bay.... bay**...