
dengan cepat dan sigap lastri berlari,
tak disangka sesampainya disana hatinya hancur berkeping-keping.
"anjrit loe pikir cowo didunia ini cuma loe aja mikir dong loe, otak loe ditaro dimana? sumpah gue gak abis pikir segini teganya elo sama gue, dasar loe laki banjrit loe!" lastri berbicara pada seorang pria di hadapannya
kata kasar keluar dari mulut lastri mencemooh pria yang ada dihadapannya seolah tanpa rasa takut tak ada gentar dalam jiwa
tubuh lastri seolah ditopang oleh tiang penyangga yang terbuat dari baja, takkan ada yang mampu menghantamnya tak kan ada yang mampu meruntuh kan'nya
" lastri tunggu dengerin aku dulu" suara pria itu memanggil namanya dengan nada lantang sedikit berteriam , "kamu kenapa sih langsung marah? tunggu dulu aku bisa jelasin semuanya ke kamu."
"Hah... jelasin apalagi dasar loe laki bajingan jelas gue liat dengan mata kepala gue sendiri, loe kaya gitu ciuman sama nih cewe murahan.
mau jelasin apa lagi hah? gak punya malu loe cowo bang sat"
"semua yang kamu lihat itu salah paham gak semuanya benar" sambil memegang erat kedua tangan lastri dengan raut wajah cemas "lastri kamu harus percaya sama aku lasrtrii,,......"
__ADS_1
"udah lah gue capek ngomong sama loe, mending loe lepasin tangan gue, loe pergi jauh-jauh dari hidup gue, dasar loe cowo sinting"
lastri berlari sambil mengusap air mata yang bercucuran tak henti-hentinya, "aduh" gedubrak kaki lastri menyandung sebuah bongkahan batu kali yang ada di pinggir sungai
"mati gue aduh mati gue nih, woy tolong gue siapa aja tolong gue"
dengan cepat seorang pria tua yang sedang mengarit rumput dipinggir sungai berlari menghampiri lastri yang hampir tenggelam tercebur ke sungai karna kaki menyandung batu
bapak tua itu pun dengan sigap berenang dan meraih tangan lastri membawa lastri naik ke darat menjau hdari sungai "aduh neng kok bisa ti kun'clung atuh....!, ari e'neng lempang te ati-ati, hek atuh lalaunan tong sok lumpat...!" ti kun'clung weh pan ka ca'i"
lastri pulang kerumah dengan pakaian yang basah kuyup, air mata tak berhenti jua menetes seakan semua telah menjadi gelap tak ada cahaya terang yang dapat membuka matahati lastri untuk menjadi bahagia
"brengsek dasar bang sat gue pikir loe bakalan setia sama gue, loe bilang gak akan pernah loe hianati gue tapi apa yang gue liat barusan dasar loe bang sat" tak henti-hentinya lastri terus mencemo'oh pria itu sepanjang jalan sampai ke depan pintu rumahnya
"lastri kamu kenapa? baju kamu kok basah kuyup?" raut wajah ibu lastri menatap dengan penuh keheranan
__ADS_1
lastri segera masuk kerumah tanpa menjawab banyak dari pertanyaan ibu
"lastri kecebur sungai buk..!"
hanya itu saja yang bisa lastri jawab atas pertanyaan ibunya, mengingat apa yang baru saja ia alami tadi benar-benar membuat hatinya hancur
flashback on:
lastri pergi ke sawah tidak jauh dari sungai untuk mengantarkan makan siang bapaknya yang sedang membedah sawah untuk bercocok tanam padi
alangkah kaget lastri melihat hal yang tak pantas terjadi di depan matanya. seorang pria sedang enaknya bercumbu bersama seorang wanita muda, yang masih satu desa dengannya
digubuk tua itu se'enaknya mereka bermesraan saling membalas ciuman satu sama lain
lihat saja leher wanita itu sampai memerah
laki-laki brengsek tak tau malu bercumbu di gubuk tempat biasa warga menunggu aliran air untuk dialirkan kesawah
__ADS_1
DASAR BANG SAT