Hanna Aryana

Hanna Aryana
setelah wisuda


__ADS_3

sehari setelah wisuda bapak menelpon pada lastri meminta untuk segera pulang ke desa,


jangan berlama-lama tinggal dan menetap di kota apalagi kota besar seperti solo.


bermacam-macam sifat dan prilaku ada semua di kota besar, tak pintar memilih teman malah akan menjerumuskan diri sendiri ke lubang neraka


tapi lastri tak bergeming atas perkataan bapak dan tetap kekeh tinggal di kota untuk sementara waktu lagi sambil mencari tempat magang


bapak berkata "lastri bapak ibu sudah tua, semua sodaramu sudah menikah hanya tinggal kamu saja tanggung jawab ibu dan bapak" suara bapak terdengar memelas agar lastri luruh "bapak memintamu pulang kerumah dan mengajar di desa"


"bapak sudah mengajukan proposal pembangunan Sekolah Menengah Pertama pada mentri pendidikan"


"bapak mohon padamu lastri pulang lah dan mengajar sebagai guru honorer di desa tempat kelahiranmu nak!"


"bapak ingin anak-anak di desa tumbuh dengan baik tanpa buta dengan perkembangan zaman. karena semakin maju maka semakin pula muthahir, kecanggihan penyedia layanan untuk masyarakat"

__ADS_1


"jangan sampai saat ada penyuluhan dan penggunaan layanan anak di desa ini tak mengerti tak bisa menggunakan


negara yang maju menuntut rakyatnya untuk semakin pintar"


lastri menjawab dengan nada sinis di telpon "BAPak lastri sudah bilang lastri belum siap pulang jangan BAPAK PAKSA LASTRI PULANg" lastri berbicara melawan keinginan bapak


dalam benak lastri ia lebih memilih tinggal di kota untuk tetap menemani satria yang belum lulus kuliah, lastri akan pulang setelah satria wisuda dan mengenalkan satria pada ibu bapak sebagai calon suami


mendengar perkataan lastri yang sambil membentak itu; bapak hanya bisa mengelus dada dan mengucapkan istighfar


dalam telpon bapak menjawab "sudahlah lastri jikalau kamu tak mau pulang bapak tidak akan memaksa mu lagi tapi kamu harus ingat satu hal,,,,! bapak sudah mengingatkanmu bila ada apa-apa kamu yang tanggu lastri suatu saat nanti kamu sendiri yang akan menyesali karna tak mendengar perkataan bapak mu ini"


lastri menjawab dengan santainya berbicara ; ya udah lah pak lastri sibuk. besok lagi bapak telpon lastri


tapi jangan sering-sering karena lastri bakal dapet tempat magang

__ADS_1


tanpa mengucapkan salam lastri menutup begitu saja telpon dari bapak


***


hari demi hari terus belalu, lastri mendapatkan tempat magang sesuai dengan keinginan dan cita-citanya, mengajar di sekolah favorit, lastri tak peduli SD, SMP atau SMA yang penting sekolah itu adalah tempat favorit bagi kalangan atas


di sana di sekolah itu" lastri mengajar murit-murit dari anak golongan penjabat, pengusaha, dan aparatur negara


lastri sangat bangga dengan dirinya sendiri lupa daratan. lastri lupa tempatnya berasal, dia hanyalah anak kelahiran dari desa. hidupan desa sangat jauh berbeda dengan hirukpikuk perkotaan


tetapi bagi lastri ia adalah anak gaul nan modis serta moderen bukan anak sumpu juga katro kekampung-kampungan


siapa yang tau lastri di kehidupan nanti mau jadi apa? semua kembali pada pilihan lastri.


bapak dan ibuk hanya bisa mendoakan anaknya-anaknya agar selamat dunia akhirat selalu di lindungi ALLAH SUBHANALLAH WAT'TAALLA

__ADS_1


doa ibu setelah usai beribadah, selalu menyetrai anak-anak yang telah dilahirkannya! tak pandang anak peduli atau tidak ibu tetaplah seorang ibu yang akan selalu menjadi malaikat penolong bagi anak-anaknya


__ADS_2