Hanna Aryana

Hanna Aryana
pertemuan pertama kali


__ADS_3

sebenarnya hari ini ada apa? kenapa hatiku begitu gelisah dag-dik-duk, sedari pagi perasaan aku tidak enak. padahal baru jam 9 pagi tapi ingin cepat-cepat pergi kekantor, pertanyaan seperti ini selalu membuatku bimbang, arrght..... brengsek. sebenarnya ada apa? berdebar-debar sekali jantung aku


druk...druk..., "aku ingin cepat sampai"


01 februari 2012


"eh, siapa ini cantik sekali. anak pkl baru ya?" begitu terkejut baru saja sampai, langsung ingin masuk kantor ternyata ini yang bikin dag.. dik... duk


"indra, kapan sampe?"


indra yang sedang duduk didepan komputer menoleh setyo "barusan aja jam 10"


"siapa namanya? berati udah setengah jam disini." setyo tersenyum manis menatap gadis muda yang sedang duduk manis di kursi plastik "hemh, cantik" setyo memikirkan tentang wajah gadis itu dalam benaknya


"gak tau! dari tadi diem aja. gak mau ngomong." indra berbisik kepada setyo namun tetap bisa terdengar


"coba tanya siapa namanya?" setyo tersipu malu karena salah tingkah. tidak tahu harus berbuat apa? ini pertama kali dia merasa gelisah berhadapan dengan seorang gadis


"gak mau kamu aja yang tanya" indra mengelengkan kepala, enggan menuruti permintaan setyo


"ya udah aku pergi dulu, masih ada urusan diluar" senyum kegirangan dia lontarkan kepada gadis remaja itu


melihat senyuman ramah, gadis remaja itupun membalas kembali dengan senyuman ramah. dia setengah hari selama jam kantor hanya duduk tidak mau berbicara, sekedar mengobrol bersama indra pun tetap enggan, juga tidak mau mencari teman satu kelasnya yang berbeda kantor untuk bermain bersama


jam pulang tiba pukul 15.30 WIB, gadis itupun pulang dengan sikap yang masih sama diam.

__ADS_1


"besok jangan lupa berangkat lagi ya" indra berteriak dari pintu mengingatkan gadis remaja itu jangan bolos


akhirnya dia mengeluarkan suara juga "iya" senyuman kecil mengembang di bibirnya secara perlahan


indra pun menyahut dengan senyuman tak kalah manis, diiringi sikap penasarannya "rambutnya kok bisa merah? asli enggak toh?" indra berbicara sendiri namun tetap tidak bisa melepaskan pandangan pada gadis remaja yang sudah berjalan menjauh


mendengar gumaman indra, gadis muda itu terdiam saja. sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk menjelaskan. dia berjalan ke area parkir yang berada di depan kantor utama, karena pertama datang dia memarkirkan kendaran roda dua bermesin metick miliknya disana, bersamaan dengan semua kendaraan milik teman-teman satu sekolah


total jumlah keseluruhan anggota ada 9 orang. 4 dari jurusan sekertaris dan 5 dari akuntansi. gadis remaja itu adalah yang terkenal paling pintar dari semua teman-teman satu praktek kerja dengannya, terutama soal menyimpan rahasia. gadis itu juga sangat populer satu sekolah, rambutnya yang berubah warna menjadi merah saat tersorot matahari membuat hampir semua wanita satu sekolah menjadi iri


wajahnya kalemnya selalu membuat hampir setiap anak lelaki terpikat, sifatnya yang pendiam membuat semua teman ingin mengajak berbicara dan berteman, kulitnya yang berwarna hitam manis sangat menonjol membuatnya mudah untuk dikenali dan diingat


gadis remaja itu bersikap sangat fleksibel, dia juga sedikit arogan. mungkin karena efek dari masa lalu, berusaha untuk dilupakan serta dipendam. mengubur dalam-dalam olehnya sendiri


perpisahan hari senin itu pun diakhiri dengan senyuman manis saja. tidak lebih, apalagi saling mengetahui nama satu sama lain.


***


pertemuan kedua. mereka berdua bertemu, berjalan saling berlawanan arah. tidak saling menyapa hanya saling memandang satu sama lain namun yang kali ini berbeda karena gadis remaja itu melihat lebih dalam kepada lelaki yang dia tatap wajahnya dalam sedalam mungkin


"wajahnya bersinar, ada cahaya yang menutupi seluruh permukaan" gadis itu terjerembab


hari kedua, setyo berangkat lebih pagi sebelum gadis itu tiba. cukup lama sekitar 30 menit setyo menunggu, saat tiba gadis itu terlihat berjalan santai. tidak membawa kendaraan, setyo bergegas menghampiri gadis remaja itu. langkahnya begitu panjang, cukup beberapa langkah sudah berhadap-hadapan dengan gadis penuh tanda tanya


tersenyum, dibalas senyuman. ingin bertanya siapa namamu, hai ayo mengobrol. sulit sekali setyo katakan, benar-benar kikuk menghadapi gadis remaja itu

__ADS_1


"hana ayo pulang" suara sella berteriak seperti anjing galak mengong-gong


"iya sebentar" hana sudah terlebih dahulu berjalan sampai halaman sementara sella mengejar dari belakang punggungnya


sella memasang tampang kesal, cemberut genit " tungguin! jalanya pelan"


"Hm" hana bersuara datar melihat tingkah sella salah tingkah dipandang oleh beberapa pria berseragam "dasar pendek" hana bergumam dalam benak, terkekeh geli karena mengukur tinggi badan sella lebih pendek. pantas jalannya pelan, gak sampai-sampai.


butuh tiga hari bagi setyo hanya sekedar ingin mengetahui siapa nama panggilan gadis yang sudah mencuri hatinya, teman beda kelasnya memanggil dengan suara bagaikan toak. "Oh, namanya hana toh" setyo tersenyum seketika mengangguk puas


dia, gadis itu. selalu nampak ceria juga tidak pelit mengeluarkan suara tawa miliknya yang manis menggoda, namun terselip duka. terlihat jelas saat tertawa dia mencoba membuat dirinya sendiri bahagia walau entah beban seberat apa yang dia pikul dipundaknya. senyumnya bagaikan kesejukan air terjun di gunung yang masih sangat asri


"indra, udah tau belum siapa namanya" setyo bertanya kepada indra sesaat setelah memasuki kantor tempat dia bertugas


suara setyo mengagetkannya dari tugas kerja kantor yang sedang indra kerjakan pada komputer "belum, gak ada tanda pengenalnya! padahal semua teman dia pake tapi dia gak pake"


"Oh" setyo berlalu begitu saja, menengok gadis remaja yang sedang asyik bercengkrama bersama teman-temanya di teras kantor tepatnya bangku yang terbuat dari adukan semen


setyo senyum-senyum sendiri, terpesona dengan pemandangan indahnya diiringi suara merdu alunan burung kicau, ditambah angin sepoy-sepoiy yang berhembus kearah mereka semua. melepaskan harum wangi tanaman hias yang berada disekitaran halaman kantor


sementara gadis remaja itu sesekali menengok kearah setyo, memandang setyo yang sedang asyik mengintipnya dari balik depan pintu. gadis perahasia, apakah benar yang dia lihat bahwa aura itu adalah aura seorang pendeta? "lucu sangat tidak masuk akal" gadis remaja itu berfikir dalam benak sekilas, sesaat setelah memandang setyo untuk kesekian kalinya


dia tidak ingin gegabah karena belum saling mengenal satu sama lain, bukan hanya itu saja gadis remaja itu pun menyimpan rahasia yang tak kalah diluar nalar. seorang cenayang


aku takut dengan bayangan diriku sendiri. seolah-olah bayangan itu akan memakan ragaku mengambil jiwaku, lalu menggantikan gerak badan serta tubuhku untuk hidup di dunia. bayang-bayang terus mengejar, mengekor di langkah kaki. seakan bayangan itu dirajut dengan benang roh pada telapak kaki, mengikat dan tidak akan pernah terputus selama roh bernaung didalam jiwa raga. terletak ditempat yang tidak terlihat, dibungkus rapat direkat darah, dibalut daging dan tulang,

__ADS_1


__ADS_2