Hanna Aryana

Hanna Aryana
5 th yang lalu, tante lastri


__ADS_3

5 th yang lalu lastri memutuskan untuk kembali ke kota solo mengambil jurusan kuliah S.pd di kota ternama itu.


lastri yang sedari bangku SMP sudah mengenal hirukpikuk kehidupan dikota tak pernah betah untuk berlama-lama tinggal di desa yang minim fasilitas dan terisolasi dari kemajuan infrastuktur dan tehnologi


kehidupan di desa sangatlah sederhana disertai banyak kekurangan, tidak layaknya di kota besar, apa saja yang dimau ada semua dapat terpenuhi dengan mudah. mau apa? perlu apa? butuh apa? hanya dibutuhkan gadget dengan kecanggihan androit


bagi tante lastri hidup di desa bagaikan bunga layu yang mau mati sedangkan tinggal dikota bagaikan daun uang, semua di kota ada mudah di cari dan di dapat


tapi berbeda dengan pandangan bapak lastri bapak menyekolahkan lastri di kota hanya sebatas sulitnya mendapatkan pendidikan di desa, bapak ingin lastri menjadi putri yang sukses dan pintar tak seperti bapak yang hanya tamatan SD.


di desa tempat tinggal hana sekolah hanya ada sampai jenjang SD saja


bapak lastri tidak ingin lastri seperti bapak, sekolah hanya tamatan SD.


bapak ingin setelah lastri sukses dikota ia kembali ke desa membangun desa untuk menjadi lebih sejah tera


tapi apa mau dikata lastri terbuai dengan kehidupan perkotaan dan lebih memilih hidup di kota besar yang sudah mapan


di kota lastri juga memiliki seorang kekasih yang membuatnya sulit untuk lepas dari roda kehidupan perkotaan

__ADS_1


tak banyak yang bapak tau tentang kehidupan lastri di kota besar


solo adalah rumah kedua setelah rumah ibu bapaknya, bapak hanya bisa mengelus dada setiap kali lastri keras kepala tak mau pulang ke desa


bapak dalam telpon berkata hanya meminta pada lastri untuk segera kembali setelah menyelesaikan pendidikan.


bapak ingin lastri membangun desa menyediakan pendidikan untuk kalangan anak remaja, jangan seperti bapak yang hanya tamatan SD.


malu dikata orang banyak


pendidikan adalah hal utama kehidupan ini berjalan karena adanya aturan mulai dari agama, sopan santun, bermasyarakat, bergotong royong, membaca menulis.


semua dibutuhkan jangan sampai manusia itu tak beretitut tak beradap seperti orang sumpu ( manusia rimba )


jangan pernah memandang satu hal dari sebelah mata, karena manusia yang berpendidikan mempuyai akal sejuta cara. jangan pernah berpuas diri, puas diri tak'kan pernah bisa merubah apapun, yang terdapat hanya pemikiran kosong dan sombong


raih ilmu setinggi langit belajarlah sampai ke NEGRI China


TUHAN MAHA ADIL SIAPA YANG MENYEBAR BENIH DIA PULA LAH YANG MEMANENNYA

__ADS_1


bagiku agamaku dan bagimu agamamu, tuhan satu tuhan yang maha esa


***


cita-cita pak lurah ingin memajukan desa mensejahterakan masyarakat menyediakan tempat dan tranportasi memudakan semua perputaran roda perekonomian


pak lurah ingin agar kaula muda menjadi pelopor kesehahteraan bukan terlena dengan kemukhtahira sesaat


kaula muda adalah jiwa petualang yang akan berani menantang terjalnya medan perang, bukan perang melawan rasisme ataupun menyebar teror tapi lebih kepada pendidikan yang direalisasikan menjadi sebuah piala penghargaan atas apa yang telah di perjuangkan dan dicapai sampai titik balik


jadi apa yang lastri pilih? hidup dikota bersama kekasih hatinya atau lebih memilih menuruti permintaan bapak untuk kembali kedesa. semua kembali lagi kepada lastri putri bungsu pak lurah


( sedikit bocoran haryo mantan kekasih lastri akan segera menikah tahun depan tapi lastri menggunakan 1000 cara untuk menggagalkan pernikahan, akankah haryo memaafkan lastri? )


semua kisah ini berdasarkan kisah yang dibuat secara imajinatif dan berlebihan so jangan terlalu baper, mohon maaf bila ada salah pengetikan dan tutur bahasa yang kurang berkenan


 


salam penulis

__ADS_1


sean aryana fiera


 


__ADS_2