
Air mata ini terus menetes tanpa henti, dengarkan aku! bisik ini. Dulu nampak namun sekarang menghilang tertutup kabut
Aura hitam itu terlihat dari seseorang yang dipandang tanpa sengaja, waktu masa bagaikan lingkaran tanpa ujung. Selalu berputar tanpa henti, bisakah ditebak mana titik ujungnya? Bukan titik sambung!
***
"Dian udah lama kamu gak main kesini" Hana menyapa teman satu jurusan yang bermain ke kantor pas jam istirahat "Sama siapa aja?" Hana berjalan dengan cepat dari teras ruang tv
"Sendiri, yang lain masih pada belum keluar bentar lagi juga kesini." Dian menjawab dengan nada suara yang begitu datar, seolah tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Hana
"Ohhhhhh jadi kamu yang keluar paling pertama toh?" Hana meraih salah satu pergelangan tangan Dian, mengajaknya masuk. Namun dia melepaskan pegangan jari Hana seperti tidak menginginkan disentuh "Hem... kok lama ya yang lain belum Dateng juga" Hana mengembangkan senyuman kecil dibibir "Ayo masuk"
"Aku kesini buat nyusul Ririn, bukan buat main sama kamu"
Hana mengalihkan pandangan kearah jendela kaca, melirik kak Setyo "Cari Ririn? Kenapa cari dia? memang sejak kapan kamu udah akrab sama Ririn?"
"Sejak aku kenal Ririn. Dari awalan kita main bareng, kamu yang ajak dia gabung main sama kita. Ririn itu anaknya asyik diajak main, gak ngebosenin" Dian menengok pintu ruang tv "Mana Ririn kok belum keluar juga"
__ADS_1
"Gak tau lagi ngapain di dalem, entah disuruh apa sama kak Indra, suruh nulis sesuatu gitu di kertas" Hana melirik jauh. Tepatnya kantor utama yang berada di halaman depan, terlihat sekelompok gadis remaja berjalan kearah Hana
"Hana kok kamu enak sih gak pernah kerjain apa-apa! Ririn terus yang disuruh, kata Ririn kamu malesan udah gitu apa-apa pasti Ririn yang kerjain" Dian bertanya tapi seolah menghakimi Hana karena selalu melimpahkan pekerjaan pada Ririn sementara Hana enak-enak
"Apa iya? Aku gak pernah kaya gitu! Semua kita kerjain barengan, tapi hari ini kak Indra memang kasih tugas lebih karena tau Ririn selalu bermain kemana aja sampai pasar sampai taman kota bukan jam istirahat. Waktu kak Indra nanya kemana dia terus aku jawab dari pagi Ririn gak ada di kantor udah gitu gak pulang lagi ke kantor sampai jam pulang, kata kak Indra dia itu sudah kelewatan mainnya. kalau mau main keluar terserah tapi waktu jam pulang jangan nyelonong pulang. Kembali dulu lalu pamitan sama yang tugas piket, nanti terjadi apa-apa ke dia pegawai kantor yang Ririn ditempatin bakalan kena semprot atasan, bisa-bisa keluarganya menuntut padahal memang dia aja yang gak bisa diurus. kakak ngomong gitu"
Dian diam tanpa menjawab apa yang Hana terangkan, setelah semua berkumpul Hana di cuekin seperti patung manekin. tidak lama Ririn keluar dari ruangan dalam semua berteriak agar dia cepat datang menghampiri, Ririn meminta semu menunggu karena dia belum mengambil tas miliknya. Setelah Ririn bergabung mereka tampak ceria membicarakan suatu hal yang bagi Hana tidak masuk akal, yaitu tentang teman jurusan sekertaris memiliki Om di kantor ini, bila ingin mendapatkan kekasih seorang polisi gampang saja bagi dia
Hana melongo tanpa mengeluarkan sepatah kata. Mereka pergi berlalu meninggalkan Hana begitu saja di lapangan Apel, kak Indra memangil dari arah pintu memerintahkan Hana untuk segera menyusul teman-temanya. Awalnya tidak ingin lalu hitungan detik Hana mengambil tas dan pergi mengejar temanya
Hana mencoba mencerna perkataan dia secara baik-baik ''Mudah mendekati bujang yang memiliki jabatan tinggi! Maksud dia ajudan Waka Polres? Yang benar saja. Ajudan itu biasanya diambil dari SABHARA apa dia gak tau itu???''
Hana mengetahui itu karena awal masuk kantor bertepatan dengan penggiliran Anggota Kesatuan, sedikit Hana mengetahui hal kecil seperti itu. Lagi pula kak milik Hana bukan anggota SABHARA tapi BRIMOB yang bersatu keanggotaan, semua kak Indra yang mengatur juga mengerjakan jatwal tugas dan piket. Hana tau betul siapa-siapa anggota yang perlu diwaspadai atau tidak namun itu terbatas di kantor yang dia tempati saja.
Lagi pula kakak Hana itu seorang Intelejen toh Hana bisa dicari lalu diperkosa olehnya bila sampai melanggar aturan yang sudah dia buat secara sepihak itu.
Tak lama berselang kak Indra dan kak Setyo berjalan kearah parkiran, baru saja Hana memikirkan tentang mereka berdua malah sudah datang. Hana membuang muka lalu mereka berdua berpura-pura pergi untuk membeli rokok, setelah kembali ke parkiran kak Indra langsung pulang sementara kak Setyo memandangi Hana dari kejauhan. Hana tidak mau menatap wajah jelek itu, dia lebih suka menatap jalanan yang ramai kendaraan. Sementara semua teman-teman Hana mulai panik diperhatikan oleh bapak ganteng
__ADS_1
Berselang, kak Setyo kembali ke tugas kerjanya sementara Hana tetap bermain sampai jam istirahat usai. Hana pulang namun Ririn tetap enggan bergabung bersamanya pulang
Sesampainya diruang tv Hana merebut rimot dari genggaman kak Setyo merubah siaran tv, kak Setyo memberikan senyuman menggoda dengan tangan jahil ingin menyentuh pipi, Hana membesarkan kedua pupil matanya. Melotot horor menghindar dari sentuhan tangan besar dan kekar itu
Sangat marah, mencoba memukul tapi tidak kena Hana berteriak "Diam kakak ini. Jangan ganggu"
"Ha...Ha...ha.. marah terus" kak Setyo mengkerucutkan bibirnya seperti ingin menyambar bibir hana yang berwarna buah pich
"Diem loh kak! jangan ganggu" Hana memohon agar kak Setyo tidak terus mengarahkan tangannya ke wajah Hana, dan juga mengusir kak Setyo agar tidak duduk di samping karena Hana ketakutan bila tiba-tiba dipeluk. Tetapi dia semakin dekat duduknya
Saat duduk bersampingan dengan kak Joenathan atau kakak yang lain Hana tidak pernah merasa takut disentuh atau diganggu tetapi berbeda saat kak Setyo yang berada duduk didekatnya Hana seolah sedang diincar Harimau yang ingin memangsanya
Ririn pulang dengan raut wajah riang sumringah, menceritakan pada Sella yang sedang duduk bersama Hana dalam satu bangku, bercerita bahwa semalam dia bermimpi tentang dikelilingi banyak ular. Pasti banyak lelaki bujang yang mencintainya, dia akan mendapatkan seorang pacar di kantor. Ada yang diam-diam menyukai dirinya sebentar lagi juga dia akan ditembak cinta
Hana melirik dan mencari siapa yang dimaksud Ririn, pertama kakak yang mau mengajaknya ngobrol banyak kak Indra dan kak Rendry selain mereka tidak ada lagi, apa yang dimaksud itu kak Indra?
sampai jam pulang Hana tetap diam tidak ikutan mengobrol hal diluar nalar, lebih asyik menonton acara tv sambil rebutan rimot control bersama kak Setyo yang sedang asik menggodanya agar mau tertawa
__ADS_1