
papah meminta nana untuk masuk ke dalam rumah
Papah : bobok sana sayang udah siang
hana pun menuruti permintaan papah, dengan cepat hana meraih boneka. meninggalkan papah sendirian di luar
papah terdengar berbincang pada pria itu, menanyakan sesuatu. tentang prihal apa tamu berkunjung ke mari..."
entah apa yang di bicarakan, papah terdengar hanya mendengus dan tak mengeluarkan sepatah kata
pria itu pergi tanpa sempat berpamitan pada hana
seakan semua masih saja berlajut, apakah kisah sepilu ini tak kan berhenti begitu saja tanpa ada akhir cerita???
lastri datang bertandang untuk mengantarkan makanan, " semur opor ayam "
tante lastri berkata bahwa di rumah nanti ada yasinan
hana, mamah dan papah di minta untuk datang sehabis bakda magrib
namun lastri tiba-tiba muntah seperti sedang hamil
Mamah : lastri kamu kenapa? kamu hamil?
Lastri : ngomong apa sih kamu saira, sembarangan aja. jangan asal bicara
tapi kecurigaan saira tak membuatnya percaya begitu saja dengan jawaban yang diberikan lastri
__ADS_1
Mamah : lastri aku tau semua cerita tentang kamu dan satria. bapak kamu udah cerita sama mas dani
Mamah : bila memang kamu gak papa, gak hamil" apa salahnya kamu coba priksa ke bidan. siapa tau memang aku yang terlalu berlebihan
Lastri : kamu inih buat aku pusing tau GAK. nada membentak ia lontarkan lalu berkata, udah lah aku mau pulang aja
***
saira teringat pada perkataan hana, bahwa ia melihat seorang pria sedang berdiri di pojok dinding, sambil menatapnya
Mamah : apakah itu SAT'RIA...???
saat papah hana pulang, mamah menanyakan
apakah benar pria yang hana lihat itu satria? dan papah menjawab ia
satria ingin melamar lastri, datang ke desa untuk bertemu pak lurah
namun belum sempat datang ke rumah pak lurah, la di pergoki lastri sedang bercumbu dengan wanita muda di gubuk tua
satria menyesal tak bisa menahan nafsu "godaan" bercumbu
setelah kejadian, satria sangat menyesal dan berjanji pada lastri tak akan mengulangi hal buruk semacam itu
lastri meminta pada satria, bila memang satria bersunguh-sungguh ingin melamar
ia meminta pada satria untuk mebawa cincin yang di beli mereka berdua pada saat masih tinggal di solo
__ADS_1
satria menyutujui permintaan lastri, namun tuhan berkehendak lain. lastri dan satria tidak dapat di persatukan dalam ikatan pernikahan
mamah termenung mendengar cerita, tanpa berbasa-basi mamah pergi dari ruang tamu untuk melihat hana yang sedang tidur pulas di kamar
takut kalau hana jatuh dari amben
sambil mengels pipi hana yang sedang tertidu pulas, saira serasa ingin menyampaikan pesan dari satria pada pak lurah. namun papah hana melarang dan jangan ikut campur urusan keluarga mereka
semua bagaikan benang kusut yang sulit untuk di gulung, sampai kapan semua ini terus belanjut. menyebalkan
***
sesampainya lastri di rumah, masuk ke dalam kamar, brengsek saira curiga lagi
apa mending gue gugurin aja nih anak toh bapaknya juga udah mati. gak ada yang bakalan mau nikahin gue
kenapa sih pake hamil segala, dulu gak hamil kenapa kaya gini malah tiba-tiba hamil
si bang sat juga ngapain pake mati segala
bilang mau tanggung jawab
perasaan tuh cowo udah sering gue pakein pengaman sebelum ngelakuin tapi kok bisa gue hamil
yaa ampun...., gue inget terakhir sebelum gue pulang ke desa, gue sempet ngelakuin sama tu bang sat, dia malah gak mau pakek, "gak enak" coba aja gue paksa dia pake, sekarang gue gak bakalan kesusahan gini
mending gue gugurin aja, gue belum siap jadi ibu. lagian ni anak gak guna gak punya bapak
__ADS_1