Hanna Aryana

Hanna Aryana
senandung saira


__ADS_3

dalam rindu dan sepi, aku selalu menunggumu


hujan rintik turun membasahi tanah


mungkin aku ini bukan seorang bidadari


namun aku ingin menjadi bidadari yang selalu menemani langkah kakimu


bisakah engkau mendengar suara hatiku?


perasaan terdalam yang selalu aku sembunyikan darimu


ku pandangi tubuh indah" mu dari kejauhan, akankah engkau mengerti perasaan ku padamu yang sebenarnya?


coba dengarkan, suara air yang turun dari langit* indah bukan? merdu, benda itu mengeluarkan suara yang indah dengan alunan not nada. "aku suka itu"


bagai tanah, aku berada. dirumu bagaikan air hujan dari langit


kau yang selalu akan memberikan kesejukan, kesuburan sebagai penopang hidup


dengarkan aku! dengarkan suaraku! rintihan tangisku, akan membuatmu jatuh ke bumi


percayalah, sihirku dapat membuat mu terpikat. seketika kamu jatuh dalam pelukanku


tak'kan, tak mampu badai angin menjauhkan mu dari sisi ku


kan ku bawa petir untuk mencambuk rangkaian ranting dari badai angin yang mengganggu


jangan lepas dari ku, tetaplah di sisiku. temani aku


hiduplah untuk ku

__ADS_1


selamanya kita bersama


aroma yang kau bawa, wangi" bermacam jenis bunga menyatu pada mu. tetaplah seperti itu


bagiku kamu keharuman dalam hidup ku


bumi "surga" adalah rumah kita bersama, rumahmu juga rumahku


maka kembalilah ke bumi bersama denganku


sentuhanmu membuat seluruh tubuhku basah, itu kemampuanmu


tapi tanpa ku kamu tak memiliki tempat bernaung, aku tanah dan kamu air


kupandangi langit' lihat bintang-bintang itu...**


begitu banyak, menunjukan warna warni yang indahnya


sampai kapan aku terus menunggumu di sini? cepatlah datang. kita bersama kembali seperti dulu.


sedangkan waktu terus berjalan namun roda selalu berputar pada porosnya


kenanganku bersamamu terus menyakitiku setiap detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun


apakah kau juga merasakan hal yang sama?


biarkan kita berjalan bersama mengelilingi poros waktu


berputar di atas roda cahaya


seperti engkau, aku ini bukan mahluk lemah. datanglah cepat "lari" melewati jalan bebatuan terjal, jalan berkelok, menikuk di atas jurang

__ADS_1


buka buku petamu, benda itu akan menunjukan jalan agar kau cepat sampai dan ta'akan tersesat


aku bermimpi mesra tentangmu, kita akan hidup sebagai mahluk paling sempurna


cepat, cepat datang. tepati janjimu


bintang di langit adalah saksi, bahwa kita berdua adalah sepasang yang tak dapat di pisahkan oleh waktu dan jarak


***


hemh, senandung itu selalu terngiang-ngiang setiap kali aku duduk manis sendirian di malam hari sambil sesekali menatap bintang di langit


siapa seseorang yang selalu ku tunggu?... tanyaku dalam hati.., apakah sesakit itu yang aku rasakan


sekesepian itukah aku ini....!


entahlah, bagiku itu hanya pikiran kosong. mungkin karena terlalu banyak melamun


terlalu sering aku duduk sendiri, termenung dalam kegelapan


mencoba untuk bangkit meraih pegangan untuk berdiri tetapi terjatuh lagi,...! itu yang selalu aku rasakan di saat tak ada siapapun di sisi ku


sampai kapan aku meratapi hidup ini....? bodoh, aku ini memang anak yang bodoh


banyak mengeluh seperti kekurangan makanan saja


sudah lah tak usah di pikirkan, toh nanti juga lupa sendiri. jangan menangis" aku bukan gadis lemah


semampu dan sebisaku, selamanya aku akan menjadi anak yang ceria, tak'kan ku tunjukkan pada siapapun raut wajah kesedihanku


aku ini anak yang tangguh juga berani, guntur pun aku tak takut, mana mungkin aku akan takut hanya pada seekor kecoa saja

__ADS_1


__ADS_2