Hanna Aryana

Hanna Aryana
Abang Adek Kangen Abang


__ADS_3

"Teramat perih semua kenangan lampau, Abang tengok lah Adek ini. Dikit kau beri kasih tuk Adek, Abang! Jangan kau diam melamun saja sendiri"


"Ayo kita jalan jalan keliling desa naik kereta, buat Adek ni tertawa bahagia, Abang"..............."Jangan Abang diam sembari manyun menghisap rokok saja, Adek ini tak suka menengok Abang banyak minum miras ditambah merokok saja. Tak baik itu Abang, tak elok, tidak sedab Adek memandang Abang demikian"


"Kasihanilah Adek ini Abang, Kau buat Adek menangis selalu."


"Benar kejam Abang inih, tega sekali Abang buat jahat untuk Adek. Tak patut Abang berbuat demikian, sebentar lagi kena batu lah. Tak mau Adek kembali kembali buat Abang. Abang buat Adek nih menangis menjerit, Abang buat Adek kesakitan setiap hari, tak enak makan tak enak tidur. Sembahyang pun sulit"


"Biar saja Adek ni tertinggalkan Abang sendiri, kau cari saja wanita lain tuk temani kau bermain manja. Tak Sudi aku menengok kau terus saja minum miras setiap malam, Adek inih tak suka Abang mabuk-mabukan apalagi sampai Abang berani main rokok daun singkong, ku bunuh kau Abang sampai kau berani main main tak patut dipandang"


"Tengoklah bila Adek sudah marah, ku pecahkan semua botol tak guna itu didepan mu, biar kakimu injak beling itu sampai berdarah, agar kau kapok Abang. Tak berani macam-macam lagi main hal tak patut itu. Nanti Tuhan marah kasih kau hukuman, bila saja kau tetap tak mau dengar Adek berbicara melarang kau jangan berbuat hal tak elok dipandang mata"


"Cari saja Abang, wanita simpanan lebih cantik dari Adek ini. Tak mau Adek larang Abang jika Abang sudah tak suka Adek lagi"


"Abang teringat tak? Dulu Abang selalu saja merayu Adek tak kala Adek ni sedang bersedih hati, sinih lah Abang rayu Adek kembali. Jangan diam saja sembari tak mau menengok hari ni Adek sedang apa, jangan tunggu Adek menangis marah. Kupukul pukul badan kau Abang sampai kau babak belur"


"Abang haruskah Adek mengatakan rasa kangen adek dalam bahasa Sunda? Telpon Adek lagi Abang"


Hana terus saja mengirim pesan singkat kepada Setyo karena ia begitu kesal sudah seminggu lebih Setyo tidak menelfon ataupun sekedar memberi kabar lewat pesan singkat untuk mengatakan bahwa dia sedang sibuk tidak bisa diganggu


Selalu seperti ini, terkadang disaat Setyo sedang melakukan tugas tertentu teramat sulit pernah selama satu bulan penuh bahkan bisa lebih dia tidak memberi kabar! Ya hanya mengaktifkan nomor telponya saja tidak mau memberi kabar suara. Hanya itu, memberikan isyarat bahwa dia sedang dalam keadaan baik-baik dan sehat, Hana tidak perlu merasa khawatir ataupun cemas


Disaat sedih Hana melampiaskan kekesalan sembari menangis dikamar tidur memeluk bantalguling, mengocehkan hal apapun tentang kebencian Hana kepada Setyo


Selama ini Hana tidak pernah mengetahui pasti apa tugas, jabatan ataupun pangkat Setyo dalam pekerjaannya. Yang Hana ketahui bahwa Setyo itu menduduki jabatan diatas BUSER di atas BRIMOB

__ADS_1


Terakhir Setyo menjelaskan bahwa Dia berpangkat diatas KOMANDAN kesatuanya namun tidak menjelaskan lebih jauh tentang apa itu, tugas yang sebenarnya dia lakoni. Semua data diri tentang Hana dia jaga rapat sampai apapun yang menyangkut Hana lakukan harus terlebih dahulu melewati seijin dia


Kesal, tentu saja Hana merasa kesal. Ingin Hana melempar benda apapun kesegala arah agar Setyo mengerti perasaan Hana yang sebenarnya kenapa sampai Hana bersikap manja juga bawel. Hana merasa kesepian dikarenakan Setyo lebih mengutamakan tugas pekerjaan ketimbang memberi kabar pada Hana untuk sekedar mengatakan kangen.


Tidak bebas Hana keluar rumah, setiap kali keluar tanpa seijin dia lalu ketahuan pasti dia langsung menelfon walaupun dia sedang sibuk kerja


hanya tempat-tempat tertentu saja yang boleh Hana datangi, yang bagi dia aman-aman saja tentunya banyak pegawai satpam atau sekurity. Bila Hana berani nakal main jauh seperti ketaman kota pasti dia akan mengirimkan banyak orang untuk membuntuti Hana dari kejauhan bahkan bisa juga dari dekat, meneror Hana supaya mau menuruti apa yang dia perintahkan


Saat sudah ada waktu luang untuk menelfon Hana dan kemudian Hana bertanya apa sebenarnya yang dia lakukan yang dia kerjakan , Setyo selalu menjawab dengan santai juga mudah bahwa dia seorang Pereman tidak mau mengatakan lebih jelas. Katanya nanti juga tau sendiri apa tugas sebenarnya yang dia lakukan bila sudah menikah


Hana memaksa tetapi dia tetap bungkam seribu bahasa tidak juga mau menemui Hana , bermain kekediaman orang tua Hana untuk sekedar bersilahturahmi. Dia berucap semua demi keselamatan Hana, dia tidak mau gegabah sampai membuat keselamatan Hana terancam


Sudahlah toh Hana juga tidak pernah bercerita pada tetangga tetapi dia tetap saja mengelak untuk bertemu sebelum hari lamaran tiba, berkata bahwa dia paling waswas ada yang menculik. Karena dia sibuk bekerja tidak bisa setiap saat selalu mengawasi


...Lalu Setyo marah dan mendiamkan Hana selama beberapa hari agar Hana merasa bersalah tentunya. Tidak berbuat ceroboh lagi yang bisa membahayakan keselamatan


Dilain waktu saat Setyo, Hana kembali akur saling berbincang di telfon


"Menyebalkan kenapa kalaupun Abang memang seorang Pereman tetapi kenapa Abang bersikap pecundang menghadapi seorang gadis?" Hana berkata kasar pada Setyo


"Bukan seperti itu, tapi belum waktunya. Kalau sudah waktunya tiba Abang pasti datang" Setyo menjawab dengan suara malas


Hana mendesis sebal, ia membanting Hp kearah bantal sembari meneteskan air mata. Sementara Setyo tetap diam tanpa ingin merayu Hana yang sedang ngambek minta dicubit


Setyo mengeluarkan suara tersenyum dari sebrang telpon "Ha...gahaha... Jangan cemberut terus geh!? Adek sayangkan sama Abang? Kalau Adek sayang sama Abang, Adek harus nurut sama Abang"

__ADS_1


"Gak mau"


"Ya udah kalau gak mau. Abang cium Adek" Suaraya terdengar loyo karena kelelahan bekerja


"Abang capek?" Hana memainkan bibir menggunakan jari-jemari "


"Enggak. Cuma ngantuk"


"Ya udah Abang bobo dulu aja, Adek juga mau bobo udah ngantuk"


"Gak mau Abang masih kangen sama Adek"


Hana tersipuh malu "Adek juga masih kangen sama Abang"


"Ya udah kita ngobrol dulu aja, belum terlalu malam inih"


"Iya" Hana mengembangkan senyuman manis dibibir tipisnya, merasakan kebahagian teramat rindu


Ingin Hana kembali Berbaikan bersama Setyo, ia benar-benar merinduhkan suara kekasihnya sedang merayu disaat ia merasa marah dan sebal karena bosan, setiap hari kerjaan mainan Hp tidak melakukan apapun setelah pekerjaan rumah selesai


Setyo bilang sedang cari uang banyak karena itu Hana harus bersabar juga selalu mendoakan keselamatannya dalam setiap kali menjalankan tugas pekerjaan. kata Setyo berucap, Hana harus banyak sembahyang dan berdoa agar Alloh mengabulkan pinta doa untuk memudahkan jalan rejeki serta menjaga keselamatannya disetiap waktu, calon suami tercinta satu-satunya tentu saja dan tentunya juga Ayah dari Anak-Anak baik serta pintar beragama.


Tak lupa Setyo juga selalu mengingatkan Hana agar selalu meminta ampunan dari segala dosa-dosa sengaja ataupun tidak disengaja tentunya mendoakan orang-orang tersayang, kedua orang tua, dan saudara agar dijauhkan dari macam marabahaya serta dipermudah pintu rejeki


Bukankah surga ada ditelapak kaki Ibu? dan bukankan restu ada dipangkuan Ayah? dan bukankah saudara adalah tempat berkeluh kesah dari segala macam penyakit?

__ADS_1


__ADS_2