Hanna Aryana

Hanna Aryana
gadis cenayang


__ADS_3

siapa bilang mempunyai kemampuan super melebihi kemampuan manusia biasa itu menyenangkan. tidak juga


terlahir ke dunia sebagai cenayang itu merepotkan, selau berpacu pada waktu. berlari, sembunyi namun tetap saja terjerumus dalam lembah kegelapan.


takut pada kegelapan itulah yang dirasakan gadis bernama hana sejak kecil, tepatnya diusia 3 tahun. setiap kali malam menjelang lalu tiba pemadaman lampu bergiliran di jam 9 malam, hana selalu menangis. takut akan gelap malam


dia seolah-olah melihat begitu banyak bayangan terwujut busuk, suara-suara aneh terus memangil nama hana. ingin mengambilnya menjadikannya budak setan


"takut.... mamah hana takut" berbisik ditelinga mamah yang sedang terlelap tidur


"shut...! jangan nangis. mamah hidupkan dulu damar lampu, biar gak gelap" mamah turun dari ranjang mengambil benda seperti lampu aladin. disulut api lalu dikaitkan pada paku dinding di dekat meja rias


setelah pelita penerangan mengeluarkan sinar sangsurya berwarna merah membakar, hana bisa kembali terlelap tidur. rasa kantuk selalu menyertai dimalam hari


"aku tidak mau menjadi budak iblis" triakkan hana seraya menolak ajakan. "aku punya tuhan. kamu bukan tuhan ku, mahluk hina. enyah lah, tidak akan pernah kamu bisa menyentuhku selama aku masih memiliki tuhan. mulai hari ini ku nyatakan perang melawan dirimu. mahluk busuk"


siapa yang tahu selain diri sendiri bukan? tangisan ini selalu berada didalam hati, tidak bisa didengar atau dilihat oleh mata duniawi harus dengan mata batin. baru bisa melihat keajaiban.


hana, gadis lugu. terlahir dari keluarga yang sangat memegang teguh aturan hidup. dia semenjak terlahir ke dunia sudah mati, mati dalam artian bukan yang sesungguhnya. mereka selalu berperang dengan waktu melawan takut disertai kebencian kepada kaumnya sendiri.


hana begitu miris melihat tampang-tampang dari kaumnya yang sudah ternoda.


seorang ibu tega membunuh darah dagingnya sendiri, padahal harimau saja tidak mau membunuh anaknya.


manusia mensejajarkan derajatnya layaknya hewan najis, hina seperti babi dan anjing.


manusia-manusia berani menyekutukan tuhan yang maha esa, kepada mahluk ciptaannya demi mendapatkan kekayaan dan kejayaan.


siksa itu amatlah keji, cambukan sejuta petir belum cukup. mereka, mahluk hina itu berteriak-teriak meminta tolong didalam kuburan, menangis merintih, merasakan rasa sakit yang akan terus berulang selama lingkaran waktu terus berputar pada poros kecepatan cahaya

__ADS_1


mereka- mereka semua mahluk yang terkutuk, haus akan kekuasaan dan tatah. tempat mereka kembali adalah tanah jahanam. tanah bagi para mayat hidup


***


dukun-dukun iprit itu mati tanpa diterima kembali oleh bumi. menolak, lalu jasat dukun para antek-antek iblis itu akan mengeras menjadi kayu, disiksa selamanya sampai akhir zaman. setelah kiamat besar tiba. semua yang ada di bumi akan hancur, luluh-lantah bagaikan bulu-bulu berterbangan di seluruh permukaan udara


itu semua adalah perjanjian antara hidup dan mati antara para mahluk ciptaan tuhan kepada tanah berpijak. terlihat jelas tulisan kuno dari bukti nyata itu. disepuh pada telapak tangan tertaut bertanda tangan garis-garis abstrak, sama halnya disebut dengan garis tangan


mereka-mereka wanita atau pria yang dengan keji, tega membunuh menyiksa darah dagingnya. bukan, jangan percaya selamat di kehidupan yang semu, siapa yang engkau takuti? menyedihkan. suara teriakan dari kesakitan abadi setelah kematian itu tidak akan ada yang bisa mendengar selain malaikat, iblis, jin, hantu. serta Tuhan yang maha esa. tidak akan ada manusia yang bisa menolong bahkan pendeta ataupun cenayang sekalipun


seorang cenayang atau seorang pendeta tidak akan bisa melihat, mendengar, menyentuh manusia yang telah mati karena semua mahluk ciptaan tuhan yang sudah meninggalkan bumi akan menuju ke alam kubur bukan akhirat. bernaung menunggu dibangkitkan kembali....


bentuk tak utuh seperti manusia yang masih berkeluyuran kesan-kemari tidak punya tujuan setelah ajal tiba bukanlah lagi secerca roh dari yang sudah mati. melainkan bayangan, *bayang-bayang hitam


***


kesakitan dan penderitaan harus diterima setiap jiwa yang telah menyerahkan dirinya. semua, namun menyerahkan kepada siapa? Tuhan yang maha esa ataukah kepada mahluk ciptaan dari Tuhan yang maha esa?


hana seorang anak manusia yang menukarkan hidupnya untuk menjadi seorang cenayang, digenggaman tangan kanannya ada belati kasuari. senjata untuk menusuk tepat di jantung mahluk menjijikan. benda tajam terbuat dari besi, terkhusus untuk membunuh para anak buah iblis. namun hana tidak pernah mau mengotori tangannya dengan darah, dia membiarkan mahluk-mahluk hina itu melakukan tugas mereka masing-masing sesuai pada apa seruan perintah kalimat dari tuannya.


seorang gadis muda yang tidak pernah mempercayai kumpulan yang disebut dengan istilah sekte hitam dan sekte putih. bagi hana hitam bisa menjadi putih dan putih bisa menjadi hitam. "benarkah?" kebimbangan selalu terngiang-ngiang, berputar mengelilingi pikiran hana yang masih polos itu


dia selalu berjalan mengikuti tanda arah panah, si penunjuk jalan 'agama'. berharap tidak tersesat, bisa kembali dengan selamat sampai tujuan. setiap kali dia merasa bimbang, dia akan duduk beristirahat menunggu bala bantuan datang


mendengar suara langkah kali menghampiri lalu mendekat secara perlahan, hana menengok kearah belakang punggungnya "siapa kamu? apakah kamu datang untuk menolong ku?! aku tidak bisa menemukan jalan yang benar" hana memegangi kakinya yang terasa linu, lelah terus berjalan


dia tersenyum, senyuman diiringi cahaya suci "aku akan menggendong mu, jangan takut. kita akan berjalan bersama, melawan semua rasa takut bersama. kamu tidak akan sendirian lagi, ada aku disini yang akan selalu menemanimu selamanya, hidup bersama mati bersama itu janji kita sebelum dilahirkan ke bumi"


"apakah kamu akan menolong ku? kamu terlihat berbeda, badanmu tubuhmu terlihat jauh lebih besar dariku!" hana meraih tangannya, lalu berdiri meminta di gendong kepada lelaki itu

__ADS_1


"tentu saja aku lebih besar, kamu perempuan aku laki-laki" dia berbicara diiringi tawa sumringah, lalu berubah menjadi suara kekesalan


"Hm, aku tahu itu" hana tersenyum kepada pelita yang sedang kesal


"aku mencari mu kemana-mana, ternya kamu disini. jangan sembunyi lagi"


"tidak akan pernah selama kamu tetap berada disisi untuk melindungi, memberi harapan pasti untukku, keluarga. tali ikatan suci"


"bila waktunya sudah tiba, pasti akan aku berikan" lelaki itu tersipu malu, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal


***


selalu hana bertanya-tanya kepada siapa saja, kenapa ada manusia yang begitu kejam dan keji? hanya angin bertiup yang menjawabnya, diiringi hembusan serta tebaran daun rontok. sejuk memberi ketenangan


"Tuhan itu berada dimana?" hana bertanya pada langit. "apa tuhan juga makan dan minum?" hembusan angin itu memberikan kedamaian kepada jiwa-jiwa yang kesepian bukan dalam arti yang sebenarnya. pencarian jati diri. "Tuhan, apakah engkau yang maha agung juga memiliki ibu bapak? hana menatap langit cerah, matahari bersinar menyilaukan mata, awan-awan terlihat menipis. tercium wangi harum semerbak bunga melati entah dari mana tertiup angin


**halo semuanya para pembaca....


jangan diam saja dong bila sudah selesai membaca. tunjukkan rasa bertanggung jawab kepada penulis....!


berikan like, komen serta tip untuk terus-menerus mendukung penulis agar lebih bersemangat lagi mencari ide dan hal-hal baru yang belum diulas.


jangan pelit. semua tidak ada yang gratis, mengingatkan lebih baik daripada melupakan bukan?


jadi kenapa harus bersikap tidak peduli, menekan tombol jempol saja tidak mampu. menyedihkan, memberi like saja tidak bisa apalagi memberi tip menggunakan koin, menulis komentar serta membantu share cerita ini kepada teman-teman yang belum membaca saja tidak mau! apa tidak semampu itu????


cek....cek....cek... seperti aku saja. yang menulis juga sama, seperti itu√ pelit. ditambah miskin.


kita semua patut dikasihani yaaaaa?, menyedihkan.....

__ADS_1


salam jumpa lagi~


Sean Aryana Fiera**


__ADS_2