Hanna Aryana

Hanna Aryana
hal 3


__ADS_3

hana menerka nerka, berfikir tentang apa saja hal yang dapat membuat laki-laki menyebalkan itu terpesona padanya melihat ketertarikan darinya sampai bisa menarik ulur perasaan suka yang bernaung dalam lubuk hati.


"apa yang kamu suka dari aku kak?" mencoba bertanya! namun tidak ada jawaban karena hana bicara pada teman wanita yang mengenakan gaun putih panjang sampai menutup punggung kakinya, rambut panjang acak-acakan menutupi hampir semua bentuk wajahnya yang pucat ada sedikit bercak darah di sekitar mata


"temanku hanya tersenyum geli padaku," ya! kami hanya bisa berkomunikasi lewat suara batin dan tatapan mata, hana hanya bisa mendengus kesal pada wanita di sampingnya.


kami duduk berdua saja di terotoar teras kantor, namun tidak duduk di terotoar. ada tempat duduk panjang seperti bangku yang terbuat dari batu bata dibalut adukan semen hitam, nyaman untuk beristirahat.


temanku ini sangat pendiam jangan coba duduk ditempat ia duduk. bila berani mungkin saja akan merasakan demam pada sekujur tubuh dari atas kepala sampai telapak kaki karena ia selalu minta digendong kemana-mana dan jangan pernah berani untuk mencoba mengetahui siapa namanya? kalaupun berani dan yang bertanya itu adalah perjaka, dia akan jatuh cinta minta dinikahi.


kami duduk bersantai mendengarkan suara burung dalam sangkar, namun berteman dengannya sangatlah menguras tenaga. cukup lama kami mengobrol sampai seorang pria dewasa sudah berumah tangga menghampiri kami berdua "kenapa kamu duduk sendirian disini? tidak main dengan temanmu?" dengan pandangan alis sebelah sedikit terangkat.


ingin aku menjawab, sudah main dengan teman tapi tidak bisa. "males" itulah jawabanku


"males, kok males? daripada duduk sendiri disini! nanti kesambet. disini banyak hantu" terdengar suaranya begitu ke'bapak'an

__ADS_1


"iya, nanti aja. sekarang lagi mau sendiri" mencoba mengusirnya agar ia tidak ikut duduk disamping diriku


"hari yang panjang" gumam hana lirih merasakan kebosanan membungkus rapat semua nafsu agar tidak keluar menjadi gadis urakan berlenggak-lenggok menunjukan lekuk tubuh.


tak lama teman hana pun pergi menghilang begitu saja seperti tiupan angin, "sendirian lagi di kantor hemmhhh,...! kenapa aku tidak memilih tempat lain waktu itu jadi sekarang tidak harus berada ditempat ini. keluh kesah bosan menunggu jam pulang benar-benar merasuk dalam urat nadi gadis" kebiasaan yang sulit hilang dari diri hana, berbicara sendiri


ya... hana memang sedikit memiliki kemampuan seorang cenayang, namun itu sudah tidak sehebat dulu disaat hana berusia kanak-kanak. karena kakek dari mamah hana sudah menutup sebagian pintu di ubun-ubun.


bau anyir sungguh menusuk hidung. itu membuat semua mahluk menjijikan datang dan berkumpul karena mengetahui ada makanan nikmat nan lezat menggoda hasrat


berdua saja didalam kantor, hana bersama kakak menonton acara kartun.


tampangnya benar-benar menjijikan, gigi rahang gigi tajam terlihat penghisap darah. sangat jelas mahluk itu tidak menyukai kedatangan hana disana tetapi hana memiliki tiga teman wanita. mahluk itu beberapa kali mencoba menyentuh menyakiti


tanpa disadari hana menatap mahluk itu seperti mata harimau, "aku bilang mati saja, diam atau aku bakar." suara hana dalam batin berbicara kepada sesosok di depanya.

__ADS_1


kedua mata hana seolah tidak bisa berkedip disaat berbicara, memandang pada mahluk hitam pekat berkuku-kuku hitam darah terlihat kuku-kukunya digunakan seperti untuk mencabik-cabik kulit mangsa


laki-laki di samping hana merasa bingung melihat tingkah laku dari gadis kecilnya aneh tak biasa, seketika hana tersadar peritnya terasa mual serasa ingin muntah namun tidak ada benda yang dapat keluar dari mulut, wajahnya sedikit pucat ingin sekali memuntahkan isi yang ditampung dalam lambung, makanan yang sudah dinikmati sebelumnya.


setelah usai berdiam seperti patung, hana kembali normal namun rahasia yang sudah disimpan rapat sejak kecil terbongkar juga kepada kekasih hati. "sialan, monster ini hanya ingin menunjukan kemampuan kepada laki-laki menyebalkan" kulihat si hitam menyeringai puas sebelum pergi menghilang


terdengar lirih suara hati dari laki-laki yang duduk samping " kamu bisa melihat hantu!"


semenjak ia mengetahui alasan yang sebenarnya kenapa hana tidak pernah mau main keluar. kakak menyebalkan selalu melindunginya, menjaga serta membela disetiap kali rekan satu pekerjaan menyuruh hana untuk pergi bermain bersama teman-teman satu sekolahnya "jangan berdiam diri di kantor terus"


"kalau hana tidak mau keluar main, jangan dipaksa" nada suaranya terdengar begitu dingin tanpa perasaan hangat barang secuil saja


hitam legam merasa marah karena berjubah putih mengikuti dari arah belakang mengikuti arah kaki masuk, "kamu membukakan pintu, ini wilayah kekuasaan ku" suara amarahnya bagaikan gemuruh.


entah mengapa? ketertarikan bisa membuat, menjadikan kakak jelek jauh lebih kuat dari sebelumnya.

__ADS_1


mungkinkah si hitam terlampau lama lebih mengenal serta memahami kakak, "apakah benar si hitam sengaja menguji kami?" pekik hana demikian seraya bicara sendiri memikirkan imajinasi membeludak karena tidak mengetahui apapun tentang kehidupan apa saja yang sudah kakak jelek lalui dimasa-masa yang lalu.


setelah peristiwa aneh berlalu begitu saja termakan waktu' dipertemuan mereka yang kedua kalinya, terlihat begitu kental dalam benak mengalir bagaikan air terjun jatuh disaat hana tak sengaja bertemu pandang berjalan berlawanan arah. "kekuatan kebatinan dalam jiwa raganya layaknya seorang pendeta" hana mencoba memahami sinar cahaya di seluruh permukaan dari seseorang yang sedang ia pandang


__ADS_2