Hanna Aryana

Hanna Aryana
di rumah pak lurah


__ADS_3

pagi- pagi sekali tgl 25 januari. pak lurah mengajak lastri pergi ke puskemas


lastri : mau apa toh pak ke puskesmas? lastri gak sakit


pak lurah : udah jangan banyak tanya, ayo berangkat ke buru siang


sesampainya di pukesmas lastri terkejut. bapak mendaftarkan lastri di atministrasi, untuk memeriksakan kehamilan


lastri : apa toh pak? lastri ni gak hamil


pak lurah : sudah kamu diam saja, jangan buat bapak malu


setelah menunggu 1/2 jam, hasil tes pun keluar


lastri dinyatakan positif hamil 2 bulan


membaca kertas keterangan tersebut. tangan pak lurah menjadi kaku, berkata" ternyata benar apa yang di sampaikan aryo dan pak mulyo


lastri terdiam ketakutan, cepat atau lambat pasti ketahuan.


pak lurah mengajak lastri pulang, tanpa banyak bicara


seakan semua tak ada apapun.


setelah sampai di rumah, pak lurah berangkat kerja ke kantor desa

__ADS_1


lastri : bapak kok aneh, gak biasanya bapak gak marah. kan bukan harusnya bapak marah besar sama lastri? gak tau ah


setibanya di kantor, pak lurah mengerjakan kembali arsip desa


di desa sedang di rencanakan membuat jalan aspal, jalan yang tadinya batu belah akan di tambah bahan aspal supaya lebih kuat dan awet


pak lurah juga sedang mengurus arsip pembangunan sekolah SMP 01 HADI REJO


tak mau ambil pusing, pak lurah terus berkerja giat untuk pembangunan desa supaya tak terkucilkan lagi


urusan pernikahan lastri dan aryo sudah di percayakan kepada pak mulyono, pak mulyono berjanji akan menikahkan putranya dengan lastri karena ini adalah amanat dari mendiang


bagaimanapun juga pak mulyono tak mau kehilangan cucunya, ia sudah kehilangan putra jangan sampai kehilangan hal paling berharga yang harus dirawat dan di jaga sejak' sedari dini


tak akan pernah mungkin semua masalah tak ada jalan keluar, ada pintu untuk bisa masuk pasti ada juga pintu cadangan untuk keluar "


kecuali kalau kecepit susah" gak bisa....!


setelah pulang dari puskesmas lastri langsung berangkat mengajar


lastri : maaf anak-anak hari ini ibu terlambat datang, tadi pagi sekali ibu ada urusan sebentar


hana : gak papa buk, mendingan sekalian hari ini kita semua gak usah belajar, main lompat tali aja di lapangan


lastri : hana, nanti mainya kalau sudah jam istirahat. sekarang waktu belajar

__ADS_1


hana : huh, ibu guru gak asik ( berteriak )


lastri : hana pulang aja kalo gak bisa diem. gak usah ikut belajar


hana : ia buk, nanti ibu guru hana aduin ke bapak lurah. biar di pecat


lastri : terserah


sepulang sekolah, hana berpapasan dengan pak lurah di jalan arah pulang. benar saja anak nakal mengadukan ibu gurunya, tante lastri kepada pak lurah


kebetulan pak lurah lewat, sehabis menengok pekerjaan pembangunan sekolah


hana di bonceng di depan, di antar pulang menggunakan motor bebek milik pak lurah


hana : bapak tadi tante marahin hana, tante usir hana gak boleh ikut belajar


pak lurah : ia nanti di rumah bapak marahin tante kamu itu kalau perlu bapak jewer telinganya biar panjang besar kaya kuping gajah


hana : janji ya bapak marahin tante, gak boleh bo'ong....


pak lurah : bapak janji bapak ini udah sepuh gak mungkin ingkar janji. sekarang yang penting harus mau sekolah biar bisa menjadi anak pintar, ya sayang...!


hana : ia pak hana janji bakalan jadi anak yang pintar


sesampainya di rumah hana, pak lurah bercengkrama bersama papah hana sambil mengemil singkong rebus yang di panen dari ladang, di dampingi minuman teh manis hangat

__ADS_1


__ADS_2