Hati yang Patah

Hati yang Patah
Kejadian Tragis


__ADS_3

Hari ini adalah hari weekend. Tidak ada rencana Revan dan Hana untuk melakukan liburan hari ini. Mereka akan beristirahat di rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya.


Hana dan Ana sedang membuat puding coklat bersama Ana di dapur pagi itu, sedangkan Revan ia pergi berolahraga di sekitaran kompleks bersama dengan anaknya.


"Ayah, ha...haha..." Jihan ngos-ngosan berlari bersama Ayahnya. Ia pun memberhentikan langkahnya dan menunggu Ayahnya yang berjalan di belakangnya.


"Baru beberapa meter aja, masa sudah capek, sih, sayang!"


"Tapi Jihan capek, yah. Kita berhenti dulu ya!" Ucapnya dan duduk di pinggir jalanan.


Namun Revan langsung mengangkat anaknya dan membawanya ke pundaknya.


Jihan kaget karena tiba-tiba badannya melayang dan sudah berada di pundak Ayahnya.


"Enggak ada istirahat, sayang. Kita terus jalan." Ujarnya sambil memegang kedua tangan anaknya


Revan setengah berlari sambil membawa Jihan diatas pundaknya.


Banyak pasang mata yang menatap kearah Revan, terutama para gadis dan ibu-ibu kompleks yang juga ikut olehraga pagi itu. Mereka terpesona melihat Revan yang tampan dan kekar itu berlari dengan keringat yang membasahi wajah dan badannya sehingga menampakkan otot-ototnya di balik kaos tipis yang dipakainya.


Revan membawa anaknya menuju taman. Di sana sudah banyak sekali warga kompleks yang berolahraga sambil bersantai di sana. Saat sudah sampai, Revan menurunkan anaknya dan duduk di bangku taman.


Dilapnya keringat yang membasahi wajahnya. Mata Revan tak sengaja menangkap sosok anak kecil yang dulu sempat membully anaknya. Seketika nyali anak laki-laki itu menciut saat menatap mata Revan. Anak itu masih ingat akan ucapan Ayah Jihan yang akan membuatnya menjadi dendeng. Ia pun bergidik ngeri ketika mengingatnya. Secepat kilat ia segera berlari kearah Ayahnya.


Revan menggelengkan kepalanya melihat ekspresi anak kecil itu yang menatapnya dengan tatapan takut. Padahal ia tidak melakukan apa-apa pada anak tadi, tapi mengapa anak itu berlari seperti melihat hantu saja.


Ia menengok ke sampingnya, namun dahinya mengernyit ketika tidak mendapati keberadaan anaknya di sampingnya. Ia berdiri dari sana dan mencari keberadaan anaknya. Baru sebentar ia mengalihkan pandangan dari anaknya, eh, anaknya itu sudah hilang.


Ia bernafas lega saat mendapati kehadiran anaknya dari seberang jalan di depan Indomaret, sedang menenteng kantong kresek di tangan kanannya.


"Ayah!" Ujar Jihan berteriak diseberang jalan, tersenyum sambil melambaikan tangan kearah Ayahnya.

__ADS_1


Revan pun berjalan mendekati anaknya, namun baru beberapa langkah dari arah kirinya tiba-tiba melesat dengan cepat mobil sedan berwarna hitam mendekati anaknya.


Revan berlari dengan cepat dari arah taman ingin menyeberang jalan namun lututnya seakan lemas seketika saat ia tidak dapat menggapai anaknya.


Jihan terpental jauh saat mobil sedan itu menabrak tubuh kecilnya. Kantong kresek yang sudah ia pegang pun sudah berhamburan keluar beserta dengan isi-isinya.


Jantung Revan berdetak lebih cepat dan matanya terbelelak saat menyaksikan badan anaknya yang terpental jauh dan sudah berada dipinggir jalan dengan badan kaku.


Semua orang berteriak menyaksikan kejadian itu. Bahkan orang yang masih berada di dalam rumahnya pun keluar saat mendengar suara teriakan itu.


Revan berlari dengan nafas yang tersengal dan mata yang memerah mendekati anaknya. Ia tidak sanggup menyaksikan tubuh anaknya yang sudah berlumuran darah itu dibagian kepalanya.


Ia tidak menghiraukan darah yang mengalir dari kepala anaknya. Diangkatnya badan anaknya di jalan dan dipeluknya erat dengan air mata yang menggenangi di sana.


"Argghhhhh...." Teriaknya dengan suara lantang.


Mobil tadi sudah melesat jauh ke depan. Beberapa pengendara motor mengejar mobil sedan tadi.


Tiba-tiba Jihan terbatuk dan menumpahkan darah dari mulutnya.


"A-Ayah!" Ucapnya terbata dan darah sudah melumuri kepala dan wajahnya.


"S-sakit." Ucapnya dengan suara yang hampir tidak terdengar.


Dikecupnya kening anaknya dengan air mata yang semakin deras.


"Bertahan, nak. Kita ke rumah sakit sekarang."


"Apa yang kalian lihat, hah! Hubungi ambulance sekarang!" Ujarnya dengan berteriak menatap orang-orang yang sedang mengerubuninya.


"Lebih baik kita naik mobil saya saja pak Revan. Akan memakan waktu yang lama kalau menunggu ambulance, sedangkan pendarahannya semakin banyak."

__ADS_1


Revan tak menjawabnya dan segera berdiri sambil menggendong anaknya.


"Mana mobil kamu?" Ucapnya seperti orang kebingungan.


"Ikut saya, pak!"


Revan segera mengikuti bapak tadi menuju mobilnya yang berada di seberang jalan. Segera mobil itu melaju dengan kencang saat mereka sudah berada di dalam mobil.


Revan melepaskan baju yang melekat dibadannya dan mengikat di kepala anaknya berharap bisa membantu memberhentikan pendarahn di kepala anaknya.


Dipeluknya tubuh kecil anaknya. Air matanya semakin deras tak kuat melihat kesakitan anaknya.


Jihan tidak bergerak sedikitpun dipelukan Ayahnya. Tubuhnya lemas dengan wajah yang semakin pucat.


"Maafkan, Ayah, nak." Revan tak lagi memikirkan tatapan orang yang berada di dalam mobil menyaksikannya menangis.


"Jihan, bangun, nak! Jangan tinggalkan, Ayah!" Ia menangis terisak memeluk tubuh lemah anaknya.


Namun usahanya itu hanya sia-sia karena Jihan tidak merespon setiap ucapannya. Wajah dan bibirnya pucat disertai darah yang mengalir dari kepala, hidung dan mulutnya.


Baju yang awalnya berwarna putih, kini berubah berwarna merah karena bersimbah darah.


Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Tanpa mengucapkan terima masih, Revan berlari membawa anaknya di dalam dekapan masuk ke dalam rumah sakit.


Ia berteriak kepada para petugas kesehatan yang sedang berada di ruangan UGD. Dengan cekatan, dokter dan perawat sudah mendorong brangkar yang ditiduri Jihan, masuk ke dalam ruangan tindakan.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Happy reading kk😢😭


Jangan lupa vote klw kk suka, like dan komen juga boleh. Author juga ikut sedih sebenarnya pas nulis, namun apalah daya. Tunggu cerita selanjutnya yak. Hari ini aku up dua episode. Besok juga Insya Allah bakalan up dua episode karena sudah menjelang tamat yak, makanya dicepetin.

__ADS_1


Salam story from By_me


__ADS_2