
Hari weekend telah usai, selama dua hari kalista habiskan dengan mengajak jalan-jalan Hana, Jihan dan Revan. Kalista hari ini pulang ke Surabaya. Pada pukul 07 pagi kalista sudah siap untuk di antar ke bandara.
Hari ini Revan dan Hana yang akan mengangantar kalista sampai bandara. Dalam perjalanan mereka isi dengan berbincang.
Selang 30 menit kemudian mereka akhirnya sampai di bandara. Hana dan Revan mengantar Kalista sampai ke dalam.
" Mas Revan aku pamit yah, selama aku nggak di Jakarta aku harap Mas Revan bisa jagain sahabat aku!"
Hana yang mendengar itu mengernyitkan keningnya dan tak lama setelah itu ia melototkan matanya ke arah Kalista.
Kalista terkekeh melihat ekspresi Hana, tapi Kalista serius dengan ucapannya. Ia ingin agar Hana nantinya bisa bersama Revan. Aelama dua hari bersama mereka, Kalista dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya sepupunya itu menyukai Hana.
Ia akan sangat bahagia jika Hana nantinya akan bersama dengan sepupunya. Ia tak rela jika Hana kembali bersama suaminya.
" Kamu tenang aja, aku pasti akan jagain Hana. Dia kan karyawan aku, jadi sudah tugasku untuk menjaganya."
" Karyawan atau karyawan Mas mmm?"
Kalista bertanya sambil menaik turunkan alisnya menggoda sepupunya.
" Lista kamu apaan sih." Hana jadi sebal dengan sahabatnya.
" Iya iya bercanda, jangan marah dong. Kalau sering marah-marah nanti Mas Revan jadi nggak suka loh sama kamu."
" Lista ishhh." mendengar perkataan Kalista membuat mukanya jadi merah.
Kalista tertawa lepas menggoda sahabatnya. Melihat ekspresi marah-marah Hana membuat Revan tak bisa mengalihkan perhatiannya. Menurutnya Hana kelihatan menggemaskan dengan tingkahnya. Ingin rasanya ia mencubit pipi nya.
" Maaf...maaf... aku bercanda doang."
" Yaudah, aku mau pergi dulu. Lain kali kalau ada waktu kosong, aku bakalan datang lagi kesini. Hana aku pamit yah, baik-baik selama disini dan ingat kata aku kemarin, ok."
Hana menganggukkan kepalanya dan mendekati Kalista setelah itu ia peluk dengan erat sahabatnya.
" Aku pasti bakalan kangen banget sama kamu...hikss...hikss...hikss"
" Jangan nangis. Kamu cengeng banget sih.
huhuhuhuhuhuh..."
Revan sedih tapi juga tertawa melihat tingkah dua orang di depannya.
Setelah acara peluk-pelukan dan tangisan, akhirnya Malista pun berjalan memasuki bandara.
Setelah kalista sudah tidak terlihat lagi, barulah Hana dan Revan pergi. Mereka berjalan menuju parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil.
Mobil pun melaju dan setelah menempuh waktu sekitar 25 menit barulah mereka sampai di perusahaan.
__ADS_1
Mereka berjalan memasuki lobi kantor. Seperti biasa fans club revan yang melihat idola mereka berjalan dengan sekertarisnya itu, memandang dengan tatapan tak suka dan cemburu.
Saat telah sampai Revan segera masuk ke ruangannya, sedangkan Hana seperti biasa ia akan membuatkan Revan kopi dan membacakan jadwal Revan hari ini.
Dan yang membuat Hana kaget adalah ternyata hari ini Revan akan mengadakan pertemuan dengan direktur dari perusahaan PT. Permana Grup. Whatt!!.
Hana tak fokus saat tadi membacakan jadwal direktur hari ini. Ia baru sadar saat ia telah sampai di meja kerjanya.
Hana memakai kacamatanya untuk memastikan bahwa penglihatannya kali ini salah, namun nasib tinggal nasib, memang ia nanti akan bertemu dengan orang itu.
Hana segera bangkit dari kursinya dan berjalan menuju keruangan direktur. Di ketuknya pintu di depannya, sebelum suara bariton dari dalam ruangan memberi izin.
Hana berjalan dengan membawa tablet ditangannya menuju ke depan direktur.
" Mmm... permisi pak, apa benar nanti kita akan bertemu dengan direktur dari perusahaan PT. Permana Grup?"
Revan mengangkat wajahnya memperhatikan wanita di depannya. Hana tampak berdiri gugup di depannya.
" Iya, nanti kita akan mengadakan meeting dengan mereka. kenapa? kamu takut?"
" Tidak pak, saya hanya memastikan saja. Kalau begitu saya permisi dulu."
" Tunggu... kamu duduk dulu."
Hana segera duduk dikursi di depan meja direktur.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Hana dan Revan keluar dari kantor dan berjalan menuju parkiran. Mereka akan segera menuju restoran X tempat mereka akan mengadakan meeting dengan direktur PT. Permana Grup.
15 menit kemudian mobil Revan telah sampai di depan restoran. Hana menarik nafasnya dalam sebelum turun dari dalam mobil.
Revan berjalan di depan sedangkan Hana berjalan di belakangnya. Saat memasuki restoran, mereka diantar oleh pelayan menuju meja rekan bisnis Revan.
Mereka diantar pelayan menuju meja VIP. Dari jauh Revan sudah bisa melihat rekan bisnisnya. Revan berjalan menuju ke arah rekan bisnisnya. Saat telah sampai, direktur dari perusahaan
PT. Permana Grup dan sekertarisnya segera bangkit dari duduknya dan menjabat tangan Revan.
Hana masih berdiri di belakang punggung lebar Revan, Hana hampir tidak kelihatan. Arlan tak menyadari kehadiran Hana.
" Selamat siang pak, perkenalkan saya Arlan direktur dari perusahaan PT. Permana Grup dan di sebelah saya sekertaris saya."
" Selamat siang, saya Revan Bramana direktur dari perusahaan Bramana Corp."
" dan ini perkenalkan sekertaris saya Hana, Farhana Almeera."
Hana langsung maju dan menjabat tangan Arlan. Seketika Arlan dibuat syok dengan kehadiran istrinya.
__ADS_1
" Selamat siang pak Arlan, saya Farhana Almeera sekertaris pak Revan. Senang bertemu dengan anda."
Arlan masih tampak tegang saat menjabat tangan Hana.
Segera Hana menarik tangannya dari tangan Arlan. Sekertaris Arlan menyilahkan mereka untuk duduk.
" Silahkan duduk."
" Terima kasih."
Mereka pun memulai meeting dengan serius. Arlan masih tampak tegang saat mengetahui Hana ada di depannya. Selama meeting sesekali arlan memandang kearah Hana.
Hana menyadari bahwa ia dari tadi diperhatikan oleh suaminya, namun ia tetap fokus memperhatikan sampai meeting pun selesai.
Sebenarnya Hana menahan dirinya di depan orang yang selama ini di cari-carinya, namun ia ingat perkataan Revan tadi pagi.
Flashback on
"ada apa pak?"
" Saya tahu kamu pasti gugup kan karena akan bertemu dengan suami kamu. Dengar Hana, saya mau nanti kamu jangan menampakkan sikap gugupmu. Kamu harus berani. pura- puralah nanti tidak mengenalinya, karena dia tidak akan mungkin mengatakan kalau kamu itu istrinya di depanku. Karena setahu sesama rekan bisnisnya, suamimu itu istrinya adalah putri dari pemilik perusahaan itu. Kalau sampai ketahuan kalau dia punya istri lain maka, bisa- bisa rekan bisnisnya akan membatalkan kontrak dengan perusahaannya. mengerti!"
" Iya pak akan saya usahakan."
" harus!" katanya dengan tegas.
Setelah selesai berbicara Hana pamit dan segera berjalan keluar ruangan.
flashback off
Setelah selesai meeting mereka pun melanjutkan dengan makan siang. Segera sekertaris Arlan memanggil pelayan untuk memesan makanan. Arlan baru sadar bahwa lelaki yang bersama Hana dan anaknya waktu itu adalah Revan.
Pelayan datang dan memberikan buku menu kepada mereka. Arlan mempersilahkan mereka untuk memesan.
" Saya pesan sirloin steak 1 sama minumnya jus jeruk."
" Kamu mau pesan apa Hana?"
" Aku pesan makanan yang sama kayak yang mas pesan yah!"
Mendengar jawaban Hana membuat amarah Arlan memuncak. Sekarang wajahnya sudah tampak memerah karena menahan amarah. Ia mengepalkan tangannya di bawah meja.
Arlan berkata dalam hati " Awas saja kamu"
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Tau rasa kan lo arlanππππ
__ADS_1
happy reading guys nyaπ