Hati yang Patah

Hati yang Patah
Tetaplah berada disisiku


__ADS_3

Hana memasukkan semua barangnya kedalam koper karena mereka nanti akan kembali ke Jakarta. Setelah barangnya telah masuk semua, ia menarik kopernya dan diikuti oleh anaknya disampingnya.


Revan sudah menunggu Hana didepan pintunya, saat dilihatnya Hana sudah keluar dengan anaknya, Revan mengambil koper dipegangan Hana.


" Biar aku saja mas yang bawa"


" Nggak apa apa biar aku saja yang bawa" Revan berbalik dan membawa kopernya dan koper Hana. Saat sudah sampai dilobi, Revan melakukan check out dan mereka berjalan menuju mobil yang akan mengantar mereka menuju Bandara.


15 menit kemudian mereka akhirnya sampai di bandara International Ngurah Rai, Revan mengambil kelas bisnis jadi mereka tidak lama menunggu.


Dua jam kemudian mereka telah sampai di Jakarta dan diluar bandara sudah ada mang Urip yang menunggu mereka. Revan, Hana dan Jihan masuk kedalam mobil dan perlahan mobil berjalan menuju ke Rumah.


30 menit kemudian akhirnya mobil memasuki pekarangan rumah. Revan, Hana dan Jihan turun dari mobil, Revan membawa koper dibantu dengan mang Urip.


Mereka berjalan memasuki rumah dan diruang keluarga sudah ada Mama dan Papa yang menunggu kepulangan mereka. Jihan langsung berlari kearah Nenek dan Kakeknya dan menyalami tangan mereka satu persatu.


" Cucu Nenek sudah pulang ternyata, Nenek kangen sekali sama Jihan" Nenek membawa Jihan kedalam pelukannya.


" Jihan juga kangen sama Nenek, sama Kakek juga kangen"


Papa Surya mengelus elus rambut Jihan dengan sayang. Hana tersenyum melihat Mama dan Papa yang kelihatan sangat sayang dengan Jihan.


Setelah Itu Hana dan Revan menyalami tangan Mama dan Papa.


Setelah cukup lama berbincang bincang, Hana dan Jihan kembali menuju kamar. Setelah sampai didalam kamar, Jihan langsung tertidur tanpa mengganti baju terlebih dahulu. Hana tak tega membangunkan anaknya yang terlihat sangat kelelahan setelah penerbangan tadi.


Hana berjalan menuju kamar mandi untuk bersih bersih, setelah selesai ia segera melaksanakan sholat isya. sholat isya telah selesai, Hana segera membaringkan badannya yang terasa sangat lelah disamping anaknya.


Keesokan harinya, Hana kembali menjalani kegiatannya seperti biasa. Hana memandangi dirinya didepan cermin, dan setelah itu ia mengambil tas kerjanya dan berjalan menuju pintu lalu menuruni tangga menuju kearah meja makan.


" Pagi sayang" sapa Mama dan Papa


" Pagi Ma, pagi Pa"


Semuanya sudah berkumpul dimeja makan, mereka pun mulai menyantap makan mereka dengan berbincang bincang. Hana memandang mereka satu persatu, ia ingin mengatakan niatnya untuk kembali ke Surabaya. Tapi Hana urungkan, mungkin nanti saja baru ia akan menceritakan kepada semuanya.


Setelah selesai sarapan, Hana dan Revan bergegas untuk berangkat menuju kantor. Saat sampai dikantor, Revan disambut oleh para karyawan yang berpapasan dengannya. Revan dan Hana memasuki lift dan menuju keruangan mereka.

__ADS_1


Pukul 9 pagi, Revan ada jadwal meeting dengan karyawannya. Meeting dilakukan sampai pukul 10.30 WIB, saat telah selesai Revan dan Hana kembali menuju lantai 25. Hari itu mereka sangat sibuk, dikarenakan laporan yang menumpuk dan beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh Revan.


Pada saat masuk waktu makan siang, Hana menghentikan pekerjaannya dan berjalan menuju keruangan Revan.


Tok tok tok, Hana mengetuk pintu didepannya. Ia masuk saat ada sahutan dari dalam, Hana berjalan menuju kearah Revan dan langsung duduk didepannya.


" Mas mau pesan makanan apa? aku mau pergi beli makan siang"


" Samakan saja dengan pesanannya kamu"


" ok kalau begitu aku pamit dulu, mau beli makan siang"


Hana berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu. Namun belum sampai dipintu, Revan kembali memanggilnya. Hana membalikkan badannya kearah Revan ingin mendengar apa yang akan dikatakan olehnya.


" Kalau habis dari beli makanan nanti, kamu makan siang disini saja, temani aku makan"


" ok" Hana kembali berjalan menuju pintu dan membukanya. 10 menit kemudian Hana telah kembali dengan menenteng dua kantong plastik berisi makanan dan minuman.


Hana berusaha membuka pintu dengan cara mendorong dengan badannya karena tangannya penuh dengan makanan dan minuman. Saat sudah berhasil terbuka, Hana berjalan menuju kearah sofa dan menyimpan makanan dan minumannya diatas meja.


" Mas makanannya sudah siap, sini makan dulu"


Revan melirik kearah Hana setelah itu ia melepaskan kacamatanya dan berjalan kearah Hana.


Revan memperhatikan makanan yang dibeli oleh Hana, ada ayam geprek, kangkung tumis pedas, nasi dan jus jeruk. Revan menggelengkan kepalanya melihat makanan yang dibeli oleh Hana, bagaimana tidak Hana sering sekali membeli makan yang pedas.


Sebenarnya Revan tidak terlalu suka dengan makanan yang pedas, tapi apa boleh buat ia tadi meminta makanannya disamakan dengan makanan Hana.


Ditengah makan siang mereka, Hana mengeluarkan suaranya dan berbicara kepada Revan.


" Mas, sebenarnya ada yang mau aku bicarakan sama semua orang rumah. Tapi biarlah aku beritahu ke mas Revan duluan"


" Memangnya kamu mau bicara apa?" Revan memandang kearah Hana untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan olehnya.


" Sebenarnya aku mau ngomong, mungkin lebih baik kalau aku pulang saja ke Surabaya"


Seketika Revan menghentikan aktivitas makannya dan menatap kearah Hana ingin memastikan apakah dia bersungguh sungguh.

__ADS_1


" Kenapa kamu mau pulang ke Surabaya?"


" Pertama, alasan aku datang ke Jakarta adalah untuk mencari mas Arlan. Sekarang aku sudah bertemu dengannya dan menyelesaikan masalahku dengannya. Yang kedua, posisiku disini hanya sebagai sekertaris pengganti dan masalahku sudah selesai jadi aku sudah tidak punya alasan lagi untuk tinggal disini"


" Sekertaris mas Revan kapan pulang dari daerah? aku akan kembali ke Surabaya saat sekertaris mas sudah kembali"


" Sekertaris aku tidak akan kembali lagi kesini, dia akan tetap berada disana"


Hana terdiam mendengar jawaban Revan, jadi bagaimana caranya ia kembali kalau sekertaris Revan yang lama tidak akan kembali.


" Maksud mas apa?"


" Dia kutugaskan untuk tetap bekerja disana dan kamu yang akan menggantikan posisinya disini sebagai sekertaris aku"


" Aku tidak bisa mas, mas kan tahu sendiri alasan aku ke Jakarta itu untuk apa. Aku juga tidak enak kalau terus menumpang dan membebani kalian dengan keberadaan aku dan Jihan"


" Hana dengarkan aku, kamu dan Jihan sama sekali tidak membebani kami. Malahan Mama dan Papa sangat bahagia dengan keberadaan kalian, apa kamu tidak bisa melihat ketulusan Mama dan Papa?. Mama dan Papa sudah menganggap kalian sebagai keluarga. Mama pasti akan sangat sedih bila mengetahui kalau kamu mau kembali ke Surabaya"


Hana menundukkan kepalanya dan kembali memikirkan kata kata Revan, ia bingung harus berbuat apa sekarang. Disatu sisi, ia tak ingin membebani keluarga Revan dengan terus menumpang. Disisi lain, ia juga tidak bisa membuat Mama dan Papa sedih dengan kepergiannya.


" Jadi apa yang harus aku lakukan, aku bingung"


" Tinggallah disini Hana, tetaplah berada disisiku"


Hana langsung mengangkat pandangannya kearah Revan. Revan yang menyadari telah salah bicara langsung mengubah perkataannya.


" Maksud aku, tetaplah tinggal disini dan jadilah bagian dari keluarga kami"


Revan salah tingkah karena telah keceplosan, seharusnya kata kata itu hanya sampai dihatinya namun entah mengapa ia tak sadar dan langsung mengatakannya.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Happy reading guys nya😘


Jangan lupa like, komen dan votenya


Salam story from by_me.

__ADS_1


__ADS_2