Hati yang Patah

Hati yang Patah
Apartemen


__ADS_3

Hana dan Revan sampai di rumah pada pukul 09.35 Wib. Mereka beristirahat sebentar karena sorenya mereka akan ke apartemen Revan untuk mengambil baju-baju dan barang-barang Revan yang ia perlukan untuk dipindahkan ke rumah istrinya. Rencananya Revan akan tinggal di rumah istrinya.


Niat awalnya, ia ingin memboyong anak dan istrinya untuk tinggal di apartemen miliknya karena disana lebih luas namun istrinya menolak alasannya karena ia lebih suka tinggal di perumahan seperti ini daripada di apartemen yang pastinya akan terbatas berinteraksi dengan para tetangga. Tahu sendirilah kehidupan di apartemen elit seperti itu, pasti orang-orangnya lebih suka untuk berada di dalam apartemen dan interaksi dengan para tetangga bisa dibilang kurang.


Hana, Jihan dan Revan sekarang berada di dalam mobil menuju ke apartemen. Revan mengendarai kendaraannya dengan kecepatan sedang. Selama perjalanan diisi dengan celotehan riang dari Jihan. Revan dan Hana mendengar dan sesekali tertawa saat mendengar celotehan lucu anaknya.


Saat hendak melewati supermarket, Hana menyuruh suaminya untuk berhenti karena mereka rencananya akan makan malam di apartemen.


"Mas, tuh di depan ada supermarket. Kita singgah di sana aja. Aku mau beli bahan untuk masak di apartemen nanti."


Revan yang mendengarnya pun menganggukkan kepala dan segera membelokkan kendaraannya memasuki area parkir supermarket.


Hana, Jihan dan Revan bersama-sama masuk ke supermarket untuk membeli bahan masakan. Revan mengambil troli dan menaikkan Jihan diatasnya. Revan mendorong troli dan mengikuti Hana ke tempat sayur-sayuran. Hana mengambil satu per satu sayuran yang akan ia masak. Rencananya malam ini ia akan membuat sayur asem. Setelah selesai memilih sayuran ia beralih mengambil ayam segar.


Segala keperluan Hana untuk masak nanti malam sudah lengkap, gilirannya lagi mengikuti suami dan anaknya yang asyik memilih minuman dan beberapa cemilan untuk mereka makan di apartemen.


"Ayah, aku mau itu." Tunjuk Jihan ingin coklat batangan. Revan mengambilkan Jihan yang diminta.


"Itu...itu...itu..." Banyak sekali cemilan yang Jihan inginkan.


"Jihan, makananya itu bisa dihabiskan semua? Jangan terlalu berlebihan, sayang. Udah segitu aja. Jangan banyak-banyak." Ucap Hana tegas karena ia tak mau anaknya lebih banyak memakan makanan kemasan daripada hasil makanannya yang sudah terjamin kesehatannya.


"Tapi, Bunda."


"Biarin aja, sayang. Yang penting dia bakalan habisin." Ucap Revan menimpali.


"Ya, tapi cemilannya udah banyak banget, Mas."

__ADS_1


"Kalau begitu Jihan minta satu lagi, Bunda, boleh?" Jihan menampakkan wajah memelasnya yang membuat Hana menghela nafas.


"Yasudah, Jihan mau apa?"


"Jihan mau es cream."


Setelah mendapatkan es cream akhirnya mereka membawa belanjaan mereka ke kasir. Setelah semua telah selesai mereka kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju ke apartemen. 10 menit kemudian mereka pun sampai di depan pintu apartemen.


Revan menekan sandi apartemennya dan membawa istri dan anaknya masuk. Revan dan Hana membawa bahan belanjaan mereka di dapur setelah itu mereka menuju sofa yang terletak di depan Tv. Di sana sudah ada Jihan yang menyetel siaran anak-anak kesukaannya.


Setelah cukup lama menonton, akhirnya Jihan pun tertidur dengan lelapnya di atas karpet bulu. Revan segera membawa anaknya menuju kamar tamu dan menyelimutinya sampai sebatas perut. Revan kembali kearah istrinya di depan Tv. Sampainya di sana ia merebahkan kepalanya di paha istrinya dan kembali menonton acara talkshow.


Hana mengelus pelan rambut suaminya yang saat itu berada di pahanya.


"Mas."


"Kita beresin sekarang barang-barang yang mau Mas bawa ke rumah, yuk. Takutnya nanti Hana ketiduran terus lupa masukin barang-barang Mas ke koper."


"Yasudah, kita beresin barang-barang aku sekarang." Hana mengikuti Revan menuju kearah kamar utama dan masuk ke dalamnya.


Revan membantu suaminya untuk memasukkan pakaian ke dalam koper dan memasukkan beberapa dokumen yang diperlukan ke dalam dos.


"Akhirnya selesai juga!" Ucap Hana setelah semua sudah beres.


"Aku ngantuk. Tidur, yuk." Ajak suaminya


Dengan cepat Hana menganggukkan kepalanya karena memang ia sudah mengantuk dari tadi.

__ADS_1


Mereka pun berjalan menuju kasur dan merebahkan badan mereka diatas kasur. Revan memeluk tubuh istrinya dari belakang.


Semenit, dua menit, sampai menit ke lima mereka masih tak bergerak di posisi awal. Namun di menit ke 10 Revan yang sudah tidak tahan akhirnya tangannya sudah kemana-mana. Hal itu membuat Hana terbangun akibat rabaan tangan suaminya. Hana menengok ke samping suaminya. Kesempatan itu Revan gunakan dengan baik dan mengecup bibir istrinya dalam. Setelah ciuman terlepas Revan pun mulai mengatakan keinginanya yang sudah ia tahan-tahan.


"Aku pengen!" Dua kata itu yang Revan ucapkan. Hana yang mengerti kemana arah pembicaraan suaminya, akhirnya memberikan apa yang suaminya minta. Revan tak bisa lagi menahan gejolak di dalam dirinya karena kemarin ia tidak dapat jatah dari istrinya karena istrinya sedang tidak enak badan. Jadi ia tak tega untuk meminta itu.


Suasana kamar yang awalnya sejuk dengan pendingin ruangan itu berubah menjadi panas karena kegiatan pasangan suami istri itu di atas ranjang. Sampai hari sudah menjelang maghrib kegiatan mereka masih berlanjut. Mereka melakukan sampai dua ronde. Revan yang ingin melanjutkan ronde ketiga kala itu niatnya tak terlaksana karena mendengar suara anaknya yang memanggil-manggil mereka dari luar. Revan menghela nafas karena sebenarnya masih ingin melanjutkan kegiatan mereka. Akhirnya Revan mengalah dan dengan langkah gontai Revan bangun dari sana.


Revan beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi untuk mandi hadast setelah itu ia keluar dan menemui anaknya. Setelah Revan keluar giliran Hana yang mandi karena sebentar lagi maghrib dan ia akan membuat makan malam. Untung saja anaknya itu terbangun, seandainya tidak maka ia akan ketinggalan waktu maghrib dan terlambat membuat makan malam karena meladeni keinginan suaminya di atas ranjang.


Setelah selesai mereka pun bersama-sama melaksanakan ibadah sholat maghrib dengan khusyuk. Setelah itu, Hana memulai membuat makan malam. Tak lama kemudian akhirnya makanan buatannya pun jadi. Hana membuat menu makan malam yaitu sayur asam, ayam kripsi dan jus jeruk. Menu sederhana namun sangat enak, kata anak dan suaminya.


Mereka menyantap makan malam dengan lahap terutama pasangan suami istri itu yang tenaganya terkuras saat melakukan kegiatan ranjang tadi. Makan malam diisi dengan perbincangan hangat di meja makan.


Revan memandangi dua wanita yang sekarang menjadi tanggung jawabnya dengan penuh cinta. Revan merasa sangat bahagia karena akhirnya impiannya selama ini bisa tercapai setelah dulu cukup lama menghayal akan membangun keluarga dengan Hana akhirnya terwujud juga.


Setelah selesai makan malam mereka pun bersiap-siap untuk pulang ke rumah mengingat hari semakin malam dan Ana yang sendirian di rumah. Mereka akan melakukan perjalanan honeymoon selama beberapa hari di Bali. Jadwal penerbangan mereka esok adalah pada siang hari.


Hari ini Hana tidak lagi melamunkan perihal pertemuannya dengan Raga yang membuatnya mimpi buruk kemarin malam. Hana berusaha melupakan itu dan menghabiskan waktu seharian dengan keluarganya.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Happy reading guysnya.


Jangan lupa vote nya yah, karena jujur aja vote kalian semakin hari semakin kurang. Jangan pelit-pelit yah bagi vote nya. Vote gratis kok.


Segitu saja dulu dari author cerita hari ini. Besok baru lanjut lagi ceritanya. Honeymoon dan akan mengungkapkan perihal rahasia Hana yang ia sembunyikan dari suaminya. Tapi sebelum itu lagi-lagi author minta dong vote nya, yak😊😙

__ADS_1


Salam storu from By_me...


__ADS_2