
Hana dan Revan kembali menuju ke hotel tempat mereka menginap. Didalam mobil mereka lebih banyak diam, Hana bingung mau memulai pembicaraan dari mana, Hana merasa kikuk.
Jujur saja saat tadi Revan bernyanyi lagu pertama, Hana salah tingkah karena Revan terus memandang kearahnya. Dan saat berduet lagu kedua, Revan lagi lagi membuatnya salah tingkah.
Entah mengapa akhir akhir ini, kalau Hana dekat dekat dengan Revan maka jantungnya akan berdetak lebih cepat.
" Mungkin aku harus periksa jantung ke Rumah Sakit" Hana bergumam dalam hati, sambil memegang dada kirinya.
10 menit kemudian mereka telah sampai di hotel. Saat sudah didepan kamar masing masing, Hana membalikkan badan kearah Revan.
" Mas makasih sama ajakan makannya tadi"
" Sama sama" Revan menjawab sambil tersenyum.
Melihat senyum Revan membuat jantung Hana lagi lagi serasa berlari marathon, Hana memegang jantungnya dan bergumam
" Mas pulang dari Bali nanti, kayaknya aku harus periksa jantung deh"
" Kenapa emangnya, jantung kamu sakit? mau aku anterin sekarang periksanya?"
" Nggak usah mas, mmm kalau begitu aku masuk yah" Hana langsung membalikkan badannya dan membuka pintu kamarnya.
" Iya" Revan jadi bingung dengan sikap Hana yang berubah setelah mereka pulang tadi, dia jadi lebih banyak diam. Revan mengedikkan bahunya lalu membalikkan badan dan masuk kedalam kamarnya.
Didalam kamar, Hana lagi lagi memikirkan Revan, namun segera Hana menggelengkan kepalanya.
" Astagfirullah, sadar Hana, sadar"
Hana merebahkan badannya diatas kasur sambil memandang kearah langit langit kamar. Hana memikirkan tentang tujuannya ke Jakarta, sekarang ia telah bertemu dengan Arlan dan menyelesaikan semua masalahnya.
Hana berfikir untuk apa lagi ia tinggal di Jakarta, mungkin lebih baik kalau aku kembali ke Surabaya. Aku juga belum bertemu dengan Ibu, aku harus menyelesaikan semuanya.
"Nanti aku akan membahas dengan Mama, Papa dan mas Revan saat nanti sampai di Jakarta" Hana bergumam dalam hati.
Setelah itu Hana membuka ponselnya dan kembali membuka akun media sosialnya, tak lama kemudian masuk notifikasi pesan whats up dari Andin. Hana membuka pesan dari Andin
" Hana jangan lupa yah datang diacara pertunangan aku, awas aja kalau sampai nggak datang "
Hana senyum senyum melihat isi pesan dari Andin, segera ia membalasnya
" Kalau aku nggak datang, emangnya kenapa?"
" Kamu bakalan aku sumpahin menikah sama pak bos😉😂"
" Yeh dasar yah, emangnya sumpahnya nggak ada yg lain apa"
" Nggak ada, pokoknya kamu harus datang"
__ADS_1
" Iya bawel"
Mereka melanjutkan saling membalas pesan, tak terasa hari sudah sore namun Arlan dan Jihan belum kembali.
Hana ingin menghubunginya namun ia tak mempunyai nomor ponsel Arlan, Hana jadi gelisah. Ia takut jangan sampai Arlan membawa Jihan pergi darinya.
Hana bangkit dari kasur dan berdiri mondar mandir sambil menggigit kukunya. Namun suara adzan membuyarkan fokusnya.
" Mungkin dengan sholat bisa menenangkanku, Ya Allah hilangkanlah prasangka prasangka buruk dihatiku" Hana bergumam didalam hati, setelah itu ia membuka hijabnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Hana melaksanakan ibadah sholat ashar, setelah selesai sholat ia merasa agak mendingan. Ia melipat alat sholatnya, namun tiba tiba pintu kamarnya diketuk. Hana segera memakai hijabnya dan berjalan kearah pintu.
Saat ia membuka pintu, hatinya merasa lega setelah melihat Arlan telah membawa anaknya pulang.
Hana senyum kearah anaknya dan mengambil anaknya didalam gendongan Arlan. Jihan langsung memeluk dengan erat bundanya dan mencium pipinya.
" Anak bunda kok jadi manja gini, ada apa mmm?"
" Jihan kan emang manja unda, hehehe"
Hana tertawa mendengar jawaban dari anaknya, setelah itu ia melihat kearah Arlan.
Mereka saling pandang untuk sesaat, Arlan tak mengatakan apa apa, namun segera Hana mengalihkan perhatiannya kearah anaknya dan membelai rambut anaknya dengan sayang.
" Kalau begitu aku pulang yah, Jihan Ayah pulang dulu sayang"
" Iya Ayah, nanti kita pelgi jalan lagi yah, janji"
Hana membuka pintu dan berjalan masuk kedalam kamarnya, setelah sampai didalam ia segera menurunkan anaknya.
" Unda, Jihan senang banget unda. Unda tahu nggak tadi tuh Jihan sama Ayah kekebun binatang. Disana banyak sekali monyetnya unda, Jihan sebenarnya suka lihatnya tapi, monyetnya nakal unda"
" Nakal kenapa sayang?"
" Monyetnya mau naik kepundaknya Jihan, Jihan geli unda" Jihan menggelengkan kepalanya saat mengingat monyet yang tadi.
Hana dibuat tertawa melihat ekspresi anaknya yang kelihatan sangat geli mengingat monyet yang ia ceritakan.
" Yaudah, mending sekarang kita mandi yah. Jihan badannya bau"
Hana pura pura menutup hidungnya, Jihan menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti bundanya masuk kekamar mandi.
Setelah Hana dan anaknya selesai mandi, merekapun memakai baju dan duduk diatas kasur sambil menonton. Hana menyetel siaran kartun, kartun kesukaannya Jihan yaitu Upin dan Ipin.
Saat mereka sedang asyik menonton, tiba tiba masuk notifikasi pesan whatsup dari Revan. Hana membuka isi pesan dari Revan, ternyata Revan mengatakan bahwa jadwal keberangkatan pesawat mereka nanti pukul 07 malam.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
__ADS_1
Didalam kamar hotel Indah dan Arlan, Indah sangat resah karena dari tadi ia menghubungi suaminya namun tak pernah diangkat. Arlan pergi pagi pagi sekali tanpa pamit kepada istrinya dan sampai sekarang belum balik juga.
Namun tiba tiba pintu kamarnya terbuka, Indah segera berjalan kearah pintu dan menghampiri suaminya.
" Kamu dari mana saja mas, udah dari tadi aku hubungi kamu tapi nggak pernah kamu angkat. Jangan bilang kamu habis ketemu sama mantan istri kamu itu?"
Indah mengatakan seperti itu, karena ia sempat bertemu dengan Hana dipesta pernikahan rekan bisnis suaminya.
Arlan berjalan masuk dan langsung duduk disofa, diikuti oleh Indah dibelakangnya.
" Aku memang habis dari sana tadi, tapi bukan untuk ketemu sama Hana. Tapi ketemu sama anak aku"
" Kamu ini mas, kamu sadar nggak sama yang kamu lakukan. Kalau kamu ketemu sama anak kamu, otomatis kamu juga ketemu sama mantan istri kamu itu.
" Jangan bilang kalau kamu masih cinta sama mantan kamu itu, jangan sampai itu cuma akal akalannya kamu untuk ketemu sama dia. Iyakan, ngaku kamu mas" Indah mengatakan dengan penuh emosi.
Arlan memandang dengan kesal kearah istrinya lalu langsung menjawab.
" Kamu bisa nggak, biarin suami kamu tenang dulu baru kamu bertanya. Jangan selalu berburuk sangka sama orang lain"
" Oh jadi begitu mas, sekarang kamu lebih belain mantan kamu itu daripada istri kamu sendiri"
Arlan akhirnya tersulut emosi karena sikap istrinya yang menuduhnya sembarangan.
" Emangnya kenapa kalau aku ketemu sama dia hah, walaupun aku dan dia sudah bercerai tapi aku punya tanggung jawab sama anak aku. Kalau sikap kamu yang seperti ini tidak kamu ubah ubah, jangan salahkan aku kalau aku kembali sama keluarga aku"
Mendengarkan penuturan suaminya membuatnya jadi takut, ia tak mau kehilangan Arlan.
Namun tiba tiba, Indah meringis kesakitan.
" Awww sakit" Indah langsung terduduk dilantai dan kedua tangannya memegang perutnya yang terasa sangat nyeri .
Arlan langsung menghampiri istrinya dan memegang kedua bahunya.
" Apanya yang sakit?" Arlan sangat takut melihat keadaan istrinya.
" Perut aku mas, sakit banget. Awwww"
Arlan yang khawatir melihat istrinya kesakitan, langsung mengangkatnya ala bridal style dan segera berjalan keluar menuju lobi hotel.
Saat telah sampai dilobi, ia berteriak teriak kepada pegawai yang ada dilobi agar mereka mengantarnya menuju ke Rumah Sakit.
Arlan jadi kesal, karena pergerakan mereka sangat lambat. Sedangkan istrinya sudah sangat kesakitan dan keringat bercucuran didahinya.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Happy reading guys nya😘
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote yah
Salam story from by_me