
Akhirnya ia sampai di halaman rumahnya, namun tiba-tiba dahinya mengernyit saat melihat beberapa kendaraan terparkir di halaman rumahnya. Sudah banyak sekali pertanyaan-pertanyaan mengisi otaknya. Kendaraan orang tuanya juga ada di sana. Ada apa ini, gumamnya dalam hati.
Segera ia keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumahnya. Saat pintu sudah terbuka yang ia lihat hanya kegelapan. Kemana orang rumah sampai-sampai lampu saja dimatikan, pikirnya.
Saat ia menyalakan lampu tiba-tiba...
"Surprise..." Teriak semua orang. Ia pun dibuat kaget karena tiba-tiba banyak sekali orang di rumahnya.
Revan mengelus-elus dadanya karena kaget dengan teriakan orang-orang saat ia menyalakan lampunya. Keluarga dekatnya hadir di depannya, anak dan juga istrinya ada di sana. Berarti...
"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, Revan, selamat ulang tahun!" Nyanyian semua orang yang hadir di depannya.
Revan tersenyum merekah mendapatkan kejutan dari keluarga dan juga istri tercintanya.
Hana membawa kue ulang tahun di tangannya dan ia pun berjalan mendekati suaminya setelah tadi telah menyalakan lilin kue ulang tahun.
Senyum tulus ia berikan kepada suaminya yang hari ini berusia genap 29 tahun. Lelaki yang menjadi pelabuhan terakhirnya, semoga saja, batinnya berdoa. Lelaki yang mencintainya dengan sepenuh hati dan mau menerima segala kekurangannya.
Jihan pun lari ke dalam gendongan Ayahnya setelah tadi Ayahnya itu merentangkan tangan kearahnya.
Hana berjalan mendekat dan mendekatkan kue ulang tahun itu di depan suaminya.
"Selamat ulang tahun, mas nya, Hana!" Ucapnya masih menampakkan senyum kepada suaminya.
"Selamat ulang tahun juga untuk Ayah Revan!" Ucap Jihan dengan senyum lebar menampakkan gigi ompongnya. Revan yang gemas seketika memberi anaknya ciuman di pipi.
Hati Revan menghangat mendapat ucapan ulang tahun dari anak dan istrinya. Ia pun mulai meniup lilin bersama dengan anaknya, seketika itu semua keluarga yang hadir di sana bersorak gembira.
Revan pun menurunkan anaknya dari gendongannya dan mulai memotong kue ulang tahunnya menjadi beberapa bagian.
Potongan pertama ia berikan kepada anak dan istrinya. Setelah itu barulah ia berikan kepada semua anggota keluarganya yang hadir malam itu.
Setelah acara tiup lilin, semua orang pun beralih ke halaman belakang. Menyantap hidangan makan malam yang telah disiapkan oleh Hana dan mertuanya. Saat semua orang sibuk dengan makanan mereka di halaman belakang, Revan berjalan mendekati istrinya yang sedang menyiapkan minuman di dapur. Segera ia memeluk istrinya dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu istrinya.
"Mas Revan!"
"Kamu enggak mau minta maaf sama suami kamu, hmm?" Ujarnya di belakang istrinya.
Hana pun menghentikan kegiatannya dan berbalik badan menghadap suaminya. Ia menampakkan senyum manisnya menatap suaminya.
"Maafin, Hana, yah, mas kalau kemarin sama tadi enggak nurutin kemauannya mas. Hana cuma ngikutin instruksi dari Mama aja. Maafin, yah!" Ujarnya sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Alasan Mama Ajeng memanggil Hana datang sendiri ke rumahnya karena ingin memberikan surprise ulang tahun kepada Revan. Alasan Hana tidak menuruti keinginan suaminya dan tidak bersahabat karena ide dari mertuanya. Demi kelancaran aksi mereka terpaksa Hana harus melakukannya.
__ADS_1
Revan memandangi wajah istrinya yang menampakkan wajah memelasnya. Revan pun tersenyum dan menurunkan tangan istrinya.
Dikecupnya kening istrinya lama. Hana memejamkan matanya meresapi kecupan suaminya di jidatnya. Hangat, itulah yang hatinya rasakan saat ini.
Setelah itu Revan menjauhkan wajahnya dari istrinya dan kembali menatapnya dalam.
"Jangan lagi ulangi yang kayak tadi, yah, sayang! Aku enggak akan kuat kalau sampai kamu cuekin terus-menerus."
"Iya, mas. Hana janji enggak akan ngulangin lagi yang kayak tadi!"
"Mas Revan maafin, Hana, kan?" Ujarnya
Hana pun beralih memeluk suaminya. Kepalanya ia tenggelamkan di dada bidang suaminya.
"Iya, sayang." Ia memeluk dengan erat istrinya itu ke dalam pelukannya. Melepas rindu setelah seharian ini ia tidak melakukannya karena sikap istrinya yang tiba-tiba tidak bersahabat.
Mereka pun kembali ke halaman belakang setelah selesai membuatkan minuman untuk orang-orang. Revan dengan sigap membawa minuman itu di atas nampan.
Mereka kembali ke meja makan, bercanda dan bercengkerama dengan keluarganya. Semua orang yang hadir memanjatkan doa untuk Revan. Tak lupa kado mereka berikan kepada Revan. Sebenarnya Revan tidak memerlukan itu semua yang penting doa dari mereka tapi ia juga tidak bisa menolak rezeki.
Setelah semua keluarga telah pergi, kini Hana dan Revan sedang berada di atas kasur setelah tadi mereka sudah bersih-bersih.
"Mana kado buat suamimu?" Ujarnya sambil menatap istrinya di sampingnya.
Hana menampakkan senyum manisnya dan berpindah posisi menghadap suaminya.
"Aku punya kado buat, mas. Tapi hadiahnya bukan hadiah yang mewah seperti yang lain!"
Revan tersenyum mendengarnya. Mewah atau tidak ia akan tetap menerima hadiah dari istrinya ini. Di elusnya rambut istrinya dan ia kembali berbicara.
"Enggak apa-apa, sayang. Hadiah apapun dari kamu tetap aku terima."
"Tunggu dulu yah. Hadiahnya akan datang!" Ujarnya sambil tersenyum lalu setelah itu ia turun dari ranjang dan mengambil kado untuk suaminya yang ia simpan di dalam laci meja riasnya.
Setelah mendapatkannya, Hana kembali berjalan naik ke atas kasur dan memberikan hadiahnya kepada suaminya.
"Semoga mas suka sama hadiahnya!" Ucapnya sambil menampakkan senyum merekahnya. Istrinya malam ini terlihat sangat bahagia dan selalu tersenyum kepadanya.
Revan pun membuka bungkusan kado itu. Setelah selesai, ia pun membuka kotak kado itu. Ia mengernyitkan keningnya karena ternyata hadiahnya sebuah lembaran kecil.
Ia menatap istrinya sejenak. Hana kembali tersenyum kepadanya lalu berujar" Mas baca tulisannya."
__ADS_1
"Ok!" Revan kembali menatap kado itu dan membacanya
"Ayah! Adek sudah hadir. Adek sudah tidak sabar ingin bertemu dengan, Ayah!" Banyak sekali pertanyaan di benaknya tentang kado itu. Diambilnya kertas itu ke atas dan ia baca ulang untuk mencerna maknanya. Ternyata di bawah kertas itu ada sebuah benda panjang. Ia mengambil benda itu dan melihatnya dengan seksama. Ia membulatkan matanya saat melihat dua garis merah di benda itu.
"Kamu hamil!" Ucapnya dengan tampang yang tidak bisa Hana baca.
Hana pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada suaminya.
Revan tidak bisa berkata-kata. Matanya tiba-tiba berair. Ia sangat bahagia dan terharu mendapatkan kado ini dari istrinya.
Revan meneteskan air mata bahagianya sambil tersenyum menatap istrinya. Di rentangkannya tangannya agar istrinya segera memeluknya. Dengan penuh bahagia dan haru, Hana masuk ke dalam pelukan suaminya dan mereka saling berpelukan dengan hati yang bahagia.
Setelah cukup lama berpelukan, mereka pun melepaskan pelukan.
Hana menghapus air mata suaminya. Baru kali ini ia melihat suaminya ini menangis. Ada rasa bahagia dan juga ingin tertawa melihat lelaki kekarnya menangis seperti ini.
"Kenapa menangis?"
"Aku bahagia banget, sayang. Akhirnya kita bakalan punya anak lagi!" Ujarnya dengan air mata masih keluar dari pelupuk matanya.
"Makasih, yah, sayang."
Hana menganggukkan kepalanya dengan senyum merekah ia tampakkan di wajahnya.
"Sebentar lagi kita akan punya anak lagi!" Ucapnya penuh kegirangan. Matanya berbinar menampampakkan kebahagiaan yang mendalam. Lagi-lagi ia memeluk istrinya dengan erat sambil menggoyangkan badannya kekanan dan kekiri.
Kebahagiaan mereka sudah lengkap dengan kehadiran anak lagi di rahim Hana. Hana mengetahui kehamilannya saat ia tidak ke kantor hari itu karena muntah dan membuat badannya menjadi lemah . Ia baru ingat bahwa ia tidak lagi datang bulan selama sebulan lebih. Sedangkan siklus menstruasinya itu lancar setiap bulannya. Akhirnya dengan ragu ia pun mencoba memakai test pack keesokan harinya. Air matanya tak bisa ia tahan saat melihat terdapat dua garis merah di alat tes kehamilan yang ia gunakan. Suaminya pasti akan sangat bahagia saat mengetahui tentang kehamilannya. Dan benar saja, suaminya itu sangat bahagia sampai-sampai air mata menggenangi di matanya.
Hana mencari momen yang tepat untuk memberitahukan suaminya. Saat mengetahui bahwa mertuanya itu ingin memberikan kejutan untuk suaminya, Hana pun menggunakan momen itu untuk memberitahukan tentang kehamilannya nanti sebagai kado ulang tahun untuk suaminya.
Akhirnya mereka pun berakhir bahagia.
**TAMAT**
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Bercanda deng😁✌ Ceritanya masih panjang. Masih banyak yg harus diselesaikan, jangan sampai readers kecewa kalau ceritanya ngegantung😄😁.
Jangan lupa like, komen sama vote nya yah kk😊😘
Salam story from By_me
__ADS_1