Hati yang Patah

Hati yang Patah
pertunangan Andin


__ADS_3

aaargggghhh.....


Hana, Jihan dan sosok wanita itu sontak sama sama berteriak saat mereka saling memandang.


Hana mencoba mengatur nafasnya dan kembali memandang wanita didepannya, ia perhatikan lekat lekat wanita didepannya. Saat ia sadar bahwa sosok itu bukan hantu, melainkan seorang gadis remaja, segera Hana mengelus elus dadanya.


Tapi tunggu dulu, jadi gadis ini siapa?


" Kamu siapa? kenapa ada dirumah saya?"


" anda yang bernama mbak Hana?"


" Iya saya Hana, kamu kenapa bisa tahu nama saya, dan kenapa kamu ada disini?


Gadis itu tampak tersenyum dan berjalan mendekat kearah Hana.


" Maaf saya tidak sempat menyambut mbak Hana, perkenalkan saya Ana asisten rumah tangga mbak Hana sekarang"


Hana mengernyitkan keningnya mendengar penuturan Ana, ia merasa tidak pernah menyewa seorang asisten rumah tangga.


" Tapi saya tidak menyewa seorang asisten rumah tangga dek"


Gadis itu tampak menganggukkan kepalanya.


" Saya keponakannya mang Urip mbak, dan pak Revan yang mengirim saya untuk bekerja menjadi asisten rumah tangga mbak Hana"


" Mas Revan?"


" Iya mbak, pak Revan"


Jihan menarik narik ujung kemeja Bundanya, Hana lalu menoleh kearah anaknya.


" Kakak itu siapa Unda?"


" Kakak itu katanya keponakannya mang Urip sayang"


Jihan tampak menganggukkan kepalanya lalu kembali melihat Ana.


" Kalau begitu, Ana sekarang ikut saya"


" Iya mbak"


Hana berjalan menuju kearah ruang keluarga diikuti oleh Jihan dan Ana dibelakangnya. Saat sudah sampai disana, Hana mempersilahkan Ana duduk.


" Ana tunggu dulu ya, aku telepon mas Revan dulu"


Ana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Hana berusaha untuk menghubungi Revan, tak lama kemudian panggilan pun diangkat oleh Revan.


" Halo, ada apa Hana?"


" Nggak ada yang mau mas jelaskan sama aku"


Revan mengerti apa yang dimaksud oleh Hana.


" Dia aku kirim untuk membantu kamu, agar ada yang mengantar dan menemani Jihan kalau kamu sedang kerja"


Hana memijit pelipisnya


" Tapi mas, kalau mas Revan bawa dia kesini aku bakalan gaji dia dengan apa. Utangku saja sangat banyak dengan mas Revan dan ditambah dengan asisten rumah tangga"


" Tenang, kalau masalah itu biar aku yang urus"


" Tapi mas"


" Sekali ini saja Hana, terima bantuan dari aku"

__ADS_1


Hana terdiam sebentar lalu kembali berbicara.


" Kamu pemaksa sekali mas"


" Maafkan aku, tapi ini aku lakukan agar kamu tidak terlalu kerepotan"


Hana tidak lagi menjawab telepon Revan.


" Yasudah aku sedang menyetir, aku matikan dulu. Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam, hati hati"


panggilan ditutup oleh Revan.


Hana kembali menatap gadis didepannya


" Umur kamu berapa?"


" 19 tahun mbak"


" Kenapa kamu mau bekerja sebagai asisten rumah tangga dek, kamu tidak kuliah?"


Gadis itu menundukkan kepalanya sejenak


" Aku sengaja kerja seperti ini mbak karena mau menabung untuk biaya kuliah. Kemarin pamanku mengatakan pak Revan butuh asisten rumah tangga, daripada aku menganggur dan diam dirumah, mending aku kerja saja mbak "


Hana menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Ana.


" Terus, kamu ada disini dari jam berapa?"


" Siang mbak"


" Kamu sudah makan?"


" Sudah mbak"


" Makasih mbak"


" Sama sama"


Setelah itu, Ana pamit untuk kembali kekamarnya. Hana dan Jihan berjalan menuju kamar dan mandi, setelah itu mereka turun menuju dapur.


Hana berniat masak untuk makan malamnya, tapi saat ia melewati meja makan, disitu sudah terhidang banyak makanan diatas meja. Hana tersenyum melihatnya, setelah itu ia duduk dengan Jihan dan mulai menyantap menu makan malam buatan Ana.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Seminggu setelah kepindahan Hana dirumah baru, Ana sudah bekerja dan banyak membantu Hana. Ana yang mengantar dan menjemput Jihan disekolahnya, Jihan tidak kesepian apabila Bundanya belum pulang kerja karena ada Ana menemaninya bermain.


Hari ini adalah hari pertunangan sahabat Hana, Andin mengadakan acara pertunangan pada pukul 7 malam. Setelah pulang dari kantor, Hana bersiap siap karena akan datang ke acara pertunangan Andin. Hana menggunakan gaun berwarna peach yang sama dengan warna kebaya yang dikenakan Andin.


Hana memandang riasannya didepan cermin, saat dirasa sudah cukup ia segera berjalan keluar dari kamarnya dan menghampiri Jihan dan Ana diruang keluarga.


" Jihan Bunda pergi dulu ya sayang, Ana kalau aku pergi nanti pintunya jangan lupa dikunci. Jangan kemana mana, kalian dirumah saja ya"


" Iya Unda"


" Iya mbak"


Hana tersenyum kearah Jihan dan Ana, setelah itu barulah ia berjalan keluar dan memasuki taksi yang sudah dipesannya tadi.


40 menit kemudian barulah Hana sampai dirumah Andin. Hana sampai pada pukul 06.30 WIB, tapi sudah banyak tamu yang datang. Hana berjalan masuk dan disambut oleh Mama Andin.


Hana tersenyum dan menyalami tangan Mama Andin.


" Kamu sama siapa ke sini sayang?"


" Hana datang sendiri tante"

__ADS_1


" Yaudah, sekarang Hana duduk dulu acaranya setengah jam lagi baru dimulai"


" Andinnya mana tante?"


" Andin masih ada diatas, masih dirias udah dari tadi tapi belum selesai"


" Boleh Hana liat Andin tante"


" Boleh, Hana naik aja ke lantai dua, kamar Andin yang cat pintunya warna pink ya"


" Iya tante, kalau begitu Hana keatas dulu"


Mama Andin menganggukkan kepalanya, setelah itu Hana berjalan menaiki tangga dan mencari letak kamar Andin. Saat sudah sampai dilantai dua Hana menengok kearah kanan, dipojok terdapat pintu dengan cat warna pink, segera Hana berjalan kesana.


tok tok tok


" Tunggu ma, bentar lagi selesai" sahut Andin dari dalam.


Hana senyum mendengar jawaban Andin, Andin kira yang mengetuk pintunya adalah Mamanya.


" Jangan lama" kata Hana dibalik pintu


" Iya ma"


Segera Hana membuka pintu dan masuk kedalam.


" Masih lama nak?"


" Ini bentar lagi kok ma" Andin merasa aneh dengan suara mamanya, Andin yang penasaran langsung melihat dari arah cermin siapa orang itu.


" Yaampun Hana, kamu usil banget sih. Aku kirain kamu itu Mama loh, soalnya dari tadi Mama tuh ngetuk pintu terus"


Hana tertawa mendengar penuturan sahabatnya, lalu ia berjalan mendekat kearah Andin dan melihat wajahnya dari dekat.


" Masya Allah kamu cantik banget ndin, kamu cocok loh dapat predikat makhluk tuhan yang paling cantik"


" Ah kamu biasa aja Han" Andin memerah mendengar mengatakannya.


" Beneran ndin, kau cantik hari ini dan aku suka"


" Kayak judul lagu"


Setelah mengatakan itu Andin dan Hana sama sama tertawa,


" Jangan banyak goyang ne' nanti makeup nya jelek" kata nenek nenek perias Andin, eh maksudnya si mbak shemale.


" Iya ne' nih udah diem"


Hana berdiri disamping Andin sambil menahan tawa.


10 menit kemudian, Andin telah selesai didandani. Perias Andin sudah keluar dan tersisa Hana dan Andin didalam, Andin duduk dengan tegang diatas tempat tidurnya.


Hana yang melihat tingkah sahabatnya, berusaha menenangkannya.


" Santai aja ndin, tarik nafas yang dalam habis itu buang"


Andin mengikuti instruksi Hana, setelah melakukan beberapa kali barulah ia merasa agak tenang.


Tiba tiba Mama Andin membuka pintu dan berbicara kepada anaknya


" Andin sudah selesai kan, sekarang ayo kita kebawah, calon besan beserta keluarganya sudah sampai"


" Iya ma" Andin berdiri dan berjalan menuju Mamanya. Kami bertiga berjalan menuruni tangga, Hana disebelah kiri Andin dan Mamanya disebelah kanan Andin, warna baju kami bertiga juga sama, semua orang memandang kearah kami.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Happy reading guys nya😘

__ADS_1


Salam story from By_me


__ADS_2