
Hana telah sampai di perusahaan pada pukul 07.30 Wib. Hana berjalan menuju lift dan menekan angka 25. Saat sudah sampai di sana, ia menyimpan tasnya di meja dan berjalan menuju pantri berniat membuatkan Revan kopi.
Saat sudah sampai disana, ia membuat kopi dan mengaduk-aduknya. Dari arah belakang ada seseorang yang mengapa Hana. Ternyata ia adalah bu Ratmi OG yang bertugas di lantai 25.
" Pagi mbak Hana."
" Pagi juga, bu Ratmi." Hana membalasnya sambil tersenyum. Hana terkenal murah senyum ke semua OG dan OB, termasuk kepada bu Ratmi karena ia tak pernah membeda-bedakan semua orang. Berbeda dengan beberapa karyawan yang sok cantik dan sangat angkuh dan membedakan seseorang dari statusnya.
" Mbak Hana makin hari tambah cantik aja. Apa sih mbak rahasianya supaya bisa cantik kayak mbak Hana."
Hana menanggapinya dengan tersenyum.
" Ah, ibu bisa aja. Kalau muji suka berlebihan deh."
Ibu Ratmi tertawa mendengar penuturan Hana.
" Kalau gitu Hana permisi yah, bu. Mau antar ini dulu." Katanya menunjuk gelas di tangannya.
" Iya, silahkan mbak Hana."
Ibu Ratmi tersenyum dan terus memperhatikan Hana berlalu dari sana.
" Seandainya ibu punya anak cowok pasti udah tak jodohin sama mbak Hana." Bu Ratmi bergumam pelan sambil memperhatikan Hana.
Setelah mengatakan itu, bu Ratmi kembali melanjutkan pekerjaannya.
Hana membawa kopi menuju ruangan Revan. Ia membuka pintu dan berjalan menuju meja. Ia pun letakkan kopi di atas meja.
Tiba-tiba Revan mengatakan sesuatu.
" Aku tadi simpan kotak di meja kamu. Kamu harus pakai saat malam acara ulang tahun perusahaan. Bukanya nanti pas kamu sampai di rumah aja."
" Memangnya apa sih isinya?" Tanyanya penasaran.
" Sesuatu. Kamu harus ingat! bukanya nanti pas sampai di rumah."
" Iya, iya."
" Kalau begitu saya permisi pak Revan."
Revan menganggukkan kepalanya. Setelah itu, Hana berjalan keluar dan kembali ke meja nya.
Hana melihat kotak besar yang tadi di katakan Revan yang terletak di atas meja nya. Ia berniat membukanya namun ia urungkan karena mengingat kembali perkataan Revan yang menyuruhnya membuka kotak itu saat telah berada di rumah.
" Kira-kira apa yah, isinya." Hana bergumam di dalam hati dan masih menatap kotak merah besar itu.
pada pukul 08.30, Revan dan Hana keluar menuju ke daerah Jakarta Selatan untuk mengecek proyek yang di kerjakan oleh perusahaannya. Ia ingin mengecek sudah berapa persen penyelesaian proyek itu sekarang.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Saat sudah sampai di rumah. Hana membuka kotak merah besar itu di dalam kamarnya.
Saat ia membukanya, ia membelalakkan matanya melihat isinya.
Ternyata isinya adalah sebuah dress berwarna moka yang sangat cantik dengan motif batik di bagian pinggangnya yang sangat indah dan elegan. Ia mengangkatnya ke atas. Ternyata di bawah dress itu ada juga sepatu hak tinggi berwarna senada yang terlihat sangat cantik.
Hana mencoba memakai dress dan sepatu itu lalu melihat pantulan dirinya di balik cermin.
" Cantiknya." Ia memuji pantulan dirinya sendiri di balik cermin.
Setelah mencobanya, Hana duduk di atas kasur dan mengambil ponselnya di dalam tas.
To Mas Revan: "Terima kasih sama hadiahnya. Hadiahnya sangat cantik."
Tak lama kemudian pesannya di baca oleh Revan.
Ting. Masuk notifikasi balasan dari Revan.
From Revan:" Sama-sama. Kamu pakai itu saat acara ulang tahun perusahaan yah. Besok malam aku yang bakalan jemput kamu. Kita berangkat bareng ke sana."
To Revan:" ok, siap."
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
__ADS_1
Tibalah malam di mana acara ulang tahun perusahaan di adakan. Hana telah selesai dengan urusan pakaian dan dandan. Ibu, Ana dan Jihan terkagum melihat penampilan Hana malam itu yang terlihat sangat cantik.
Suara klakson mobil membuyarkan pembicaraan mereka. Hana pamit kepada semua dan berjalan keluar menuju mobil Revan.
Revan menyandarkan punggungnya di mobil dan seketika langsung berdiri tegak saat melihat Hana berjalan ke arahnya.
Revan terpana melihat penampilan Hana yang tidak seperti biasanya. Kecantikannya malam itu berkali-kali lipat. Tak salah ia memilihkan dress itu untuk Hana kenakan.
Hana juga memperhatikan penampilan Revan yang memakai setelan jas berwarna moka sama seperti warna bajunya. Hana memandang Revan dan juga melihat dress yang ia kenakan. Tiba-tiba Revan membukakan Hana pintu dan mempersilahkan Hana untuk masuk.
Selama perjalanan Revan selalu memasang senyum dan sesekali melirik ke arah Hana. 20 menit kemudian mereka telah sampai di depan hotel tempat diadakannya acara.
Hana dan Revan berjalan beriringan memasuki tempat diadakannya acara. Semua mata tampak memandang ke arah mereka. Hana menundukkan kepalanya karena malu di perhatikan oleh hampir semua pasang mata.
Hana memelankan jalannya agar Revan bisa jalan duluan. Namun Revan menghentikan langkahnya dan menyuruh Hana agar jalan di sampingnya. Hana akhirnya mengiyakan perkataan Revan.
Revan dan Hana duduk di meja paling depan. Hana sebenarnya menolak dan ingin duduk bersama dengan sahabatnya, Andin. Tapi lagi-lagi Revan memaksa Hana agar duduk di sampingnya.
Malam itu banyak sekali orang yang menghadiri acara itu. Para karyawan, klien, rekan bisnis dan beberapa investor yang menyempatkan diri untuk menghadiri acara itu.
Acara pun di mulai. Mc membuka acara dan tibalah saat di mana bagian Revan memberikan sambutan.
"Selamat malam semuanya. Saya selaku direktur dari perusahaan Bramana Corp mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang telah hadir malam ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada para investor yang telah percaya dan menanamkan modal di perusahaan serta kepada klien dan para rekan bisnis."
Revan menjeda kalimatnya. Riuh tepuk tangan mengisi saat itu.
" Tak lupa pula kepada rekan-rekan karyawan yang telah setia mengabdi di perusahaan sehingga perusahaan dapat berada di posisi ini dan dapat di perhitungkan di kancah bisnis. Perusahaan telah berdiri selama 40 tahun lamanya dan berkat kerja keras dari kalian semua sehingga perusahaan bisa berada di posisi sekarang ini. Semoga ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi. "
" Dan kepada Keluarga saya tercinta dan wanita spesial yang telah bertahta di hati saya yang sangat saya cintai, berkat kalian saya bisa mengemban tugas ini dengan baik. Kalian adalah penyemangat saya. Saya bangga mempunyai kalian."
Semua orang bertepuk tangan, ada juga yang bersorak dan bersiul mendengar penuturan Revan. Mereka bertanya kira-kira siapa wanita spesial yang dimaksud oleh Revan.
"Mungkin segitu saja sedikit sambutan dari saya. selamat menikmati acara malam ini. Selamat malam."
Setelah itu Revan turun dari atas dan menuju ke arah Hana.
acara demi acara telah di lewati. Hana dan Revan menyantap makanan yang telah di sediakan di atas meja.
Saat telah selesai dengan menyantap makanan. Tibalah acara hiburan. Beberapa artis ternama Ibukota mengisi acara dengan bernyanyi lagu hits mereka. Ada Raisa dan Band Noah yang diundang untuk mengisi acara. Saat mereka telah selesai bernyanyi, tibalah saat yang para karyawan tunggu-tunggu yaitu penampilan dari direktur tampan mereka.
Revan berjalan dengan gagahnya ke atas panggung. Riuh sorak sorai teriakan dari para fans Revan saat Revan berada di atas panggung.
" Selamat malam semuanya. Lagu ini saya persembahkan untuk seseorang yang sangat spesial di hati saya. Lagu ini saya tujukan untuk dia dan lagu ini mewakili isi hati saya saat ini."
Mereka kembali berteriak mendengarkan kata-kata manis dari direktur mereka.
Musik pun mengalun. Revan menyanyikan lagu dari Badai romantic project ( Melamarmu)
(Supaya Feelnya dapat, alangkah baiknya lagu ini readers ikut nyanyikan.)
Di ujung cerita ini
Di ujung kegelisahanmu
Kupandang tajam bola matamu
Cantik dengarkanlah aku
Aku tak setampan Don Juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini ku tak ragu
Ku sungguh memintamu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
__ADS_1
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Kuingin melamarmu
Aku tak setampan Don Juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini ku tak ragu
Ku sungguh memintamu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Kuingin melamarmu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Oh, satu yang kumau
Ku ingin melamarmu...
Semua orang bertepuk tangan melihat penampilan Revan. Ada juga yang berteriak kegirangan dan yang lebih parah adalah ada yang mimisan😂.
Revan berjalan menuruni panggung. Semua mata memandang ke arah Revan. Para wanita terkagum-kagum melihat penampilan Revan malam ini. Sudah dipastikan, direktur mereka adalah paket komplit.
Revan terus berjalan dan berhenti tepat di depan Hana. Semua orang melihat kira-kira apa yang akan di lakukan oleh Revan. Revan memasukkan tangannya ke dalam kantong celananya dan mengeluarkan kotak merah kecil dari sana.
Revan langsung bersimpuh di depan Hana. Hana menutup mulutnya tidak percaya dengan yang di lakukan oleh Revan, begitu juga dengan semua orang yang ada disana.
Revan membuka kotak kecil itu di depan Hana.
" Hana Almeera anak dari almarhum Bapak Agung Suryo dan Ibu Putri Larasati. Saya, Revandra Bramana malam ini di hadapan semua orang yang hadir disini, ingin meminangmu menjadi Istriku dan menjadikanmu Ibu dari Anak-anakku kelak. Aku ingin saat membuka mata, orang pertama yang aku lihat di sampingku itu adalah kamu. Maukah kamu menerima lamaran dari seorang Revandra Bramana, Farhana Almeera?"
Hana yang mendengarnya menutup mulutnya dan air matanya seketika menetes. Ia tak menyangka bahwa Revan akan melamarnya di depan semua orang saat ini. Ia memejamkan matanya sesaat. Air matanya masih menetes di sana. Hana mencoba menarik nafas panjang dan menghembuskannya.
" Revandra Bramana, aku..."
Revan harap-harap cemas mendengar Hana
Semua orang juga tampak melongo dan berdiri dari tempat duduk mereka ingin mendengar jawaban dari Hana
" Aku... terima lamaranmu."
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Happy reading guys nya.
Jangan lupa di like, komen dan vote juga yah, yah, yah😟😗
Salam story from By_me...
__ADS_1