
Hari ini adalah hari terakhir Hana di rumah Ibu Suri, malam sebelum hari itu, Hana berbincang bincang dengan Ibu didepan Tv.
" Bu, besok Hana mau balik lagi ke Jakarta"
Mendendengarkan penuturan Hana membuat Ibu Suri menjadi tidak semangat, setelah Hana dan yang lainnya pulang pasti rumah akan kembali sepi.
Hana yang melihat Ibunya menunjukkan ekspresi seperti itu menjadi merasa bersalah, pasti Ibunya akan kesepian lagi setelah kepergian mereka.
Hana menggenggam tangan Ibunya dan mengelus elus punggung tangannya.
" Bagaimana kalau Ibu ikut sama Hana ke Jakarta, Kita ke Jakarta dan disana Ibu nanti bisa bertemu dengan mas Arlan, Ibu mau yah ikut sama Hana?"
Ibu menundukkan kepalanya, tampak berfikir sejenak. Setelah beberapa saat, Ibu kembali mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah Hana.
" Ibu mau nak, tapi..."
" Tapi kenapa Bu?"
" Ibu tidak mau bertemu dengan anak nakal itu, dia sudah membuat nak Hana dan cucu Ibu menderita"
" Bu dengerin Hana dulu, masalah Hana dan Mas Arlan sudah selesai Bu. Jihan juga sudah menerima Ayahnya kembali, Hana sudah ikhlas dengan semua ini, tapi jangan sampai hanya karena masalah ini membuat Ibu membenci anak Ibu sendiri"
" Biarkan saja nak, Ibu gedeg sama anak nakal itu, dan juga kalau memang dia masih sayang sama Ibu kenapa sampai sekarang dia tidak mendatangi Ibu. Biarkan saja dia dengan hidupnya sendiri, Ibu sudah lepas tangan sama anak nakal itu"
" Jangan bicara seperti itu Bu, Mas Arlan sekarang hanya punya Ibu. Kalau sampai Ibu mau lepas tangan dengan Mas Arlan, kira kira siapa lagi yang akan peduli dengan dia. Hana yakin, didalam lubuk hati Ibu yang terdalam Ibu sangat merindukan Mas Arlan. Tidak ada Ibu didunia ini yang membenci anaknya begitu dalam, walaupun kesalahannya sangat fatal. "
Ibu tampak terdiam mendengarkan penuturan Hana.
" Hanya keadaan yang membuat semuanya jadi rumit seperti ini Bu, dan Hana yakin Mas Arlan juga sebenarnya sangat merindukan Ibu. Hana akan merasa sangat bersalah kalau sampai karena masalah ini, membuat hubungan Ibu dan Mas Arlan menjadi renggang, Hana harap Ibu mau yah memaafkan Mas Arlan"
Ibu memandang Hana dengan pandangan yang sulit dibaca, setelah itu ia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Hana seketika tersenyum melihat Ibu, biar bagaimanapun kelakuan Arlan, dia tak bisa membiarkan hubungan Ibu dan anak menjadi renggang hanya karena masalah ini.
__ADS_1
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Keesokan harinya pada pukul 10 pagi, Hana dan yang lainnya siap siap untuk kembali ke Jakarta. Mereka menuju Bandara menggunakan mobil sewaan tetangga Ibu Suri. Satu setengah jam kemudian akhirnya mereka sampai di Bandara.
Mereka berjalan masuk dan Hana langsung melakukan check in, setelah telah selesai Hana berjalan kearah Jihan, Ana dan Ibu Suri. Tiba tiba ponselnya masuk notifikasi pesan, Hana mengecek dari siapa ternyata dari Revan.
*From Revan: " Assalamualaikum Hana, maafin aku yah soalnya nanti aku tidak bisa menjemputmu di Bandara karena ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal, kalau kamu sudah sampai langsung hubungi aku*"
Hana menghela nafas membaca pesan dari Revan, entah mengapa ia merasa kecewa karena tidak dijemput oleh Revan. Hana segera membalas pesan dari Revan.
To Mas Revan:" Waalaikumsalam, Iya nggak apa apa Mas, aku ngerti kok, aku nanti pulang naik taksi aja"
Setelah melakukan itu, Hana menonaktifkan ponselnya dan memasukkannya kedalam tasnya.
Satu setengah jam kemudian, akhirnya mereka telah sampai di Jakarta. Mereka menaiki taksi untuk kembali ke rumah.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Keesokan harinya Hana kembali bekerja di perusahaan Revan, Hana berjalan masuk menuju ruangan Revan namun ternyata ruangannya kosong.
Hana berbalik badan dan kembali ke mejanya untuk mengerjakan pekerjaannya, Hana menunggu Revan tapi sudah sejam lebih Revan belum juga menampakkan batang hidungnya. Hana berinisiatif untuk mengirimi Revan pesan, siapa tahu Revan ada kendala di jalanan sehingga ia terlambat.
To Mas Revan: "Mas Revan ada dimana, kenapa sampai sekarang belum sampai "
Hana mengerucutkan bibirnya melihat ternyata centang satu Revan sedang tidak aktif, setelah itu Hana kembali mengerjakan pekerjaannya.
Pada pukul 3 sore, pintu lift terbuka dan menampakkan Revan didalamnya bersama seorang wanita cantik disampingnya. Hana memandangi Revan, namun Revan hanya melirik sekilas setelah itu kembali berjalan menuju ruangannya.
Sedangkan wanita dibelakangnya memandang Hana dengan pandangan mengejek dan kembali mengikuti Revan masuk menuju ruangan.
Hana menghentikan pekerjaannya dan kembali memikirkan perubahan sikap Revan, dan juga siapa wanita cantik tadi. Jangan bilang kalau wanita itu adalah wanita yang diceritakan oleh dua orang karyawan wanita saat di toilet.
Entah mengapa perasaan Hana jadi tidak menentu, ia tidak tahu mengapa sikapnya jadi seperti ini, Jangan bilang kalau ia cemburu?. Hana menggelengkan kepalanya mengusir pikiran pikiran itu.
__ADS_1
Hana bangkit dari duduknya dan berjalan kearah ruangan Revan, Hana membuka pintu dan yang ia lihat adalah Revan sedang duduk di sofa bersama wanita tadi. Wanita itu tampak sangat seksi dan duduk sengaja merapatkan dirinya dengan Revan.
Hana jadi kesal melihat wanita itu, ia berjalan masuk dan berdiri disamping Revan. Revan menghentikan kegiatannya dan menatap kearah Hana
" Kamu sudah sampai ternyata, saya kira kamu belum sampai makanya Farah masih saya tugaskan untuk menjadi sekertaris saya"
Oh ternyata dia adalah sekertaris pengganti itu, aku kira dia wanita yang sempat dijodohkan dengan Mas Revan" Hana bergumam didalam Hati
" Iya Pak, maafkan saya karena tadi telat datang"
" Tidak apa apa saya mengerti, kamu pasti masih capek habis perjalanan jauh"
Setelah mengatakan itu, Revan kembali melihat kearah Farah.
" Jadi Farah, hari ini adalah hari terakhir kamu menjadi sekertaris saya karena berhubung sekertaris saya yang lama sudah kembali dari cutinya, jadi besok kamu sudah bisa kembali ke divisimu yang semula"
Farah menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Baik pak, saya mengucapkan banyak terima kasih karena sudah mau mengajari saya banyak hal selama menjadi sekertaris Bapak, dan jangan sungkan memanggil saya lagi kalau Bapak masih butuh bantuan" Farah berkata sambil terus memandang dengan tatapan menggoda kearah Revan.
Revan membalas senyum Farah, Hana dibuat kesal melihat sikap Revan yang seperti itu.
" Iya, kalau begitu hari ini anda sudah bisa pulang karena Hana sudah ada dan sudah tidak ada lagi pekerjaan yang mau dikerjakan"
" Kalau begitu saya permisi Pak Revan" katanya sambil berdiri dan sejenak memandang kearah Hana dengan pandangan seperti memusuhi dan tidak suka dengan kehadiran Hana.
Hana hanya menatap dengan pandangan tidak kalah menakutkan dibanding perempuan itu.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Happy reading guys nya😘
Jangan lupa like dan vote nya guys
__ADS_1
Salam story from By_me