Hati yang Patah

Hati yang Patah
marah


__ADS_3

Orang suruhan Arlan telah mendapatkan semua informasi mengenai Hana dan Revan. segera mereka mengirimkan pesan email kepada arlan tentang apa yang telah mereka temukan, termasuk foto makan malam Hana dan Revan.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Orang suruhan Arlan telah mendapatkan semua bukti dan informasi yang selama ini dicari. mereka masih berada didalam restoran memantau dari jarak jauh, apa yang dilakukan oleh Hana dan Revan.


Hana yang duduknya berada dibagian depan Revan, merasa seperti orang yang ada di meja pojok dari tadi memperhatikannya. Hana akhirnya mengangkat wajahnya untuk melihat orang itu, namun saat ia melihat dua orang di meja pojok, mereka seketika mengalihkan pandangannya ke lain arah.


" tuh orang aneh banget" hana bergumam pelan namun masih bisa didengar oleh Revan.


" apaan yang aneh?"


" itu dua orang yang ada di meja pojok mas,


aku kok ngerasa mereka kayaknya merhatiin kita terus ya mas, udah dari tadi"


" yang mana?"


" itu mas dua orang yang ada di pojok, yang pake baju hitam semua"


Revan segera melihat dua orang yang dimaksud oleh Hana. Revan merasa memang ada yang tidak beres dengan dua orang yang dimaksud Hana, karena dia sudah dari tadi disana namun sampe sekarang belum juga memesan makanan.


" ada yang nggak beres ini, jangan sampai mereka orang suruhan Arlan" revan bergumam dalam hati.


namun tak lama setelah itu revan segera berkata


" perasaan kamu aja kali"


" iya kali yah, perasaan aku aja" hana tertawa pelan karena ia merasa telah berburuk sangka kepada orang lain.


" om levan jihan udah kenyang. es cleam nya enak banget"


Jihan berkata sambil menunjukkan dua ibu jarinya.


Revan seketika tersenyum melihat tingkah Jihan dan juga karena banyak bekas es cream disekitar mulutnya.


Revan segera mengambil tissue dan mengelap bekas es cream disekitar mulut jihan.


" ya ampun anaknya siapa si nih, kok makan belepotan kayak gini" revan berkata sambil memandang ke arah Hana, bermaksud ingin menyindir Jana.


Hana yang disindir oleh revan seketika itu memonyongkan bibirnya dan mendengus kesal. ia tau maksud Revan berkata seperti itu, karena sewaktu di restoran hana juga makan belepotan.


namun dengan polosnya jihan menjawab


" anaknya bunda hana om levan"


puftttt hahahaa..


Revan langsung tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Jihan. revan merasa puas telah membuat hana jadi kesal.

__ADS_1


karena tawanya yang terlalu keras membuat seisi restoran menatap kearah meja mereka. Hana langsung menunduk malu dan menatap tajam kearah Revan.


" mas..mas Revan diam dong, nggak malu apa diliatin semua orang" Hana berkata seperti orang berbisik.


Hana jengah melihat tingkah Revan yang masih tertawa keras. kesabaran Hana sudah habis karena ia merasa sangat malu diposisi saat ini, segera hana mencubit lengan revan dengan keras. akhirnya usahanya berhasil, Revan kembali sadar.


" aduhhh Hana sakit banget" revan mengelus elus bekas cubitan hana dilengannya.


" kamu nyubit kayak pake sumpit kepiting tau nggak"


" biarin, mas bikin malu tau nggak, mas ketawa nya keras banget sampe sampe semua orang tuh ngeliatin kita"


" yaampun maaf kali, aku tuh ketawa karena senang tadi"


Revan berkata sambil senyum senyum


"ishh ni orang dasar yah, nyebelin banget"


" biarpun nyebelin tapi kan orangnya ganteng"


revan berkata sambil menaik turunkan alisnya, hana jadi semakin kesal dibuatnya.


" jihan sayang, udah selesai kan makannya. mending sekarang kita pulang yah"


" ok unda, lets go"


Revan segera memanggil pelayan untuk membayar tagihan makan mereka


" makasih pak" kata pelayan


Revan segera berjalan mengikuti Hana dan Jihan yang sudah jalan duluan. sesampainya diparkiran, Jihan dan Hana segera masuk dan diikuti oleh Revan yang duduk dikursi pengemudi.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang untuk kembali ke rumah.


Orang suruhan Arlan pun keluar dari restoran dan langsung menuju ke mobil mereka. sesampainya didalam mobil, salah satu orang suruhan arlan segera menghubungi bosnya.


" halo bos"


" hmm.. apa kalian sudah mendapatkan yang saya minta?"


" siap sudah bos, semua informasinya juga sudah saya kirimkan ke email anda bos"


" bagus, nanti saya cek. besok baru saya kirimkan upah kalian"


" siap bos"


Arlan segera menutup telephone. posisi Arlan saat ini, ia masih berada di kantornya karena menyelesaikan beberapa laporan yang menumpuk.


Segera arlan membuka kiriman email dari orang suruhannya. ia membacanya dari atas sampai bawah, ia sangat marah membaca laporan dari orang suruhannya mengenai istrinya dan juga informasi mengenai Revan.

__ADS_1


Amarahnya semakin bertambah saat ia menemukan bukti foto istri dan anaknya yang sedang makan malam bersama Revan.


" sial, ternyata selama ini kau ada main dibelakang dengan bos mu Hana, kau juga membawa anak kita bersama dia. arggggghhhh"


Revan melempar vas bunganya yang terletak diatas meja kerjanya. amarah arlan sangat meletup letup sampai sampai urat urat di sekitar wajah dan lehernya kelihatan.


Segera Arlan berdiri dan menyambar jas nya yang digantungan dan berlalu pergi.


Suasana kantor saat itu sangat sepi, karena semua karyawan sudah pulang semua.


Arlan segera masuk kedalam mobilnya dan melajukannya dengan kencang. ia pergi menuju ke club malam yang terletak di kota itu.


Arlan berjalan memasuki club malam dan langsung duduk di meja VIP, tak lama setelah itu datanglah seorang pelayan.


Arlan memesan beberapa botol minuman keras, karena ia merasa sangat frustasi. fikirnya, mungkin dengan minuman keras dapat menghilangkan sedikit stressnya.


5 menit kemudian pesanannya pun datang. arlan seperti orang kesurupan meminum minuman keras itu.


Banyak sekali para wanita seksi yang menatap kearah Arlan dengan tatapan nafsu. akhirnya tidak lama setelah itu, datanglah dua orang wanita yang berpakaian minim duduk disamping kiri dan kanan Arlan.


Mereka meraba raba badan Arlan, namun Arlan segera menepis tangan wanita itu.


" siapa yang menyuruh kalian kesini? huh"


" ayolah ganteng, malam ini kami akan menemani anda"


Mereka kembali ingin meraba raba Arlan, namun segera Arlan menyuruh mereka pergi.


" pergi kalian dari sini sebelum kalian menyesal"


arlan berkata dengan nada pelan, namun menyiratkan ketegasan. mata tajam arlan segera menatap kedua orang wanita itu.


Dua orang wanita itu bergidik ngeri mendengar ancaman arlan dan juga tatapannya yang sungguh menakutkan. segera mereka berlalu dari hadapan Arlan.


Arlan kembali meneguk minumannya sampai habis. sudah beberapa botol minuman keras yang arlan habiskan, sampai sampai membuatnya mabuk.


Arlan terus berbicara ngelantur akibat dari minuman keras. dengan setengah sadar arlan segera menelephone sekertarisnya untuk menjemputnya di club malam x.


15 menit kemudian sekertaris Arlan akhirnya datang. ia pun memapah sambil berjalan bosnya yang sudah mabuk. sepanjang perjalanan Arlan terus meneriakkan nama hana


30 menit kemudian mobil Arlan pun sampai dihalaman rumahnya. Indah yang kala itu sudah tertidur, terbangun karena suara ketukan dipintunya.


ia bangun dan melihat jak di dinding, ternyata jam 2 subuh. Indah bergumam


"siapa yang bertamu dijam segini"


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


happy reading guys nya😘

__ADS_1


salam story from by_me


__ADS_2