
Pada pukul 2 siang, Hana membawa beberapa berkas penting yang akan ditanda tangani oleh Revan. Hana mengetuk pintu didepannya lalu berjalan masuk kedalam membawa berkasnya.
" Permisi pak, ini ada beberapa berkas yang perlu bapak tanda tangani"
" Letakkan saja dimeja, nanti saya akan tanda tangani"
Hana menganggukkan kepalanya, setelah itu ia letakkan berkas berkas itu dimeja Revan.
" Kalau begitu saya permisi pak"
Revan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, setelah itu Hana berbalik dan kembali ke mejanya untuk mengerjakan beberapa file.
Saat Hana sudah keluar, tiba tiba ponsel Revan berdering, saat ia lihat ternyata dari mang Urip, segera Revan mengangkatnya.
" Halo den"
" Halo bagaimana mang?"
" Beres den, keponakan saya yang saya ceritakan itu sudah berada di Jakarta den"
" Kalau begitu langsung saja mang bawa ponakan mamang kesana"
" Baik den, akan saya lakukan"
" Bagus, terima kasih sebelumnya mang"
" Sama sama den"
Setelah mengucapkan salam, mang Urip menutup telponnya. Revan menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya dan kembali memikirkan tentang rencananya, semoga saja Hana kali ini mau menerima bantuan darinya.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Hana meregangkan otot ototnya setelah selesai dengan pekerjaannya, Hana melihat jam yang melingkar ditangannya sudah menunjukkan pukul 3.40 WIB. Hana membereskan beberapa berkas diatas mejanya dan setelah itu ia berjalan menuju toilet.
Saat sudah berada didalam toilet, Hana mendengar suara karyawan wanita yang membicarakan tentang Revan.
" Pak Revan tuh sudah cool, tampan, mapan lagi. Yang jadi istrinya nanti pasti bakalan bahagia lahir dan batin" kata karyawan cewek dengan semangatnya.
" Tapi lo tau kan pak Revan itu susah didekati, dulu aja nih pak Revan sempat dijodohkan sama anak dari rekan bisnis Papa nya, ceweknya cantik banget dan berpendidikan pula, tapi pak Revan menolak. Cewek itu tidak mau menyerah, dia bilang bakalan datang lagi. Udah ah, cewek kayak dia saja ditolak apalagi kayak kita, hanya karyawan biasa"
" Tapi aku tidak mau menyerah mendekati pak Revan, siapa tahu pak Revan itu jodohku. Kayak di novel romansa, CEO jatuh cinta sama karyawannya" sambil terkekeh wanita itu membayangkan.
" Itu kan cerita novel, fiksi, kalau mau mimpi tinggi kayak gitu mending tidur dulu sana"
Cewek itu terdengar terkekeh, lalu setelahnya ia kembali bertanya kepada temannya.
__ADS_1
" Eh tapi cewek yang dulu dijodohkan sama pak Revan, ada yang tahu orangnya kayak gimana?"
" Fans club nya pak Revan tahu semua, malahan fotonya cewek itu pernah diposting ke grup chat"
" Masa sih? memangnya fans nya pak Revan dapat fotonya dari mana?"
Cewek yang satu berdecak sebal melihat tingkah temannya yang sangat penasaran dengan bosnya.
" Dapatnya dari gue, gue yang foto cewek itu. Cewek itu pernah beberapa kali datang ke kantor dan ingin bertemu dengan pak Revan, tapi pak Revan selalu menolak"
Cewek tadi tampak menganga mendengar jawaban temannya.
" Jadi maksud lo, lo yang sebarin foto itu ke grup chat. Berarti selama ini lo itu"
" Dari tadi gue bilang apa LOLA, gue yang fotoin tu cewek, udah ah gue malas ngomong sama lo"
Setelah mengatakan itu ia berlalu dari sana dan meninggalkan temannya di toilet.
" Woy tunggu"
Saat dua wanita tadi sudah pergi, barulah Hana keluar dari toilet. Ia membasuh wajahnya dan memperbaiki hijabnya, setelah itu ia berlalu dari sana.
Dari jauh Hana sudah melihat Revan yang duduk di kursinya, segera Hana menghampiri Revan.
" Kamu dari mana saja, aku dari tadi tunggu kamu disini"
" Yaudah sekarang kita pulang"
" Ayo" Hana mengambil tasnya yang ia letakkan di meja dan berjalan bersama Revan memasuki lift.
Saat sudah sampai di dalam mobil, Revan melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Entah mengapa, Hana kembali memikirkan apa yang dikatakan karyawan wanita tadi.
Revan melirik kearah Hana yang lebih banyak melamun, tidak seperti biasanya ia selalu bercerita.
" Hana"
Revan melirik Hana yang tidak menyahut sama sekali. Revan punya ide untuk menyadarkan Hana, ia melirik kearah kaca spion setelah melakukan itu ia mengerem mendadak kendaraannya. Hal itu sontak membuat Hana kaget.
" Mas Revan ya Allah, kenapa ngerem mendadak, untung tidak ada kendaraan lain. kalau nggak kita tinggal nama mas "
Revan terkekeh melihat ekspresi Hana, Revan memang sengaja ingin mengusili Hana. Setelah itu Revan kembali melajukan kendaraannya.
" Maaf aku sengaja"
" Sengaja, kalau tadi kita kenapa napa dijalan siapa yang bakalan susah"
__ADS_1
" Kamu sih, diajak bicara tapi malah ngelamun. Kamu memang lagi mikirin apa sih, lagi mikirin aku yah?" Revan memandang Hana sambil menaik turunkan alisnya.
" ihhh pede" Hana berusaha menyangkal, padahal memang ia sedang memikirkan Revan. Ia memikirkan perkataan karyawan tadi, apakah memang wanita itu akan datang lagi?. Fikiran itu terus memenuhi kepala Hana.
" Kira kira siapa wanita itu?" Hana bergumam dalam hati"
Namun setelah itu Hana menggelengkan kepalanya berusaha menghilangkan fikiran itu.
" Kenapa juga aku mikirin itu, kamu tidak punya hak buat urusin urusan orang Hana" Hana bergumam dalam hati.
Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di kediaman Papa Surya, Hana tak tinggal lama di kediaman Papa Surya karena hari juga sudah malam. Setelah itu ia menjemput anaknya dan diantar oleh Revan kembali ke rumahnya.
Setelah memakan waktu selama 20 menit, akhirnya mobik Revan telah sampai didepan gerbang rumah Hana.
" Makasih mas sudah antar Hana, lagi lagi Hana ngerepotin mas Revan"
" Aku nggak repot sama sekali Hana, malahan kalau kamu suruh aku antar tiap hari juga aku nggak masalah"
" Memangnya mas Revan nggak capek kalau seandainya aku suruh tiap hari"
" Kalau untuk kamu, aku nggak bakalan capek"
" Ye ngegombal lagi"
" Aku nggak gombal, aku serius"
" Udah ah, aku capek mau tidur. Maksih ya mas, assalamualaikum" Hana bersama anaknya turun dari mobil.
" Waalaikumsalam, aku serius Hana, aku selalu serius" setelah dilihatnya Hana sudah masuk kedalam, Revan pun melajukan kendaraannya menuju apartemennya yang berada dekat dengan perumahan Hana.
Hana membuka pintunya dan berjalan masuk kedalam, saat sudah didalam ia dibuat kaget melihat sosok wanita berbaju putih dan rambut panjang sedang membelakanginya didapur.
Sosok berbaju putih itu berdiri mematung didepan kulkasnya, jantung Hana sudah berdeguk kencang. Ia merapalkan ayat suci pengusir hantu, namun sosok itu tak pergi pergi juga.
Ini pengalaman pertama dihidup Hana, bertemu sosok hantu. Tiba tiba sosok itu berbalik badan dan...
aaargggghhh.....
Hana, Jihan dan sosok wanita itu sontak sama sama berteriak saat mereka saling memandang.
Kira kira siapa sosok wanita berbaju putih dan berambut panjang itu...
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Happy reading guys nya😘
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan rate. Kalau berkenan berikan juga vote nya😁
Salam story from By_me