Hati yang Patah

Hati yang Patah
hilang


__ADS_3

revan mondar mandir dihalaman rumahnya, karena sampai sekarang hana belum juga sampai rumah.


revan sudah mencoba beberapa kali menghubungi hana, namun tak pernah diangkat olehnya. tidak biasanya hana seperti ini, biasanya hana pasti akan mengangkat kalau dihubungi.


revan mengingat ingat dengan siapa hana tadi sore pergi, dan revan baru ingat ternyata tadi sore hana pamit pergi bersama andin. karyawannya yang bertugas didivisi keuangan, sekaligus sahabat hana dikantor.


revan segera menghubungi karyawannya untuk meminta nomor handphone andin, karena ia tak mempunyainya.


setelah menunggu beberapa menit barulah ia mendapatkan kiriman nomor handphone andin.


segera revan menghubunginya.


lama revan menunggu panggilannya agar diangkat oleh andin, setelah beberapa kali mencoba akhirnya diangkat juga. segera revan berbicara.


" halo andin kamu masih sama hana?"


" halo, ini siapa ya?"


" saya revan"


andin mengingat ingat, revan siapa? lama ia terdiam, andin langsung kelabakan mengetahui kalau bos nya sedang menelphone nya sekarang.


" ti..tidak pak, saya tidak sama hana. hana sudah pulang sejak tadi pak"


" sampai sekarang hana belum sampai dirumah, ini sudah jam berapa andin"


revan sangat kesal mendengar jawaban andin, dia sudah sampai sedangkan hana belum juga nampak batang hidungnya. sedangkan sekarang sudah pukul 22 malam dan hana belum sampai di rumah.


" maafkan saya pak, tadi kami berpisah di depan mall. hana tadi bilang, bakalan pulang naik taxy"


" yasudah, terima kasih infonya"


" iya pak sama sam.."


andin belum menyelesaikan ucapannya, sudah dimatikan oleh bosnya.


revan langsung mematikan sambungan telephone dengan andin. dia sekarang mondar mandir dihalaman depan rumahnya.


" ya ampun hana kamu kemana, ini sudah malam dan kamu belum sampai rumah" revan bergumam pelan.


revan kembali mencoba menelephone ke nomer hana, namun lagi lagi panggilannya tak diangkat. revan yang sangat khawatir, segera berjalan dengan langkah cepat kedalam rumahnya.


revan mau berjalan menuju ke arah kamarnya, namun ia dihentikan oleh mama dan papanya yang juga penasaran dimana hana sekarang.


" revan, gimana sama hana. kamu udah dapatin kabar dia dimana?" papa bertanya


" belum pa, udah berkali kali revan coba menghubunginya. nomernya aktif, tapi nggak diangkat angkat. aku juga udah tanya sama temannya, yang tadi sore pergi sama dia. tapi dia bilang hana udah pulang dari tadi"


" ya ampun ini sudah malam revan, mama takut hana kenapa napa di jalan"


" huss, hana pasti baik baik aja. mungkin dia sekarang udah diperjalanan" tutur papa


jihan tiba tiba menangis karena bundanya sampai sekarang belum sampai rumah.

__ADS_1


" cup cup cup sayang, jangan nangis yah"


mama berusaha menenangkan jihan. namun jihan malah tambah nangis.


" huhuhuhu.. unda kemana kek, nek. campai cekarang unda belum pulang..huhuhu"


" bunda pasti udah dijalan kok sayang, jihan tunggu aja yah. bundanya jihan pasti udah mau sampai"


mama membawa jihan dipangkuannya dan berusaha menenangkannya, mama jadi tambah khawatir karena jihan yang tiba tiba sangat rewel.


revan yang melihat jihan yang menangis sesenggukan, segera mengambil jihan dipangkuan mamanya dan menggendongnya.


revan menggendong jihan dan mengelus elus rambutnya.


" cup cup cup, tenang ya sayang. bunda pasti udah dijalan. sekarang jihan udah dong nangisnya, nanti bundanya jihan lihat dia juga jadi ikutan sedih"


setelah mengatakan itu, jihan segera berhenti menangis dan mengeratkan pelukannya dileher revan. tangis jihan sudah reda tapi masih sesenggukan digendongan revan.


revan terus mengelus elus rambut jihan, lama ia melakukan itu hingga terdengar nafas jihan yang teratur. pertanda dia sudah tidur digendongan revan.


segera revan berjalan menaiki tangga dan membawa jihan kedalam kamarnya. setelah itu revan menyelimuti jihan dan mengecup keningnya.


setelah itu revan segera berjalan menuju kearah kamarnya, untuk mengambil jaket dan kunci mobil. setelah mendapatkannya revan berjalan menuju ruang keluarga untuk pamit kepada mama dan papanya.


" ma, pa, revan pamit mau cari hana"


revan mencium tangan mama dan papanya


revan segera berjalan menuju ke halaman rumahnya dimana mobilnya terparkir. segera ia masuk dan menyalakan mesin mobilnya, setelah itu perlahan mobil revan pun berjalan.


ditengah jalan, revan baru ingat kalau ia tak tahu hana tadi kemana. segera revan menghubungi kembali andin.


" halo pak"


" halo, kamu tadi sama hana ke mall mana?"


" tadi saya sama hana ke mall s pak"


" ok makasih"


" iya pak"


segera ia mematikan sambungan telephone nya.


revan melajukan kendaraannya ke mall yang dimasud oleh andin, bermaksud ingin mencari hana disana. sepanjang perjalanan revan melihat disekeliling.


setelah beberapa menit akhirnya revan pun sampai ditempat tujuan. namun revan tidak melihat kehadiran hana dimanapun. revan menyusuri jalanan disekitar mall dan memperhatikan para pejalan kaki di trotoar, namun hasilnya nihil.


revan memberhentikan mobilnya di pinggir dan segera menghubungi papanya.


" halo pa, hana udah sampai rumah?"


" belum revan, sampai sekarang hana belum pulang. mending kamu hubungi orang suruhan kamu, untuk melacak dimana keberadaan hana sekarang"

__ADS_1


" ya ampun, aku lupa pa. yaudah aku hubungi mereka dulu"


" iya nak"


" aku tutup dulu pa, assalamualaikum"


" waalaikumsalam"


revan tidak habis fikir, kenapa tidak dari tadi saja dia menghubungi orang suruhannya untuk melacak hana. mungkin karena ia sangat khawatir jadi dia tidak bisa berfikir sampai kesitu.


segera revan menekan nomor orang suruhannya, tidak menunggu waktu lama orang suruhanya segera mengangkat panggilan.


" halo ada apa bos?"


" saya punya kerjaan untuk kamu, saya mau kamu melacak dimana keberadaan sekertaris saya sekarang"


" siap bos, secepatnya akan kami laksanakan"


" ingat , saya mau sekarang "


" siap bos"


telephone pun tertutup, revan kembali menyusuri jalanan dan melihat disekeliling. setengah jam berlalu, namun revan belum menemukan hana.


" kamu dimana hana, seandainya tadi aku jemput kamu pulang, tidak akan terjadi hal yang seperti ini"


tiba tiba handphone revan berdering, saat ia lihat ternyata itu adalah panggilan dari orang suruhannya. segera ia angkat.


" halo, bagaimana kamu sudah dapat posisinya dimana?"


" siap, kami sudah menemukan titik posisi sekertaris anda bos"


" katakan dimana dia sekarang"


" dari yang kami lacak, posisi sekertaris anda sekarang sedang ada di titik puncak cisarua bogor bos"


" saya mau kamu terus awasi posisinya dan kirimkan titik lokasi sekertaris saya sekarang"


" siap bos"


setelah mengetahui keberadaan hana, revan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal menuju kearah puncak.


sepanjang perjalanan yang revan fikirkan hanyalah hana, ia jadi semakin khawatir karena hana tak pernah mengangkat telephone nya. mungkin sudah puluhan kali revan mencoba menghubungi nya.


revan memukul setir mobilnya, ia kesal dengan dirinya sendiri. seharusnya tadi ia tidak mengizinkan hana pergi sendiri.


" bodoh...bodoh..."


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


happy reading guys nya


salam story from by_me 😘

__ADS_1


__ADS_2