
Hana berjalan disebuah perkampungan, ia terus melangkahkan kakinya tapi ia tak tahu mau kemana, ia tak tahu tujuannya karena tiba tiba saja dia berada ditempat ini. Hana telah berjalan sangat jauh, tiba tiba ia berhenti didepan disebuah rumah kecil, ia seperti pernah kesini tapi ia lupa ini rumah siapa.
Pintu rumah itu terbuka, seorang wanita paruh baya berjalan dari dalam dengan air mata yang tak henti menetes. Hana menatap dengan lekat wajahnya, entah mengapa hatinya teriris melihat kesedihannya.
Hana mendekati wanita paruh baya itu, saat ia sudah berada setengah meter darinya, ternyata yang menangis itu adalah Ibu mertuanya.
Hana mendekati Ibu mertuanya dan memegang pundaknya.
" Ibu kenapa menangis"
" Ibu rindu..."
Ibu mertuanya tak melanjutkan kata katanya dan kembali menangis.
" Hana juga rindu sama Ibu, Hana sudah datang bu"
" Kamu tidak sayang sama Ibu nak"
" Siapa yang bilang seperti itu bu, Hana sangat menyayangi Ibu seperti Ibu Hana sendiri"
Ibu melepaskan tangan Hana dipundaknya dan berbalik badan berjalan masuk kedalam rumahnya.
" Ibu, dengarkan Hana dulu bu"
Namun Ibu mertua Hana tetap berjalan dan tak memperdulikan teriakan Hana sampai pintu rumahnya tertutup.
Hana terisak ditempatnya berdiri, ia terus menangis didepan rumah Ibu mertuanya.
Tiba tiba Hana terbangun dari tidurnya dengan air mata yang menetes diwajahnya. Ia tersadar ternyata ia menangis didalam tidurnya.
" Ibu, maafkan Hana bu" Hana bergumam pelan, air matanya masih menetes. Ia kembali teringat akan mimpinya.
" Semoga saja ibu sehat sehat disana"
Sudah tiga bulan setelah kejadian malam itu, saat Arlan ingin menahan Hana, Hana tak pernah lagi bertemu ataupun berpapasan dengan Arlan.
Hana mencoba menjaga jarak dari mantan suaminya, karena Hana tahu kalau mantan suaminya itu masih menyimpan rasa padanya. Bukannya ia terlalu percaya diri, tapi setelah kejadian malam itu entah dapat nomornya dari mana, Arlan selalu mencoba menghubunginya dan mengirim pesan padanya.
Hana tak pernah mengangkat panggilan atau pesan dari Arlan. Kecuali jika Arlan menanyakan anaknya, barulah Hana membalasnya. Hana sengaja melakukan itu karena ia tak mau ada konflik antara dirinya dengan Indah.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Malam setelah Hana memimpikan Ibu mertuanya, Hana selalu teringat dengannya. Hana telah memutusan akan mengunjunginya, ia akan mengajukan cuti selama beberapa hari kepada atasannya.
Hana telah membuat surat pengajuan untuk cuti nya selama beberapa hari, dan nanti akan dia berikan saat membawa beberapa berkas yang akan ditanda tangani oleh Revan.
Setelah selesai makan siang, Hana mengambil beberapa berkas yang akan ditanda tangani dan membawa surat pengajuan cutinya. Hana berjalan dan mengetuk pintu ruangan Revan.
__ADS_1
Hana berjalan masuk dan langsung meletakkan berkasnya di meja, Revan menganggukkan kepalanya saat Hana telah menyimpannya. Setelah beberapa saat, Hana tetap berdiri didepannya. Revan mendongakkan kepalanya dan melihat kearah Hana.
" Ada apa lagi Hana?"
Hana tersenyum kikuk
" Aku nyelipin surat pengajuan cuti aku mas, semoga disetujui yah" setelah mengatakan itu, Hana berbalik badan dan keluar dari ruangan Revan.
Revan mencari surat yang dikatakan Hana, surat itu berada dibagian paling bawah. Revan segera membacanya, ternyata Hana mengajukan cuti selama seminggu. Revan memencet telepon penghubung ke meja Hana dan memanggil Hana segera ke ruangannya.
" Kenapa kamu mengajukan cuti, memangnya kamu mau kemana?"
" Bukannya di dalam surat itu sudah tertera
alasan saya mengajukan cuti pak"
" Saya mau dengar langsung dari kamu"
Hana menarik nafas panjang sebelum berbicara
" Jadi sebenarnya aku mau mengunjungi Ibu mertuaku, maksudnya mantan Ibu mertuaku. Soalnya sudah beberapa hari ini aku kepikiran terus sama beliau pak, aku juga belum memberitahukan perihal perceraianku dengan mas Arlan"
" Mau aku antar"
" Nggak usah pak, saya tidak mau nanti Ibu salah paham dengan kehadiran bapak"
" Yasudah, suratnya sudah saya tanda tangani dan kamu sudah bisa cuti besok"
" Satu lagi, saya mau kamu menghubungi bagian kepegawaian agar mereka melakukan rooling, karyawan yang kompeten sebagai sekertaris pengganti selama seminggu"
" Baik pak, kalau begitu saya permisi, mau kembali bekerja"
Revan kembali menganggukkan kepalanya
Hana berdiri lalu berjalan keluar dan kembali ke meja nya untuk melanjutkan pekerjaannya.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Hana pulang kantor diantar oleh Revan, karena jarak lokasi perumahan Hana dengan apartemen Revan dekat. Setelah Hana pindah rumah, Revan kembali lagi tinggal di apartemennya, sesekali ia akan mampir ke rumah orangtuanya.
Pada pukul 18.30 Wib, setelah selesai sholat maghrib Hana berada di dapur membantu Ana membuat makan malam.
" An, nanti kamu siapin pakaian untuk kamu pakai selama seminggu. Besok kita berangkat ke Surabaya"
" Mau ngapain ke Surabaya mbak?"
" Mau ketemu sama Ibu saya"
__ADS_1
" Owh, siap mbak. Pakaiannya mbak, nggak mau sekalian disiapin?"
" Nggak usah, mbak bisa sendiri kok " Hana menjawab sambil tersenyum
Ana semakin kagum dengan majikannya, karena sudah baik hati, tidak sombong, cantik lagi. Mereka kembali fokus dengan masakan mereka.
Keesokan harinya pada pukul 9 pagi, Hana, Jihan dan Ana keluar dari rumah dan membawa koper mereka menuju taksi yang sudah menunggu didepan rumah. Jadwal penerbangan mereka pukul 10.30 pagi dan mereka berangkat lebih awal agar tidak terkena macet.
Saat sudah sampai, mereka berjalan masuk Bandara dan Hana melakukan check in di loket, setelah semua telah selesai mereka kini berada didalam pesawat.
Satu setengah jam kemudian mereka telah sampai di Surabaya, mereka langsung menuju ke rumah Ibu Arlan dengan menggunakan taksi.
Perjalanan kerumah Ibu Arlan memakan waktu selama sejam lebih, Hana membayar biaya taksi dan mereka turun dari mobil. Pak sopir membantu menurunkan koper mereka, Hana, Jihan dan Ana berjalan masuk menuju teras. Namun suasana rumah saat itu sangat sepi, Hana mencoba mengetuk pintu Ibu namun tidak ada sahutan dari dalam.
" Ibu nggak ada dirumah, kemana yah"
" Kenapa Bunda?"
" Ini, nenek kayaknya nggak ada dirumah"
" Yah gimana dong Bunda?"
" Bunda coba tanya sama tetangga dulu, siapa tahu mereka tahu nenek kemana"
" Iya Bunda, Jihan tunggu"
Hana berjalan menuju rumah tetangga untuk menanyakan kemana perginya Ibu mertuanya
" Bu Sumi ke kebun neng, biasanya sore sudah pulang"
" Oh begitu ya bu, kalau begitu saya pamit bu. Terima kasih"
" Sama sama neng" Hana kembali ke rumah mantan Ibu mertuanya.
" Nenek katanya ke kebun sayang, kita tunggu disini yah "
Jihan dan Ana menganggukkan kepalanya, mereka menunggu sampai sore hari dan pada pukul 4 sore, yang ditunggu akhirnya datang.
" Hana?" Ibu berkata saat sudah sampai di halaman rumahnya
Hana tersenyum dan berjalan menghampiri mantan Ibu mertuanya, segera Hana mengalami tangannya dan memeluknya sayang. Hana mengeratkan pelukannya, tiba tiba air matanya jatuh.
" Berikan aku kekuatan ya Allah untuk mengatakan semuanya"
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Happy reading guys nya😘
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan kalau berkenan beri vote nya👌
Salam story from By_ me