
Arlan memeluk dengan erat anaknya yang sekarang sedang berada dalam dekapannya. Jujur dalam hatinya yang paling dalam, ia sangat merindukan anak gadisnya. Namun keadaan yang tak memungkinkannya untuk bertemu dengan anak semata wayangnya.
Arlan melepaskan pelukannya secara perlahan dan memegang wajah anaknya, ia memperhatikan dengan seksama. Ternyata benar kata Jihan tadi, mereka sangat mirip. 2 Tahun tidak bertemu dengan anaknya, banyak sekali perubahan yang terjadi dan ia tak dapat menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan anaknya.
Ia menyesali semua perbuatannya, hanya demi karir ia rela melepaskan dua orang yang paling ia sayangi dihidupnya. Ia seketika meneteskan air mata menyesali perbuatannya.
" Ayah, Ayah kok nangis. Jihan buat Ayah sedih yah?" Jihan berusaha menghapus air mata diwajah Ayahnya.
Arlan memegang tangan kecil anaknya yang berada dipipinya, ia lalu tersenyum kearah Jihan.
" Tidak sayang, Jihan anak yang baik, anak pintar. Ayah nangis karena Ayah bahagia bisa ketemu sama anaknya Ayah"
" Jihan juga bahagia bisa lihat Ayah" hati Arlan menghangat mendengar penuturan anaknya, ia tersenyum lalu mencium pipi anaknya gemas.
" Anak Ayah kok pintar banget sih" Arlan berbicara sambil mencubit dengan gemas pipi anaknya.
Jihan hanya tertawa diperlakukan seperti itu oleh Ayahnya.
" Ayah udah dong, nanti pipi Jihan melah dicubit telus"
" Iya iya Ayah berhenti tapi ada syaratnya"
" Syalatnya apa Ayah?"
" Jihan harus ikut sama Ayah untuk jalan jalan, bagaimana?"
Jihan tampak berfikir, jari telunjuknya ia letakkan didagunya.
Arlan sangat gemas melihat tingkah anaknya, melihat tingkah Jihan mengingatkannya pada Hana. Tingkah Hana sangat mirip dengan anaknya.
" Jihan mau" Jihan menjawab dengan antusias.
Arlan berdiri dan memandang kearah Hana.
" Aku mau ajak Jihan keluar jalan, bolehkan?"
Hana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
" Boleh tapi jangan sampai malam, nanti mas Revan mau pulang, soalnya semua urusannya udah selesai hari ini"
" Iya" Arlan masih berdiri ditempat dan terlihat ingin mengatakan sesuatu.
" Mmm kamu nggak mau ikut sama kita?"
Hana diam sebentar sebelum menjawab.
" Maaf aku nggak bisa, soalnya kerjaan aku masih banyak"
" oh yaudah kalau begitu aku pergi dulu yah"
Hana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
" Unda, Jihan pelgi dulu yah. dadah"
Jihan melambaikan tangannya didalam gendongan Ayahnya.
Hana melambaikan tangannya kearah anaknya
sampai ia masuk di lift.
" Maafkan aku yang tak bisa lagi seperti dulu, aku mau menjaga jarak agar aku bisa menata hatiku kembali" Hana bergumam didalam hati, setelah itu ia membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam.
Hana membaringkan badannya diatas kasur dan mengutak atik ponselnya dan membuka akun sosial medianya. Lama hana mengutak atik ponselnya, namun perlahan matanya tertutup dan ia berlabuh dialam mimpi.
Hana terbangun saat ia mendengar suara adzan dari ponselnya, perlahan ia membuka matanya dan menatap kearah jam dinding.
" Yaampun aku ketiduran" Hana segera berjalan kearah kamar mandi dan mengambil air wudhu.
Setelah selesai, Hana segera menunaikan ibadah sholat dhuhur.
Selesai sholat, Hana bergegas memakai hijabnya dan memolesi bedak baby dan liptink diwajahnya.
" Mas Revan belum pulang kayaknya, mending aku makan sendiri aja dibawah" Hana bergumam didalam hati.
Hana mengambil ponselnya yang ia letakkan diatas kasur dan berjalan menuju pintu. Saat ia membuka pintu, Hana berpapasan dengan Revan yang juga berjalan keluar dari kamarnya.
" Mas Revan udah lama pulangnya?"
" Baru aja, terus kamu mau kemana?"
" Aku mau makan dibawah, kirain mas belum pulang makanya aku mau pergi sendiri"
" Sendiri, emang jihan nggak kamu ajak makan?"
" Mmm Jihan diajak keluar sama Ayahnya"
Revan langsung terdiam saat mendengar penuturan Hana. Entah mengapa Revan sangat tidak suka ketika mendengar nama lelaki itu.
" Terus mas mau kemana lagi? rapi amat"
Revan terlihat sudah segar dengan menggunakan pakaian santai dan rambut yang masih terlihat basah.
" Aku juga mau pergi makan siang"
" Kalau begitu, kita makan bareng aja mas dibawah yuk"
" Kita makan diluar aja yah, aku bosan makan dibawah mulu"
" yaudah, aku ngikut mas aja"
Mereka pun berjalan menuju lift, ditekannya angka 1 setelah itu pintu lift perlahan tertutup.
Tak lama kemudian, lift terbuka dan mereka telah sampai di lobi hotel.
Revan dan Hana berjalan menuju mobil dan perlahan mobil Revan berjalan dengan kecepatan sedang.
Revan melajukan kedaraannya, 15 menit kemudian mereka telah sampai didepan sebuah cafe.
Mereka berjalan kedalam dan duduk didekat jendela, pelayan mendatangi mereka dan memberikan buku menu.
Mereka akhirnya memesan makanan, Revan memesan chicken crispy, nasi putih dan lemon tea, sedangkan Hana memesan nasi goreng seafood dan jus jeruk.
Mereka menunggu pesanan mereka datang sambil mendengarkan live music. Tak lama kemudian pesanan mereka datang.
Mereka makan siang sambil berbincang ringan. Setelah selesai makan Hana menuju toilet, dimejanya Revan memperhatikan penyanyi yang tampil. Setelah penyanyi itu selesai, Revan berjalan kearah panggung dan berbicara dengan penyanyi wanita tadi. Mereka berbincang bincang sebentar, setelah itu Revan mengambil microphone dan mulai berbicara.
__ADS_1
Selamat siang semuanya, saya akan mempersembahkan sebuah lagu yang memiliki arti yang sangat dalam menurut saya. Kalau suara saya jelek, jangan disuruh turun panggung, cukup dengarkan saja.
Revan mengambil gitar dan mulai memetiknya.
Revan menyanyi dengan menggunakan gitar dan diiringi dengan suara piano.
Revan menyanyikan lagu dari Iwan Fals ( Ijinkan aku menyayangimu).
Andai kau ijinkan
Walau sekejap memandang
Kubuktikan kepadamu
Aku memiliki rasa
Cinta yang ku pendam
Tak sempat aku nyatakan
Karena kau tlah memilih
Menutup pintu hatimu
Ijinkan aku membuktikan
Inilah kesungguhan rasa
Ijinkan aku menyayangimu
Sayangku oh
Dengarkanlah isi hatiku
Cintaku oh
Dengarkanlah isi hatiku
Cinta yang ku pendam
Tak sempat aku nyatakan
Karena kau tlah memilih
Menutup pintu hatimu
Ijinkan aku membuktikan
Inilah kesungguhan rasa
Ijinkan aku menyayangimu
Sayangku oh
Dengarkanlah isi hatiku
Cintaku oh
Dengarkanlah isi hatiku
Bila kita tak mungkin bersama
Ijinkan aku tetap menyayangimu oh
Lirik.....
Revan bernyanyi sambil terus memandang kearah Hana, ia bernyanyi penuh penghayatan meresapi setiap liriknya. Ia menunjukkan isi hatinya melalui lagu yang dinyanyikannya, berharap Hana mengerti.
Suara Revan sangat merdu, sampai sampai orang orang sangat fokus mendengarkan lagunya.
Orang orang bertepuk tangan setelah Revan selesai bernyanyi.
Hana sangat terpana akan suara Revan, ia tak menyangka bahwa lelaki itu memiliki suara yang sangat merdu.
Revan kembali berbicara..
Saya ingin menyanyikan satu lagu lagi dengan seseorang. Saya harap nona Hana agar naik ke panggung.
Hana seketika kaget, karena Revan memanggilnya naik keatas panggung. Ia menundukkan badannya dan menutup wajahnya dengan tangan.
Namun tiba tiba semua orang meneriakkan namanya. Akhirnya dengan pasrah, ia berjalan kearah panggung dan duduk disamping Revan.
" Mas Revan, aku nggak bisa nyanyi" Hana berbicara sambil berbisik kearah Revan.
" Aku tahu kamu bisa nyanyi, aku pernah lihat kamu nyanyi nyanyi pas masak didapur loh"
"Aku malu mas"
" Kenapa malu kan kamu nggak nyanyi sendiri, kamu tahu kan lagunya Hivi ( Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi)"
Hana menganggukkan kepalanya, lalu setelah itu Revan mulai memetik gitarnya danmusik mulai mengalun.
Lagu kali ini, Revan menyanyikan part bagian cewek dan Hana part bagian cowok.
Hivi ( Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi )
( Part Revan)
Ketika 'ku mendengar bahwa
kini kau tak lagi dengannya
Dalam benakku timbul tanya
Masihkah ada dia di hatimu bertahta?
Atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu?
Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti 'ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita
__ADS_1
Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
(Batas part Revan)
( Part Hana)
Kini 'ku tak lagi dengannya
Sudah tak ada lagi rasa
Antara aku dengan dia
Siapkah kau bertahta di hatiku hai cinta
Karena ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku
Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?
( Batas part Hana )
( Duet)
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti 'ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
( Part Revan)
Pikirlah saja dulu
Hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku
Melangkah menuju ke hatimu
( Part Hana)
Pikirlah saja dulu
Hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku
Melangkah menuju ke hatimu
( Duet)
Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti 'ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti 'ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia
Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia
Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia
Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?
Mereka bernyanyi penuh penghayatan, mereka sesekali saling pandang dan kembali menatap kedepan.
Orang orang bertepuk tangan menyaksikan penampilan mereka berdua, suara mereka sangat cocok menyanyikan lagu ini.
Revan memandang penuh arti kepada Hana, namun Hana segera mengalihkan pandangannya kearah lain.
Entah mengapa Hana jadi berdebar debar saat ditatap oleh Revan, Hana jadi salah tingkah. Ia mengalihkan pandangannya kearah lain.
" Hati tenang dong, kenapa jadi gini sih, santai yah, slow" Hana bergumam didalam hati.
Orang orang bertepuk tangan dan meneriaki mereka dengan sebutan " cocok ".
Hana salah tingkah dibuatnya, segera ia mengajak Revan untuk turun dari panggung dan bergegas untuk kembali ke hotel.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Happy reading guys nya😘
Jangan lupa like, komen dan vote yah👌
Salam story from by_me...
__ADS_1