Hati yang Patah

Hati yang Patah
kamu sudah gila


__ADS_3

" Maafkan aku mas, aku dan kamu sudah tidak bisa lagi menjadi kita. Kita adalah kata yang tak mungkin lagi untuk menjadi. Sekarang aku sudah mengambil keputusan, kamu sekarang bisa memilih jalan hidup kamu sendiri, aku menyerah"


" Maksud kamu apa?"


Hana memejamkan matanya sejenak dan mengepalkan tangannya sebelum menjawab


" Maafkan aku, tapi mungkin lebih baik kalau kita akhiri saja sampai disini. Aku lelah mas"


Seketika Arlan merasa seperti dunianya runtuh, ia tak pernah berharap ada kata cerai dalam pernikahan mereka. Ia masih sangat mencintai istrinya dan Arlan tak ingin berpisah dengan keluarga kecilnya.


" Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu Hana, apapun yang terjadi kamu akan tetap menjadi istriku"


Arlan menjawab dengan nada penuh amarah


" Aku tetap akan meminta cerai "


Hana berusaha untuk menghapus bekas air mata diwajahnya.


" Sudah berapa kali aku bilang sama kamu, aku tidak akan menceraikanmu FARHANA ALMEERA" Arlan mencengkram bahu Hana dengan keras dan berbicara dengan nada kesal, ia sangat frustasi dengan situasi ini.


Hana meringis kesakitan dengan cengkraman


Arlan dibahunya. Hana melepaskan cengkraman tangan Arlan dibahu nya dengan sekali hentakan dan berjalan mundur dua langkah.


" Mau kamu apa sebenarnya mas, kemarin kemarin kamu kemana, kamu tidak lagi berperan sebagai kepala rumah tangga yang seharusnya mas. Kamu meninggalkan tanggung jawabmu kepada anak dan istrimu, lantas atas alasan apalagi pernikahan ini harus dipertahankan mas"


" Aku ini bukan malaikat mas yang punya hati sekuat baja, aku hanya wanita biasa yang akan sakit hati melihat suaminya membagi cintanya kepada wanita lain"


Air mata hana lagi lagi menetes, entahlah ia sudah berusaha untuk menahannya agar tidak keluar. Seharusnya ia bisa terlihat kuat didepan lelaki ini, agar ia tidak lagi lemah sebagai wanita. Namun kalau mengingat tentang penghianatan dan kebohongan yang dilakukan suaminya selama ini, membuatnya tak kuasa menahan tangis.


" Lebih baik kita cerai, ini yang terbaik untuk aku, kamu dan dia"


Arlan meremas rambutnya dengan kencang dan mengusap dengan kasar wajahnya.


" Aku mohon Hana jangan pernah katakan itu lagi, aku akan gila kalau sampai kehilangan kalian. Aku akan menebus kesalahan aku yang kemarin sayang, kita mulai lagi semuanya dari awal. Aku mau kita bisa kayak dulu lagi"


Hana menatap lelaki didepannya dengan serius, apa maunya lelaki ini. Kembali dengannya katanya, setelah semua yang telah dilakukannya dan dengan luka yang menganga yang ia torehkan.

__ADS_1


" kalau begitu aku mau kamu ceraikan wanita itu"


Arlan seketika diam dan menundukkan kepalanya. Ia tidak bisa menceraikan Indah karena dia sekarang hamil dan ia tidak ingin karirnya berhenti sampai disini.


Melihat kebungkaman Arlan membuatnya dapat menarik kesimpulan, bahwa suaminya tidak benar benar mencintainya.


Sangat sakit mengetahui kenyataan ini, ia sebenarnya hanya mengetes suaminya sampai dimana kesungguhannya dan kadar cintanya kepada keluarga kecilnya. Ia tak mungkin tega memisahkan wanita itu dengan Arlan dalam keadaan hamil.


" Hana aku...." Arlan tak melanjutkan lagi kata katanya, ia tak tahu harus menjawab apa. Ia tak bisa diberikan pilihan seperti itu, ia merasa sangat frustasi. Ia ingin Hana dan Jihan kembali padanya, tapi ia juga tak bisa menceraikan Indah.


Hana tersenyum miris melihat kebungkaman suaminya.


" Kamu tidak perlu menjawabnya mas, aku sudah tahu jawabannya. Kamu tidak perlu memaksakan diri mas, aku akan melepaskanmu. Ini kan yang kamu mau mas, menghilang tanpa jejak dari keluargamu dan sekarang kamu bebas. Aku tidak akan lagi mencarimu"


Arlan menitikan air matanya, hatinya sakit mendengar wanita yang dicintainya mengatakan seperti itu.


" Secepat itukah kamu mau menyerah Hana setelah semua yang telah kita lalui. Atau jangan jangan kamu memang mau cerai dari aku supaya kamu bisa bebas melakukan apa saja dengan bos kamu itu, hah"


Hana langsung melayangkan tamparan diwajah Arlan, Hana sudah kehilangan kesabaran dianggap rendah oleh suaminya sendiri. Ternyata selama ini suaminya tak benar benar mengenalnya.


" Cukup mas, kamu fikir aku wanita apa yang melakukan hal seperti itu dibelakangmu, aku tidak akan mungkin melakukan hal menjijikkan seperti yang kamu lakukan selama ini. Ternyata kamu tidak benar benar mengenal aku mas"


Arlan berkata dengan nada sarkasme


" Cukup mas cukup hikssss" Hana menangis menumpahkan semua kesedihannya. Tangisnya terdengar pilu.


Hana berbalik dan berjalan menuju pintu, ia ingin segera pergi dari tempat ini. sungguh sangat sakit hatinya, tak bisa lagi digambarkan dengan kata kata.


Namun segera Arlan memegang tangan Hana dan membalikkan badan Hana dengan sekali gerakan.


" Kamu mau kemana, aku tidak akan membiarkan kamu kemana mana. Jangan sampai aku memaksa Hana"


Hana melepaskan dengan sekali hentakan pegangan tangan Arlan dilengannya.


" cukup mas, sudah cukup selama ini kamu sakiti aku dengan kebohonganmu. Kalau kita lanjutkan, hanya akan menyakiti salah satu dari kita. Aku mohon mas, ceraikan aku"


" Tidak Hana, kalau alasan kamu karena nanti Indah tahu, maka aku akan menyembunyikan hal ini dari dia. Asalkan kamu tidak meninggalkan aku Hana, aku akan berusaha agar Indah tidak mengetahuinya"

__ADS_1


Apa tadi katanya? lelaki ini sungguh sudah kehilangan kewarasannya, dengan entengnya ia berkata seperti itu. Sungguh egois, ia ingin memiliki keduanya.


" Kamu sudah gila mas, kamu mau membuat aku selamanya disembunyikan seperti ini. Kamu tega, kamu egois mas hiksss"


Arlan mendekat dan berusaha untuk memeluk Hana, dengan sekali tarikan Hana sudah berada dalam dekapan suaminya. Hana memberontak ingin dilepaskan.


" Maafkan aku Hana, maafkan aku"


" Lepaskan mas, hiksss" Hana berusaha memberontak didalam pelukan Arlan, tapi tak juga dilepaskan.


Namun tiba tiba datang seseorang menarik badan Arlan dan melayangkan tinjunya ke wajah Arlan.


Arlan yang mendapatkan tinjuan tiba tiba itu, tersungkur kelantai karena pukulan keras dari lelaki itu.


Arlan meringis kesakitan akibat tinjuan itu yang menyebabkan luka robek di ujung bibirnya.


Hana sangat kaget melihat kejadian didepannya, lelaki itu berdiri membelakangi Hana. Tapi dilihat dari posturnya, sepertinya Hana mengenal lelaki ini.


lelaki itu membalikkan badan dan menatap Hana dengan penuh kekhawatiran.


" Kamu tidak kenapa napa?"


" Mas Revan" gumam Hana dalam hati


Namun bukannya menjawab, Hana malah menangis terisak. Melihat hal itu membuat Revan naik pitam dan kembali melayangkan tinjunya kewajah Arlan.


" Ini untuk membalaskan semua sakit hatinya Hana selama ini, dan aku harap kamu tidak akan lagi menampakkan wajahmu didepan anak dan istrimu. Karena aku tidak akan rela kalau kamu menyakiti mereka lagi, camkan itu"


setelah mengatakan itu, Revan menarik tangan Hana dan membawanya keluar dari Villa itu.


Revan segera membawa Hana masuk kedalam mobil dan melajukan kendaraannya kembali menuju Jakarta.


Arlan yang meringis kesakitan berusaha untuk mengejar mereka, namun sialnya mereka sudah pergi.


" Siall"


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

__ADS_1


Happy reading guys nya😘😘


Salam story from by_me


__ADS_2