Hati yang Patah

Hati yang Patah
Liburan Bersama


__ADS_3

Revan dan Hana turun dari mobil. Revan membuka bagasi mobil ingin mengambil semua belanjaan mereka tadi. Hana dan Revan sama sama membawa kantong belanjaan di tangan mereka.


Mereka berjalan memasuki rumah, namun Hana merasa seperti ada yang berbeda. Dari arah ruang keluarga seperti ada suara seorang wanita yang sangat Hana kenal suaranya.


Suaranya seperti suara Kalista, tapi apakah mungkin Kalista datang, sedangkan dia tak mengabari Hana. Ataukah mungkin itu cuma halusinasi Hana saja karena ia sudah lama tidak berjumpa dengan Kalista dan ia sangat merindukannya.


Hana dan Revan membawa belanjaan mereka ke dapur. Hana ditemani oleh Bibi memasukkan ke dalam kulkas semua bahan makanan yang tadi di beli.


Dari dapur Hana semakin mendengar suara Kalista. Apakah mungkin Kalista datang?.


Akhirnya Hana ingin memastikan apakah benar itu suara Kalista atau bukan. Ia pun berjalan menuju kearah ruang keluarga.


Dan benar saja, saat ia telah sampai disana ternyata memang suara yang didengarnya adalah suara Kalista. Bukan halusinasinya.


Hana yang sangat gembira dengan kedatangan Kalista langsung berteriak


" Aaaaaaa, Kalista! "


Kalista yang sedang asyik berbicara dengan Bibi nya dikagetkan oleh teriakan Hana. Ia pun mengelus-elus dadanya.


" Ya ampun Hana, nih anak nggak di Surabaya nggak di Jakarta kebiasaannya nggak pernah dirubah. Masih aja suka teriak-teriak."


Hana yang mendengar celotehan Kalista hanya tertawa dan berjalan menuju ke arah Mama dan Kalista. Mama yang melihat interaksi antara Hana dan Kalista hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum. Hana langsung memeluk Kalista dengan erat.


" Lista ya ampun, aku kangen banget sama kamu tahu nggak!"


" Sayangnya aku yang nggak kangen."


Seketika Hana langsung melepaskan pelukannya


dan memandang ke arah Kalista dan memonyongkan bibir nya.


" Kamu jahat banget sih, aku ngambek nih."


Hana berpura-pura ngambek di depan Kalista.


Kalista yang melihat tingkah Hana akhirnya tertawa kencang.


" Ya ampun Hana, aku cuma bercanda."


Hana langsung tersenyum dan kembali memeluk Kalista. Setelah melepas kerinduan dengan adegan peluk-pelukan, akhirnya Hana dan Kalista pun duduk.


" Gimana kabar kamu Lista?"


" Alhamdulillah sehat wal afiat. Seharusnya aku yang nanya ke kamu gimana kabar kamu?"


Sebenarnya Kalista sudah tahu mengenai kejadian yang menimpa Hana. Kalista turut prihatin dengan musibah yang menimpa sahabatnya. Setelah mendapat kabar mengenai Hana dari Bibi nya, Kalista berangkat ke Jakarta berniat untuk menghiburnya.


" Alhamdulillah aku sama Jihan sehat-sehat aja."

__ADS_1


" syukur deh kalau gitu. Oh iya, katanya kamu kerja ya sama Mas Revan?"


" Iya, aku kerja sebagai sekertarisnya Mas Revan udah sebulan lebih. Lagian gajinya lumayan buat biaya aku sama Jihan selama di Jakarta."


"Ngomong-ngomong kamu nyampe nya tadi jam berapa?"


" Aku tadi sampai dirumah Bibi sekitar jam tiga."


" Kenapa nggak ngabarin aku sih, kalau tau kamu mau datang aku sempatin buat jemput kamu."


" Nggak usah kali, kamu kan katanya juga kerja. Kalau kamu bolos kerja nanti di marahin sama mas Revan tau."


Hana nyengir mendengar jawaban Kalista, " Iya juga sih."


" Terus ada apa kamu datang ke Jakarta? ada kerjaan?"


" Aku pengen liburan aja selama beberapa hari. Lagian bosen juga kali setiap hari kerja mulu.


Aku mau selama aku disini kamu harus temenin aku jalan jalan ok!"


" Iya bawel. Emang kamu mau dibawa jalan- jalan kemana? "


" Nanti aja dilihat. "


" Terserah kamu deh. "


" Mending kamu pergi mandi gih, badan mu bau banget."


Kalista berkata sambil memegang hidungnya.


Seketika Hana mencium bau badannya. Setelah mencium sendiri bau badannya ia pun hanya bisa nyengir.


" Yaudah, aku mandi dulu yah. Ma aku keatas dulu."


" Iya sayang."


Hana pun berjalan menaiki tangga dan ketika membuka kamarnya ia melihat anaknya sedang tertidur dengan lelapnya.


Hana duduk di samping anaknya dan membelai rambutnya.


" Anaknya Bunda ternyata lagi tidur. Dari tadi nggak kelihatan ternyata disini."


Setelah beberapa saat memandang anaknya akhirnya Hana mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi. Hana melakukan ritual mandi selama kurang lebih 10 menit.


Ia berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil daster terusan lengan panjangnya untuk digunakan. Setelah itu ia mengisir rambut panjangnya dan berjalan menuju ranjang.


Hana mengistirahatkan badannya disamping anaknya untuk beberapa saat sebelum masuk waktu sholat maghrib.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

__ADS_1


Keesokan harinya


Hari ini adalah hari weekend. Hal ini digunakan kalista untuk mengajak Hana dan Jihan untuk pergi jalan-jalan. Revan entah mengapa juga ngotot untuk ikut pergi jalan-jalan bersama mereka.


Mereka pun bersiap-siap untuk berangkat jalan. pada pukul 10 mereka sudah selesai dan bersiap untuk berangkat.


Destinasi wisata yang pertama mereka tuju adalah DUFAN. mereka sama sama berjalan memasuki tempat wisata ini.


Jihan yang di bawa ke tempat seperti itu sangat antusias. Kalista sangat ingin menaiki wahana ekstrem. Akhirnya karena tidak ada pilihan lain, Hana pun mengikuti Kalista bermain permainan ekstrem. Mulai dari hystreria, tornado dan wahana esktrem lainnya.


Sedangkan Revan membawa Jihan ke wahana anak-anak. Mulai dari komedi putar, istana boneka, happy feet dan masih banyak lagi.


Dan wahana terakhir yang mereka naiki adalah wahana bianglala. Revan bersama Kalista dan Hana bersama anaknya.


Saat bianglala nya sudah mulai berputar Jihan sangat antusias karena ia bisa melihat pemandangan dari ketinggian.


Setelah sudah puas bermain akhirnya mereka pun pergi mencari makan. Mereka makan di sebuah restoran, setelah beberapa menit mereka menikmati makan akhirnya mereka pun melanjutkan kembali jalan-jalan mereka.


Dan destinasi wisata selanjutnya yang akan mereka datangi adalah pantai ANCOL. Saat mereka sudah sampai di pantai ancol waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore.


Mereka bermain air, bermain pasir dan juga kejar-kejaran di sana. Mereka sangat menikmati liburan kali ini.


" Kalian haus nggak? aku beli minuman dulu yah. Kalian tunggu aku disini ok."


Mereka bertiga serempat menjawab, "Ok."


Mereka bertiga merespon dengan mengangkat jempolnya. Mereka bertiga akhirnya saling pandang dan saling tertawa.


Revan senyum-senyum melihat ekspresi tiga wanita didepannya, yang kelihatan sangat kompak.


Revan pun pergi untuk membeli minuman. Setelah kurang lebih 5 menit Revan pun telah sampai dengan menenteng keresek berisi minuman dingin dan beberapa cemilan.


Mereka berempat duduk di atas pasir sambil bercengkerama. Langit jingga sore itu membuat suasana menjadi hangat.


Mereka memandang sunset dengan diam dan sesekali mengagumi ciptaan tuhan yang sangat Indah ini.


Setelah matahari telah tenggelam dan digantikan dengan rembulan, mereka pun bergegas untuk pulang. Mereka singgah di mesjid guna melaksanakan sholat maghrib.


Saat selesai sholat maghrib mereka pun bergegas untuk pulang kerumah. Mereka sangat bahagia telah mendatangi berbagai tempat wisata. Sepanjang perjalanan mereka bercerita dan banyak tertawa ketika menceritakan pengalama mereka tadi.


Kalista berfikir setidaknya dengan membawa Hana ke tempat seperti itu akan mengurangi sedikit kesedihannya dan perlahan Hana bisa melupakan Arlan dan kebohongannya.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Happy reading guys nya


author sayang kalian😘😘


Salam story from by_me

__ADS_1


__ADS_2