Hati yang Patah

Hati yang Patah
lagi lagi cemburu


__ADS_3

Tak jauh dari tempat mereka duduk, ada seseorang yang memandang kearah mereka dengan tatapan marah. Ia mengepalkan tangannya kuat, lama ia memandang kearah mereka.


" Mas Arlan" Seorang wanita memanggilnya


Ia segera menolehkan wajahnya kearah sumber suara


" Yuk kembali, udah malam" Arlan berdiri dari duduknya dan menepuk nepuk celananya, membersihkan dari pasir. Ia berjalan menghampiri istrinya dan Indah langsung menggenggam tangan Arlan.


" Kamu dari mana saja, lama sekali"


" Habis beli minum tadi aku kebelet, jadinya aku nyari toilet deh"


" Nanti mas temenin aku yah beli sepatu"


Arlan menjawab dengan anggukan, setelah itu mereka berjalan dan kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Hana menoleh kebelakang, ia seperti mendengar suara Arlan. Tapi sosok yang ia cari tidak kelihatan.


" Perasaan aku aja kali" Hana bergumam dalam hati dan kembali menengok kedepan.


" Mas Revan, kita balik yuk. Udah mau maghrib ini"


" Yaudah kita balik, udah malam nanti Jihan masuk angin"


Revan mengangkat jihan dan menggendongnya lalu berjalan disusul dengan Hana


disampingnya.


Saat sudah sampai di hotel, Hana dan Jihan segera mandi dan berpakaian, setelah itu Hana menunaikan sholat maghrib.


Hana mengaji sambil menunggu masuk waktu sholat isya, saat sudah masuk waktu isya Hana segera mengerjakannya. Setelah itu ia memakai hijabnya dan memolesi sedikit bedak dan liptink dibibirnya.


Tak lama kemudian pintu kamarnya diketuk, Segera ia dan anaknya berjalan keluar.


" Yuk makan malam"


" lets go" Jihan langsung berjalan kearah Revan dan memegang tangannya. Mereka makan malam di Restoran dekat pantai Kuta.


Restoran yang terletak di dekat pantai dan malam itu banyak sekali pengunjung, baik lokal maupun dari luar negeri.


Mereka makan dengan lahap dan sesekali bercanda. Mereka memesan menu nasi goreng, sate ayam, rendang dan soup.


Setengah jam kemudian, mereka telah selesai dan kembali menuju hotel.


keesokan harinya mereka bersiap siap untuk menuju ke pesta perkawinan rekan bisnis Revan.


Hana menggunakan gaun berwarna peach dan hijab bunga bunga berwarna senada serta sepatu hak tinggi berwarna hitam.


Sedangkan Jihan menggunakan gaun berwarna pink selutut dan bandol bundar bunga bunga.

__ADS_1


Mereka terlihat sangat cantik.


Hana dan Jihan selesai pakaian dan berdandan pada pukul 7 malam, mereka jalan keluar kamar.


Diluar sudah ada Revan yang menunggu menggunakan pakaian rapi dan jas berwarna hitam.


Revan tertegun melihat kecantikan Hana malam ini, kecantikannya natural tanpa banyak polesan bedak diwajahnya.


Revan berdehem sebelum berbicara.


" Kita jalan sekarang yuk"


Seperti biasa, Revan menggandeng tangan Jihan dan diikuti Hana disamping Jihan. Mereka menaiki lift sampai lobi, sesampainya dibawah sudah ada mobil jemputan yang akan membawa mereka ke tempat diadakannya acara.


10 menit kemudian mereka telah sampai di Hotel tempat resepsi pernikahan. Mereka menuju tempat resepsi, saat sudah sampai disana sudah banyak sekali tamu tamu yang hadir.


Kebanyakan tamu yang hadir adalah para rekan bisnis dari yang mengadakan acara. Revan mengajak Hana dan Jihan untuk menuju kearah mempelai.


Revan menyalami mempelai satu persatu dan memberi selamat atas pernikahan mereka, diikuti oleh Hana dan Jihan dibelakangnya.


Setelah selesai mereka turun dan berjalan kebawah. Revan mengajak Hana dan Jihan untuk duduk dimeja yang telah disiapkan untuk para tamu undangan.


Mereka mendapatkan meja dibagian depan.


" Kamu tunggu dulu disini yah, aku mau menghampiri pak surya dulu"


" Saya ucapkan selamat pak surya, semoga mempelai menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah"


" Terima kasih pak Revan atas ucapannya dan telah menyepatkan waktunya untuk hadir dipesta pernikahan putra saya"


" Bapak kesini didampingi oleh siapa?"


" Saya sama sekertaris saya saja pak"


" Saya doakan semoga bapak juga cepat menyusul yah"


" Aamiin, semoga pak"


Setelah berbicara dengan pak Surya, Revan juga menghampiri beberapa tamu undangan yamg ia kenal. Revan sesekali memperhatikan kearah Hana, setelah selesai berbincang bincang dengan beberapa kenalannya, Revan berjalan kearah meja minuman dan mengambil minuman untuk Hana dan Jihan.


Revan dan Hana memperhatikan serangkaian acara demi acara. Hana memperhatikan para tamu undangan, dan tanpa diduga ternyata Arlan juga ada disana duduk bersama dengan istrinya.


Hana langsung membuang muka kearah lain, jujur hatinya masih sakit ketika melihat dua orang itu.


Acara penyambutan diakhiri dengan pemotongan kue, setelah itu para tamu disilahkan untuk mencicipi menu malam itu.


Hana, Revan dan Jihan berdiri untuk mengambil makanan, setelah selesai mereka kembali ke meja masing masing.


Mereka makan dengan sesekali berbincang ringan, sesekali juga tertawa. Hal itu tak luput dari pandangan Arlan, ia sangat cemburu melihat kedekatan Hana dan Jihan kepada Revan.

__ADS_1


Saat selesai acara makan makan, dilanjutkan dengan acara dansa. Kedua mempelai turun dari panggung dan mulai berdansa, diikuti oleh beberapa tamu undangan yang ikut serta.


Revan berdiri dan mengulurkan tangannya kearah Jihan.


" Maukah kamu berdansa denganku gadis kecil"


" Mau om" Revan membawa Jihan ketengah dan mulai berdansa. Hana hanya tertawa melihat Revan dan Jihan, yang bukannya berdansa malah joget joget dibarisan tengah.


Seketika mereka menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Musik yang awalnya slow dan romantis, diubah dengan musik yang ngebeat.


Jihan berlari kearah bundanya dan berniat menariknya ketengah untuk ikut berjoget dengannya. Hana yang awalnya menolak karena malu, akhirnya menyerah juga karena teriakan para tamu.


Saat telah sampai disana, Hana bingung mau melakukan apa. Revan dan Jihan berjoget dengan semangat, sedangkan Hana sangat kaku.


Mereka saling menertawakan karena kekocakan dan kelakuan memalukan yang dilakukan Revan dan Jihan. Para tamu undangan sangat bahagia dan terhibur malam itu.


Namun berbeda dengan Arlan, ia memandang dengan tatapan marah dan ia merasa sangat cemburu melihat Hana dan Revan.


Ia sangat panas melihat kedekatan mereka, segera ia bangkit dari duduknya dan meminta izin ketoilet kepada istrinya.


Saat sampai ditoilet, Arlan meninju tembok meluapkan segala kemarahannya. Saat ia rasa sudah mendingan, ia mencuci wajahnya dan berlalu keluar.


Saat berjalan keluar, Arlan berpapasan dengan Revan yang mau masuk ketoilet. Ia menghalangi jalan Revan dan memandang dengan tajam kearahnya.


" Minggir" kata Revan


" Lo harus ingat ini, gue nggak mau lagi ngelihat lo dekat dekat sama Hana dan Jihan, jauhi mereka"


" Emangnya lo siapa mau perintah gue, asal lo ingat aja Hana bukan lagi istri lo. Atau gue perlu memperjelas hubungan lo sama Hana sekarang, lo itu udah jadi MANTAN SUAMI HANA"


" B*****k lo" Arlan memegang kerah baju Revan dengan keras. Revan yang tak mau kalah juga ikut melakukan hal yang sama.


" Yang b******k itu disini lo, lo udah ninggalin Hana dan Jihan dulu dan seenaknya aja sekarang lo datang mau ngehancurin ketenangannya mereka. Dengar baik baik gue hanya ngomong sekali, gue REVANDRA BRAMANA bersumpah akan menggantikan posisi lo dihati Hana dan Jihan"


Seketika Arlan naik pitam mendengar penuturan Revan, langsung ia layangkan tinjunya kearah Revan. Revan langsung tersungkur, ia berniat ingin membalas namun segera orang yang berada ditoilet melerai mereka.


Mereka berusaha dipisahkan, Revan kali ini akan mengalah, tapi tidak lain kali. Revan mengatakan kata kata terakhirnya sebelum meninggalkan toilet.


" Lo harus ingat kata kata gue tadi b******k"


Setelah itu ia keluar dan mengajak Hana dan Jihan untuk pulang.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Happy reading guys nya😘


kita lanjutin besok lagi yah, jangan lupa like and vote 😍


Salam story from by_me

__ADS_1


__ADS_2