
" Siapa yang datang bertamu di jam segini" dengan kesal Indah berjalan menuju lantai bawah. saat ia buka ternyata itu adalah sekertarisnya yang bersama suaminya.
" Maaf nona, suami anda tadi menelephone saya karena ia mabuk dan tidak bisa membawa mobil"
" Yasudah langsung bawa masuk"
Sekertaris Arlan segera memapah bosnya sampai dikamarnya. setelah itu ia pamit kepada Indah untuk pulang.
Indah memperhatikan suaminya yang tampak sangat mengenaskan dan juga bau alkohol yang sangat menyengat di indera penciumannya.
" hana...hana...jihan...jangan ikut dia sayang, jangan tinggalkan aku, maafkan ayah sayang"
Indah sangat geram mendengar suaminya yang terus berkata seperti itu.
" Kurang ajar, ternyata kau masih belum bisa melupakan mereka mas. aku akan memisahkan kamu dengan keluargamu, camkan itu"
Setelah mengatakan itu indah segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar tamu.
Sinar matahari pagi, merambat masuk melalui celah gorden putih kamar arlan. cahaya yang menyilaukan, membangunkan Arlan dari tidurnya.
Segera Arlan duduk dan bersandar disandaran ranjang. sakit kepala akibat banyak minum semalam, masih terasa. segera ia melihat kearah jam dinding, ternyata sudah jam 7.30.
Segera arlan berjalan kearah kamar mandi dan memulai ritual mandinya. 15 menit kemudian barulah ia selesai. Arlan segera memakai setelah kerjanya karena ia sudah sangat terlambat, ia baru ingat hari ini jam 9 ada rapat di kantornya.
Arlan segera menuju kearah meja makan, disana sudah ada indah yang duduk menunggunya.
" kamu kenapa nggak bangunin aku?"
" udah dari tadi aku bangunin kamu mas, tapi kamu tidur kayak kebo"
Arlan menatap dengan jengah kearah istrinya. malas juga ia berdebat pagi pagi dengannya.
Arlan pun memulai sarapannya dengan memakan sandwitch dan susu coklat.
" kamu kenapa semalam pulang larut malam mas dan pulang pulang udah mabuk?"
" aku abis diajak sama temanku minum di club, karena dia abis menang tender"
" kamu nggak bohong kan?"
" nggak"
Arlan segera menghabiskan sarapannya dan bergegas pergi, karena takut nanti diinterogasi sama istrinya dan masalahnya akan tambah panjang.
" yaudah aku berangkat"
" iya, hati hati mas"
Setelah suaminya sudah pergi, indah segera kembali kekamarnya dan mengambil handphonenya, berniat untuk menelephone orang kepercayaannya.
" halo nona"
" halo, apa kamu sudah mendapat informasi yang saya suruh?"
" sudah bos"
" segera kirimkan melalui email, informasinya"
" siap bos"
__ADS_1
Setelah beberapa menit, informasi yang indah butuhkan pun terkirim. segera ia membuka dan membacanya.
Indah menahan amarahnya karena ternyata sekertaris yang dimaksud sama orang kepercayaannya adalah istrinya mas Arlan.
" ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera bertemu dengan dia"
Segera Indah menelephone orang suruhannya untuk mengikuti kemanapun hana pergi. karena indah berencana untuk bertemu dengan Hana.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
"hana ayo kita pergi"
Dia adalah Andin teman kantor Hana, yang sekarang menjadi sahabatnya. Andin mengajak Hana untuk menemaninya membeli beberapa perlengkapannya untuk acara lamarannya bulan depan.
" tunggu dulu ya, aku beresin berkas ini dulu"
" ok"
Setelah selesai membereskan berkasnya hana segera bangkit dan berjalan menuju ruangan Revan.
tok tok tok
Hana membuka pintu dan menyembulkan kepalanya dibalik pintu
Revan yang masih mengerjakan beberapa file segera melihat kearah Hana. Revan menurunkan kacamata nya dan menegakkan duduknya.
" tunggu dulu Jana, masih ada beberapa file yang harus kuselesaikan"
" bukan itu mas, aku cuma mau bilang kalau aku mau pulang duluan. soalnya aku mau nemenin Andin beli sesuatu mas di mall"
" nanti pulang dari mall aku jemput"
Revan diam sejenak sambil masih memandang kearah Hana
" yaudah, kamu hati hati"
" iya, aku pulang duluan mas, assalamualaikum"
" waalaikumsalam"
Hana berjalan kearah Andin
" yuk jalan"
" udah?"
" beres, ayo ah buruan"
Mereka pun berjalan menuju jalan raya dan menunggu taxy yang telah mereka pesan. saat sampai didepan, taxy sudah terparkir dipinggir jalan. segera mereka naik dan beregas menuju mall.
Sesampainya di mall Andin dan Hana segera menuju toko kebaya langganan andin. setelah lama memilih ia pun mendapatkan kebaya yang cocok.
Setelah itu andin mengajak hana menuju toko sepatu. disana Andin dan Hana memilih milih sepatu.
Andin memilih sepatu yang selaras dengan warna kebayanya, warna peach. sepatu dengan tinggi 5 cm, karena Andin termasuk gadis yang tinggi. sedangkan Jana memilih sepatu hak tinggi berwarna hitam, untuk ia kenakan saat kerja.
Setelah selesai membeli semua yang dibutuhkan akhirnya mereka pun bergegas untuk pulang. sebenarnya Andin mengajak hana untuk singgah di cafe, namun Hana menolak karena hari juga sudah mau malam.
" kamu pulang aja duluan, rumah kamu kan lebih jauh dari aku"
__ADS_1
" tapi kan kamu"
" nggak apa apa, aku gampang kok nanti pulang naik taxy"
" yaudah, aku pulang duluan ya han"
" iya, hati hati"
Setelah Andin telah pergi, Hana berjalan menuju trotoar. namun ia dihentikan oleh mobil hitam yang langsung berhenti didepannya.
Turunlah dua orang laki laki perawakan besar, Hana yang takut akhirnya berusaha untuk jalan cepat, tapi dihadang oleh orang itu.
" maaf nona, tapi kami disuruh oleh bos kami untuk menjemput anda"
" bos kamu memangnya siapa? maaf saya mau pulang,saya buru buru"
" kami disuruh oleh nona indah, istri dari tuan Arlan"
Hana seketika memandang mereka, melihat apakah ada kebohongan. tapi yang ia dapatkan, mereka tampak mengatakan yang sebenarnya.
" yaudah, saya mau dibawa kemana?"
" ke kafe xx nona. nona Indah sudah menunggu anda disana
Akhirnya Hana pun masuk kedalam mobil. 15 menit kemudian mereka telah sampai. Hana berjalan memasuki area kafe.
dimeja sudut dekat jendela, seorang wanita mengangkat tangannya saat melihat kearah Hana. Hana langsung berjalan kearahnya dan duduk tanpa dipersilahkan.
" ada apa anda mengajak saya bertemu?"
" jadi to the point saja, saya adalah indah permana ISTRI DARI ARLAN FARIZ"
"oh seperti itu, anda ISTRI MAS ARLAN. sekarang katakan apa mau anda"
" saya mau kamu jauhi suami saya, karena saya sekarang sedang mengandung anaknya. jadi saya harap kamu tahu diri dan menjauhinya"
" maaf mbak indah, anda tidak perlu khawatir saya akan mengambil suami anda. yang harusnya anda khawatirkan adalah jangan sampai suami anda sendiri yang nanti bakalan datang kepada saya, dan mengemis untuk kembali"
" jangan asal bicara kamu, suami saya tidak akan mungkin kembali lagi kepada kamu"
" oh yah, kamu yakin dengan apa yang kamu katakan. tapi sepertinya mas arlan masih mencintai saya. dan juga saya sama mas arlan masih sah secara agama"
" tutup mulutmu wanita ja**ng, ini peringatan terakhir saya kepada kamu. saya tidak akan segan segan membuat hidupmu menderita, jika itu terjadi"
Hana tertawa jahat melihat tingkah wanita didepannya. mana ada ja**ng teriak ja**ng.
Indah segera beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan Hana sendirian. terlihat jelas amarah dan ketakutan Indah.
" jaga baik baik tu suaminya mbak, jangan sampe lepas"
Biarlah Hana sekali kali jadi wanita jahat, karena sudah membuat orang lain marah karena ulahnya.
Tapi didalam lubuk hatinya, ia masih merasakan sakit melihat wanita yang telah merebut kebahagiaannya. apalagi sekarang dia mengandung anak mas Arlan, sudah tidak ada lagi alasan hana untuk mempertahankan pernikahannya.
" berbahagialah mas dengan pilihanmu, aku tidak akan mungkin mengganggu kebahagiaan kalian"
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
happy reading guys nya😘
__ADS_1
salam story from by_me