Hati yang Patah

Hati yang Patah
Bali


__ADS_3

Hana dan Revan telah sampai di perusahaan dan mereka langsung menuju ke lantai 25. Mereka kembali ke ruangan masing masing, Hana dan Revan tidak memiliki jadwal lagi sampai sore, tapi banyak laporan yang harus mereka selesaikan.


Saat telah menyelesaikan laporannya, Revan meregangkan ototnya dan kembali menyandarkan punggungnya dikursi kebesarannya.


Revan diam sambil memikirkan sesuatu, lama ia memikirkannya dan saat sudah menemukan jawabannya iapun berdiri dan mengambil jasnya yang tergantung.


Sedangkan Hana sudah dari tadi ia menunggu Revan, ia berkali kali melihat jam ditangannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, tidak biasanya mereka telat pulang.


" Masuk nggak yah, masuk, nggak, masuk, nggak..... ah masuk aja" Hana bergumam didalam hati.


Hana bangkit dari kursinya dan berjalan masuk keruangan Revan, ingin mengecek kenapa ia belum juga keluar.


Saat ia mau membuka pintu, pintu sudah dibuka dari dalam oleh Revan.


" Aku lama yah?"


" Heem, kirain mas didalam kenapa napa, sudah jam segini mas belum keluar juga dari dalam"


" Kenapa, kamu khawatir yah?" Revan menundukkan kepalanya mensejajarkannya dengan kepala Hana sambil memandang kearah Hana.


Hana langsung salah tingkah dibuatnya, karena sikap Revan yang seperti ini.


" S..siapa juga yang khawatir, aku cuma mau ngecek aja karena tidak biasanya jam segini mas masih didalam"


Revan langsung tertawa melihat tingkah Hana.


" Kok ketawa sih mas"


" Abisnya kamu lucu"


" Emangnya aku boneka, lucu"


" Iya boneka"


Muka Hana langsung memerah karena disebut boneka oleh Revan.


" Tapi boneka annabelle"


Ekspresi wajah Hana yang awalnya memerah, seketika langsung berubah dan memandang kesal kearah Revan.


pfftttt......


Revan langsung tertawa lepas, karena berhasil membuat Hana kesal.


Hana langsung membalikkan badannya dan mengambil tasnya lalu berjalan keluar meninggalkan Revan.


Hana menekan tombol lift, saat sudah terbuka segera ia menekan angka 1. Saat pintu lift hampir tertutup, tiba tiba Revan langsung menahannya dan masuk kedalam.


ting...


Saat lift sudah terbuka, Hana segera berjalan dan diikuti oleh Revan dibelakangnya. Hana masih kesal dibuatnya, karena ia harus dibuat menunggu dan ditambah tadi juga diejek oleh Revan.


Hana berjalan menuju mobil dan selama jalan mulutnya tak berhenti mengerocos.


Mobil Revan telah jalan dan menelusuri jalanan kota Jakarta. Selama perjalanan, Hana terdiam dan terus memandang kedepan.


Revan sesekali memandang kearah Hana, setelah itu ia kembali fokus kedepan.

__ADS_1


" Yaampun Hana jadinya ngambek, gue cuma becandain doang, dia jadi marah. Mungkin dia lagi datang bulan kali yah, makanya sensitif gini" Revan bergumam didalam hati.


Revan mencoba memecah keheningan dengan mencoba mengajak Hana berbicara. Ini juga karena ulahnya, membuat Hana jadi kesal dan mendiaminya.


" Mmm Hana maafin aku, aku tadi cuma bercanda"


Namun hanya dijawab deheman oleh Hana.


" Kamu udah maafin aku kan yah? Ini udah mau bulan puasa loh, jangan dendam sama orang, nanti puasany..."


" Iya iya, aku maafin puas" Belum sempat Revan menyelesaikan bicaranya, sudah dipotong oleh Hana.


Revan langsung tersenyum kearah Hana dan kembali fokus kedepan.


" Aku diundang ke acara pernikahan anak dari rekan bisnisku di Bali, kamu harus ikut karena aku juga ada janji dengan rekan bisnisku yang lain nanti disana"


" Kapan itu?"


" Acaranya lusa dan kita berangkatnya besok"


" Aku ngikut mas saja"


" Kamu juga bisa bawa Jihan ikut kesana"


" Serius mas bisa?"


" Iya bisa"


Hana langsung tersenyum mendengarnya, karena ia tidak harus meninggalkan anaknya selama beberapa hari.


Tak lama kemudian mereka pun sampai dirumah. Hana dan Revan berjalan masuk kerumah, diruang keluarga sudah ada Mama, Papa dan Jihan. Hana berhenti sebentar dan berbincang ringan sebelum kembali kekamarnya.


Keesokan harinya pada pukul 10 pagi, Hana, Revan dan Jihan bersiap siap untuk berangkat ke Bali.


Mereka menaiki pesawat kelas bisnis, beberapa jam kemudian mereka pun sampai di Bandara Ngurah Rai.


Diluar sudah ada mobil mewah yang menunggu mereka, 20 menit kemudian akhirnya mereka sampai di hotel dekat pesta pernikahan nanti.


Mereka berjalan memasuki lobi hotel dan berhenti didepan meja receptionis, Revan memesan dua kamar untuk mereka.


Revan dan Hana menuju kamar mereka masing masing dan ternyata kamar mereka berhadapan.


Saat telah sampai didalam kamar, Hana menyimpan barang barangnya sedangkan Jihan naik keatas kasur dan loncat loncat diatasnya dengan riang.


Saat telah selesai, Hana berjalan menuju kearah Jendela dan membuka tirainya. Hana sangat takjub dengan pemandangan didepannya. Hotel tempat mereka menginap dekat dengan pantai, tepat didepan kamar Hana.


Lama Hana memandangi pemandangan didepannya, setelah itu Hana berbalik ternyata anaknya sudah tidur.


" Pantesan tadi dia diam, ternyata sudah tidur"


Hana tersenyum dan ikut naik keatas kasur tidur disamping anaknya.


Hana terbangun dari tidurnya karena ia mendengar suara ketukan dipintu kamarnya. Ia memandang kearah jam dinding, ternyata sudah pukul 3 sore.


Hana segera bangkit dan membuka pintu, ternyata dia adalah Revan.


" Ada apa mas?"


" Kamu siap siap setelah itu kita makan dibawah dan jalan jalan ke pantai"

__ADS_1


" ok, aku siap siap dulu"


" Aku tunggu"


Setelah itu Hana segera membangunkan anaknya dan mandi sama sama, 20 menit kemudian mereka telah selesai. Hana dan anaknya berjalan kearah kamar Revan dan mengetuknya.


Tak lama kemudian Revan keluar dengan setelan santainya, Mereka berjalan menuju Restoran.


Setelah selesai makan, Revan mengajak Hana dan Jihan menuju kearah pantai.


Saat telah sampai disana, Jihan dan Hana bermain air dipinggir pantai. Sedangkan Revan, ia duduk diatas pantai sambil memandang kearah mereka berdua.


Hana dan Jihan berlari saat air hampir mengenai kaki mereka, mereka tertawa dengan riang.


Revan senyum senyum sendiri melihat pemandangan didepannya. Tak lama kemudian Hana dan Jihan berjalan kearah Revan.


" Jihan capek om" Jihan ngos ngosan dan mengelap keringat didahinya.


" tapi Jihan juga cenang om yeayy" Jihan lompat lompat dengan girangnya didekat Revan.


Revan tertawa melihat tingkah Jihan.


Hana duduk disamping anaknya dan ikut mengelap keringat didahinya. Revan yang melihatnya berinisiatif membeli minuman.


" Aku beli minuman dulu yah"


" Iya mas"


" Jangan lama om, Jihan udah haus"


Tak lama kemudian Revan kembali membawa minuman, segera ia memberinya untuk Jihan dan Hana.


Mereka kembali melanjutkan dengan bermain pasir dan membuat istana dari pasir. Revan dan Jihan mencoba membangun istana pasir, namun tak pernah jadi. Hana tertawa melihat mereka, karena sudah berkali kali mencoba selalu saja hancur.


Karena capek membuat istana pasir yang tak pernah jadi, akhirnya mereka menyerah juga.


" Om Revan, om sudah punya pacal belum?" Jihan bertanya sambil memandang kearah Revan.


" Om nggak punya pacar sayang, kalaupun punya pasti om bakalan kenalin ke Jihan"


" Om janji yah, nanti pacalnya om dikenalin sama Jihan" Jihan menagngkat jari kelingkingnya kearah Revan.


" Emangnya harus yah om kenalin ke Jihan"


" Halus om, Jihan maunya pacarnya om nanti yang kayak bunda, baik, penyayang, cantik dan nanti juga sayang sama Jihan"


Revan memandang kearah Hana setelah itu langsung mengangkat jari kelingkingnya.


" Iya om janji" Revan mengangkat jari kelingkingnya dan menautkannya dengan jari Jihan.


" Maunya om juga gitu, nanti pacar halalnya om nanti bunda kamu" Revan berkata dalam hati sambil masih memandang kearah Hana.


Namun tak jauh dari tempat mereka berada, ada seseorang yang memandang kearah mereka dengan pandangan marah dan cemburu.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


happy Reading guys nya


Kira kira siapa yah?🤔🤔

__ADS_1


Nanti malem baru up lagi yah guys


Salam story from by_me


__ADS_2