
┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅
Langkah Kanaya terpaksa terhenti karena ada suara yang memanggilnya. Bukan hanya sekedar memanggil tapi juga dengan lancang menggenggam pergelangan tangannya.
Dengan cepat Kanaya membalikkan badan dan juga dengan cepat melepaskan tangan dari genggaman seseorang, siapa lagi orang itu kalau bukan Dirga yang terlihat begitu kesel kepada Kanaya karena kedekatannya dengan Hazel tadi.
"Lepas, Mas!" Kanaya terlihat begitu marah karena Dirga yang begitu lancang telah berani menyentuhnya. Tidak ada siapapun selama ini dia izinkan menyentuhnya dan saat ini dengan beraninya menyentuhnya, jelas saja Kanaya sangat marah.
"Maaf maaf," Dirga juga cepat melepaskan tangannya dari Kanaya, meski dia sangat ingin tapi dia tidak ingin membuat Kanaya marah dan malah semakin jauh darinya.
Sudah sangat lama Dirga mendambakan cinta dari Kanaya, tidak mungkin dia akan gegabah yang jelas akan kehilangan kesempatan.
Kesempatan? Bahkan Kanaya sama sekali tidak memberi Dirga kesempatan untuk dia bisa dekat dengannya. Kanaya selalu saja menjauh, dia selalu saja tidak mengizinkan Dirga membahagiakannya.
"Ada apa, Mas?" tanya Kanaya dengan sangat malas. Dia sangat malas meladeni Dirga yang begitu keras kepala, dia selalu saja memintanya untuk menjauh tapi Dirga malah terus mendekat.
"Nay, jawab pertanyaan ku dengan jujur, kamu menyukai laki-laki itu?" Hatinya terasa sesak meski baru sebatas bertanya. Belum mendapatkan jawaban saja hati Dirga sudah begitu sakit, bagaimana jika Kanaya menjawab bahwa dia menyukai Hazel, bukankah hatinya akan lebih di cabik-cabik?
Kanaya menatap tajam ke arah Dirga. Menyukai? Tidak ada laki-laki manapun yang bisa membuat kata itu muncul di hati Kanaya. Hatinya masih tertutup dengan perasaan menyukai untuk seseorang.
"Jangan sembarangan, Mas. Aku tidak menyukainya," jelas Kanaya mengelak.
"Sembarangan, aku tidak sembarangan, Nay. Aku lihat dengan kata kepalaku sendiri bagaimana kamu senyum dan menatapnya! Kamu sudah jelas-jelas menyukainya!"
"Tidak, Nay tidak menyukai siapapun," tetap saja Kanaya masih mengelak karena dalam hatinya memang belum ada siapapun. Tidak Hazel tidak juga Dirga.
"Jangan bohong kamu, Nay." Dirga masih begitu kekeuh, ingin sekali dia membuktikan kalau Kanaya memang suka dengan Hazel.
Apa sebenarnya yang Dirga mau, jika Kanaya suka apakah dia akan merelakan Kanaya dengan Hazel? Atau mungkin menghalangi perjalanan mereka?
"Cukup, Mas! Kanaya katakan sekali lagi, Kanaya tidak menyukai mas Hazel ataupun mas Dirga. Jadi, jangan pernah ganggu Kanaya lagi," Kanaya begitu menegaskan, matanya juga begitu membulat karena kekesalan yang sangat besar.
__ADS_1
Meladeni Dirga hanya akan membuang-buang tenaga saja bagi Kanaya hingga dia putuskan untuk pergi dari hadapan Dirga.
Baru saja membalik dan ingin melangkah Dirga kembali menarik pergelangan tangan Kanaya dan saat ini begitu kuat. Kanaya kembali membalik, memaksa untuk melepaskan tangannya sari Dirga namun tidak bisa karena kalah kuat.
"Lepas, Mas! Lepas!" Kanaya berontak, berusaha keras untuk melepaskan diri namun Dirga tidak mengindahkan.
"Ikut aku, kalau kamu memang tidak menyukai Hazel kamu harus bersumpah demi Syifa!"
Kuat Dirga menarik Kanaya dan dengan kuat juga Kanaya menolak.
"Kamu gila, Mas!" Tak habis pikir Kanaya kalau Dirga akan seperti ini. Kanaya sudah mengatakannya dengan jujur, dia tidak menyukai Hazel tapi Dirga tetap saja tidak percaya.
"Yah, aku memang gila! Aku gila karena kamu!" Dirga menoleh, menatap tajam pada Kanaya dan kembali menarik Kanaya untuk ikut dengannya.
"Mas, lepas!" Sakit pergelangan tangan Kanaya karena ulah Dirga, tangannya yang kuat begitu erat mencengkram pergelangan tangan Kanaya, Kanaya berkali-kali berusaha untuk melepaskan diri bahkan satu tangan juga sudah membantu tapi tetap tidak berhasil.
Kanaya tidak tau, akan di ajak kemana oleh Dirga tapi yang jelas menuju ke sebuah tempat parkir, mungkinkah Dirga akan membawanya pergi dari sana?
Langkah Kanaya terlihat sedikit terseret karena tarikan Dirga yang begitu cepat, hingga akhirnya Dirga berhenti tepat di sebelah mobilnya dan langsung membuka pintu.
"Masuk!" pintanya dengan kasar.
"Tidak, Kanaya tidak mau ikut dengan mas Dirga! Lepas!" Kanaya masih tetap berusaha untuk berontak.
Kanaya menoleh, tak ada yang berniat membantu. Dia menoleh mencari Arifin, siapa tau dia ada tapi tidak terlihat sana sekali. Mereka sudah jauh dari cafe tempat mereka makan siang tadi jadi Arifin tidak mungkin melihatnya.
"Masuk!" Wajah Kanaya kembali membalik kearah Dirga, tangannya terus berusaha melepaskan diri dan juga tubuhnya yang dia buat seberat mungkin supaya Dirga tidak berhasil membawanya.
"Tidak!" seru Kanaya tak kalah keras.
Tiba-tiba wajah mereka berdua menoleh kearah pemilik tangan yang mencengkeram pergelangan tangan Dirga.
__ADS_1
"Jangan kasar dengan perempuan jika kamu tidak ingin menyesal," ucapnya yang terdengar begitu mengancam.
Semakin kesal Dirga melihat siapa yang datang dia adalah Hazel. Tangan satunya mencengkeram erat tangan Dirga dan satunya membantu Kanaya melepaskan diri.
Setelah berhasil Hazel memundurkan Kanaya untuk berlindung di belakangnya dan sontak Kanaya juga mengikuti arahan Hazel.
"Siapa jamu berani mencegahku?!" Dirga semakin kesal.
"Aku bukan siapa-siapa, tapi aku...?" Hazel tidak melanjutkan perkataannya, entah apa yang sebenarnya ingin Hazel katakan.
"Siapapun saya, saya harap jangan pernah mengganggu Kanaya lagi." Peringatan terakhir Hazel berikan.
Mata keduanya mengisyaratkan persaingan yang begitu besar, terlihat begitu mengerikan bagi Kanaya yang melihat.
"Kalau saya tidak mau?" Dirga melawan.
"Saya tidak akan pernah biarkan. Usaha anda akan selalu gagal," Hazel membalik cepat, dan giliran dia yang menggenggam pergelangan tangan Kanaya lebih lembut daripada Dirga tadi.
"Biar saya antar," ucap Hazel.
Entah apa yang membuat Kanaya menurut begitu saja, dia terus melihat tangan Hazel yang menyentuhnya dan merambat naik hingga sampai ke wajah yang tidak sepenuhnya terlihat.
Kesal Dirga mengikuti mereka berdua dan menarik bahu Hazel dengan begitu kasar. Dan...
Bugh...
Dirga melayangkan pukulan pada wajah Hazel. Hazel terhuyung dan membuat Dirga merasa sangat puas karena telah berhasil memukul Hazel.
"Akk!" Sementara Kanaya, dia menjerit histeris karena melihat Dirga yang begitu keras memukul Hazel hingga hampir saja terjatuh.
┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅
__ADS_1
Bersambung....