Hijrah Cinta Kanaya

Hijrah Cinta Kanaya
Hadiah


__ADS_3

┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅


"Nay!" panggil Hazel dan berhasil menghentikan langkah Kanaya yang begitu tergesa-gesa. Waktu sudah semakin siang dan dia harus segera masuk ke kantor tapi panggilan dari Hazel membuat dia harus berhenti. Entah apa yang dia inginkan.


Kanaya cepat menoleh, dan saat itu juga Hazel sudah berhenti tepat di hadapannya.


"Nih untuk kamu." ucapnya, menyodorkan sebuah paper bag pada Kanaya.


"Ini apa, Mas?" tanya Kanaya memastikan.


"Bukan apa-apa, ini hanya sebagai ungkapan terima kasih saja karena kemarin udah mau ngajarin ngaji. Hem..., nanti malam nggak libur kan?" tanya Hazel.


"Tidak."


"Hem, seharusnya ini tidak usah deh, Mas. Kanaya ikhlas kok ngajarin mas Hazel." begitu enggan rasanya untuk menerima hadiah dari Hazel yang belum tau apa isi di dalamnya.


Kanaya ingin mengembalikan tapi Hazel langsung menolaknya.


"Tidak apa-apa, Nay. Hem, kata Oma kalau menolak pemberian orang itu tidak baik. Sama saja seperti kita menolak rezeki, jadi di terima ya."


"Oh iya, aku harus segera pergi. A_ asa_ assalamu'alaikum..." Hazel tersenyum, dia malu karena mengucapkan salam daja dia belum lancar bahkan pengucapannya juga masih belepotan.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, Mas. Hemm, terima kasih." akhirnya Kanaya mau menerimanya.


Senang rasa hari Hazel, meski Kanaya tidak tersenyum tapi dia begitu bahagia, dia yang tersenyum juga hatinya yang begitu berbunga-bunga.


Ini adalah pertama kalinya dia memberikan sesuatu pada Kanaya dan alhamdulillah di terima.


Hazel berjalan pergi, namun baru beberapa langkah dia berhenti dan menoleh sejenak untuk melihat Kanaya. Ternyata Kanaya masih ada di tempat dan masih menatapnya.


Hazel kembali tersenyum dan saat itu baru Kanaya juga terasi meski sangat kecil.


'Aku akan berjuang untuk bisa mendapatkan mu, Nay. Aku sangat mencintaimu, aku rela melakukan apapun demi dirimu dan akan selalu seperti itu. Apapun akan aku korbannya.' batin Hazel.


Perlahan Kanaya membalik lalu pergi dan saat itukah Hazel juga pergi dari sana.


Dia terus mengamati dari awal Hazel datang hingga pergi, bahkan dia juga mendengar apa yang mereka berdua bicarakan.


"Benarkah Hazel menjadi mualaf? apakah itu dia lakukan demi Kanaya? Ya Allah, jika benar mereka berjodoh maka mudahkan jalan mereka untuk bersatu." gumam Arifin.


Begitu besar keinginan Arifin untuk bisa melihat Kanaya bahagia. Adik sepupunya itu sudah sangat lama menderita, menderita akan kehilangan dan juga semuanya, jelas saja Arifin akan berharap akan kebaikan Kanaya.


"Dia terlihat sangat baik dan juga sangat sungguh-sungguh, semoga saja usahanya di lancarkan." gumam Arifin lalu kembali melangkah untuk masuk ke tempat dia bekerja.

__ADS_1


┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅


Kanaya terduduk di sofa du dalam ruangannya. Perlahan membuka paper bag hadiah dari Hazel.


Sebuah kerudung berwarna putih, begitu tebal dan bahannya juga sangat bagus. Benarkah Hazel sendiri yang memilihnya?


Baru saja di angkat ada amplop yang terjatuh dari dalam kerudung itu. Ternyata Hazel juga menulis sesuatu di sana.


Begitu penasaran akan isinya Kanaya langsung membukanya.


"Assalamu'alaikum, Nay.


Putih, seputih hatiku dan juga niatku untuk dekat dengan mu. Semoga selalu suci dan juga bersih seperti ini hubungan kita.


Maaf ya,, hanya ini yang bisa ku berikan. Semoga kamu suka kalau tidak kamu bisa memberikannya pada orang lain atau menyimpannya. Aku tidak akan maksa.


Oh iya, terima kasih untuk semua terimakasih untuk ilmu yang kamu ajarkan. Jangan pernah bosan ya. Aku sangat berharap padamu, aku percaya kamu akan selalu mengajariku sampai bisa.


'Wasamu'alaikumsalam....


Hazel.

__ADS_1


┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅


Bersambung...


__ADS_2