Hijrah Cinta Kanaya

Hijrah Cinta Kanaya
Tertangkap Pelakunya


__ADS_3

»»————><————««


"Lepaskan aku, lepaskan aku!" Dirga terus berteriak, dia terus berontak ketika para polisi telah berhasil menangkap dirinya atas tuduhan tabrak lari yang dia lakukan kepada Hazel.


Meskipun dia tidak mengakui Apa yang dia lakukan tapi ada CCTV yang telah menjelaskan semua perbuatannya, dan kini dia harus mendapatkan ganjaran apa yang telah dilakukan yang hampir saja menghilangkan nyawa dari Hazel.


"Anda harus ikut kami ke kantor polisi. Anda hari mempertanggung jawabkan kesalahan Anda," ucap Polisi tegas.


Hanya demi cinta dan juga obsesinya untuk mendapatkan Kanaya, Dirga sampai berani melakukan kejahatan kepada Hazel. Itulah jalan yang dia pilih karena dia pikir jika dia tidak bisa memiliki Kanaya maka siapapun juga tidak.


"Aku tidak bersalah, aku tidak melakukannya!!" Dirga terus berteriak dia juga terus berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan para polisi tapi jelas saja dia tidak akan pernah berhasil, bukan karena kalau tenaga tetapi dia juga kalah jumlah.


"Diam!" Salah satu polisi membentaknya dengan sangat kasar, Bagaimana tidak! Dia sangat marah karena Dirga yang terus menyangkalnya dan juga terus berontak tidak mau ikut.


"Anda bisa menjelaskan semuanya di kantor polisi." ucapnya. Dirga langsung ditarik paksa oleh Polisi dan dimasukkan ke dalam mobil dan membawanya pergi dari tempat usahanya, tentu saja hal itu membuat para karyawan takut dengan nasib mereka kedepannya.


»»————><————««


"Akhirnya," Arifin tersenyum senang setelah mendapatkan kabar bahwa orang yang telah menabrak Hazel telah berhasil tertangkap.


Dia juga langsung memutuskan untuk datang langsung ke kantor polisi karena dia ingin tahu siapa orangnya, Apakah itu sengaja dia lakukan untuk mencelakai Hazel atau karena tidak sengaja saja.


"Apapun alasannya orang itu harus tetap mendapatkan hukuman, seharusnya dia berhenti dan menolong jika memang dia memiliki tanggung jawab dan juga merasa bersalah. Tapi ternyata yang dia lakukan tidak seperti itu kan?"


Arifin terus melangkah keluar dari ruangannya karena ingin cepat pergi ke kantor polisi, tapi ternyata langkahnya terhenti karena melihat Kayla.


"Kayla, ikut aku ke kantor polisi." ucapnya.


Kayla yang berjalan jelas saja langsung berhenti dan jangan terkejut, matanya membulat setelah mendengar ajakan dari Arifin. Ke kantor polisi?

__ADS_1


"Baik, Pak." Meskipun sangat bingung tapi Kayla tidak bisa menolak apa yang menjadi ajakan Arifin dia harus tetap ikut. Arifin langsung melangkah begitu juga dengan Kayla yang mengikutinya dari belakang.


Kurang lebih 30 menit keduanya sampai di kantor polisi, Arifin begitu bergegas segera masuk karena ingin melihat siapa orang yang telah menabrak Hazel, apakah mungkin dia mengenalnya atau tidak.


Bingung juga tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang karena ada Dirga yang duduk di depan polisi dan sedang memberikan penjelasan, Dia terlihat bicara dengan ngotot jelas saja karena tidak mau mengakuinya.


"Anda masih mau mengelak lagi setelah Anda melihat rekaman CCTV?" Pak polisi terlihat begitu geram.


"CCTV bisa saja salah kan, Pak. Banyak orang yang memiliki mobil sama seperti punya saya, jadi tidak mungkin saya yang telah melakukannya. Karena itu juga memang bukan saya!"


Dirga juga sangat menegaskan matanya membulat dengan wajah yang mengeluarkan ekspresi marah.


"Jadi kamu yang melakukannya!" Amarah hari ini langsung naik hingga ubun-ubun setelah tahu siapa yang telah menabrak Hazel.


Bukan hanya sekedar kata-katanya yang keluar juga dengan wajahnya yang garang, tetapi Arifin juga langsung menarik kerah Dirga dan juga memberikan pukulan keras wajahnya.


"Kurang ajar!" seru Arifin.


Pukulannya begitu kuat hingga membuat Dirga sampai terhuyung dan jatuh ke lantai.


"Kesalahanmu sangat besar Dirga dan aku tidak akan memaafkan_mu. Kamu harus mendapatkan hukuman yang setimpal dari semua yang telah kamu lakukan!"


Amarah Arifin begitu yak tertahankan. Kembali dia ingin memberikan pelajaran kepada Dirga tetapi dengan cepat pada polisi menahannya dengan memeganginya yang sudah ingin kembali maju.


"Tenangkan diri Anda, Pak. Jangan main hakim sendiri." ucap salah satu polisi.


"Tenang, Pak. Tenang," Kayla menambahi juga.


Sebenarnya Arifin bukan hanya marah karena Dirga telah menabrak Hazel saja, tetapi juga dengan apa yang telah dia lakukan kepada sepupunya, Kanaya.

__ADS_1


Jika tidak berada di kantor polisi pasti Arifin akan sangat puas menghajar Dirga dan memberikan dia pelajaran supaya dia selalu mengingatnya, tapi ternyata keinginan itu tidak akan terwujud karena keberadaan mereka sekarang ada di kantor polisi.


"Aku akan pastikan kamu akan mendapatkan hukuman yang sangat setimpal dengan hal apa yang telah kamu lakukan kepada Hazel dan juga kepada Kanaya. Kamu akan menyesal!"


Begitu menegaskan setiap kata yang keluar dari mulut Arifin. Sepertinya dia tidak akan main-main dengan semuanya.


Dulu dia memang akan selalu bahagia jika melihat Kanaya menderita tapi tidak untuk sekarang, dia akan selalu menjadi tameng untuk sepupunya tersebut jika ada orang yang berani berbuat jahat kepadanya maka dialah orang pertama yang akan membuat orang itu sengsara.


Perlahan Dirga berdiri dia tidak berani mengatakan apapun melihat betapa garangnya seorang Arifin, dia belum pernah melihat hal yang seperti ini sebelumnya.


Tangannya masih terus menyentuh pipinya dan juga menghilangkan darah yang keluar dari sudut bibirnya yang sedikit robek akibat pukulan dari Arifin yang begitu keras.


"Kamu akan menyesal!" Kata itulah yang terakhir kali Arifin katakan sebelum dia putuskan untuk keluar dari kantor polisi. Dia tidak akan bisa menahan amarahnya jika terus melihat Dirga jadi dia putuskan untuk pergi.


"Sabar, Pak. Bapak harus bisa menahan diri." ucap Kayla.


Sebenarnya Kayla juga sangat takut melihat Arifin yang seperti tadi, amarahnya sangat besar raut wajahnya juga sangat menyeramkan berbeda dari kebiasaannya. Mungkin itulah sisi lain dari Arifin yang selalu dia sembunyikan dan hanya akan dia keluarkan untuk menjaga orang-orang yang dia sayang.


"Hem, maaf." ucap Arifin. Ada rasa menyesal dalam diri Arifin karena melihat Kayla yang sedikit takut.


"Apakah aku membuat mu takut?" tanyanya. Perkataannya berubah begitu lembut sekarang dengan tatapan mata yang begitu teduh menghadap ke arah Kayla.


Netral keduanya saling bertemu dan saat itu juga Kayla menggeleng meskipun sebenarnya jantungnya juga masih berdetak cukup kencang karena ketakutannya. Tetapi kini perlahan rasa takut itu mulai hilang dan berganti karena rasa yang kembali hadir untuk Arifin.


"Maaf," kedua tangan Arifin terangkat dan menyentuh kedua Kayla dengan sangat lembut.


Sejenak mata Kayla mengikuti kedua tangan Arifin dan tak lama matanya kembali melihat mata Arifin yang terlihat begitu menyesal.


"An_ anda tidak salah," jawab Kayla gugup.

__ADS_1


»»————><————««


Bersambung...


__ADS_2