Hijrah Cinta Kanaya

Hijrah Cinta Kanaya
Sarapan Hangat


__ADS_3

┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅


Berkali-kali Hazel menggeleng dengan kasar di atas bantalnya sendiri, matanya masih terpejam karena dia juga sedang tidur. Syukurlah tidak ada pasien darurat malam ini jadinya dia bisa beristirahat di rumahnya sendiri. Kalau tidak! Pastilah dia harus bekerja hingga pagi lagi.


Keringat terus bercucuran hingga membasahi seluruh wajahnya, entah mimpi apa dia sekarang yang pasti mimpi itu sangat mengganggu tidurnya.


"Tidak!" Hazel langsung terbangun, dia juga langsung duduk dengan tatapan mata yang begitu tajam ke arah depan karena sangat terkejut. Dia sangat panik karena mendapatkan mimpi yang tidak biasa.


Mimpi yang sepertinya sangat mengganggu pikirannya hingga kini dia langsung terdiam dan juga terlihat sangat bingung. Entah sebenarnya mimpi apa dia barusan.


"Bagaimana mungkin?" gumamnya.


Tangannya terangkat mengusap wajahnya dan berusaha untuk mengeringkan dari peluh yang masih saja keluar, itu pun juga dengan perasaan yang tidak tenang juga dengan detak jantung yang tidak beraturan.


Hazel menoleh ke sebelahnya mengambil botol minum dan segera meminum air putih yang sudah terbiasa dia siapkan sebelum dia tidur. Dia langsung menenggaknya hingga tinggal separuhnya.


Kembali Hazel memikirkan semua itu, semua mimpi yang sepertinya tidak sejalan dengan dirinya karena dia terlihat tak biasa. Kembali Dia meletakkan botol tersebut dan Dia memutuskan turun dari ranjang dan pergi ke balkon.


Udara sangat dingin tetapi sangat menyejukkan bagi Hazel yang baru saja bermimpi aneh dan membuatnya merasa kepanasan. Wajahnya memandang langit, terlihat begitu indah bentangan semesta malam ini. Bintang-bintang bertaburan, dan juga terdapat bintang sabit yang menambah keindahannya.


"Apa maksud dari mimpi tadi?" gumamnya.


Hazel mengganti pandangannya ke bawah dan terlihat mobil-mobil yang bergantian melintas di jalan raya. Rupanya malam yang begitu larut masih saja ada orang yang beraktivitas malam.


Mata Hazel terpejam, merasakan hembusan angin yang perlahan menyapanya dan sangat terasa ketika menyapa wajahnya yang perlahan mulai kering akan keringat.


Hazel sungguh menikmati malam yang sangat indah ini, meskipun sebenarnya dia sangat bingung dengan mimpi yang tadi dia dapatkan yang belum dia ketahui apa maknanya.


Matanya kembali terbuka setelah beberapa saat terpejam, berusaha memikirkan apa makna dari mimpinya tapi kenyataannya tidak dia dapatkan satu saja. Entah ke mana dan dengan siapa dia akan bicara supaya bisa mendapatkan jawaban dari mimpinya barusan.


"Apakah aku harus ke rumah oma besok?" gumamnya. Hanya satu orang saja yang tiba-tiba muncul dalam pikirannya, yaitu Sang Oma.


"Ya, aku harus menemui Oma."

__ADS_1


Hazel begitu memantapkan diri untuk menemui Omanya, dia sangat yakin akan bisa mendapatkan jawaban ketika bertemu dengannya.


Lembaga Hazel diam dalam sesaat, dirasa dia sudah mulai tenang dia kembali masuk untuk kembali meneruskan tidurnya, semoga saja tak akan ada mimpi yang aneh lagi yang dia dapatkan.


┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅


"Pagi!" seru Syifa begitu girang. Terlihat dia sangat semangat paginya saat ini, entah apa yang membuat dia begitu semangat seperti sekarang ini.


"Pagi, Sayang. Eh, sudah cantik anak Umi. Emang mau kemana?" tanya Kanaya yang tertegun penuh curiga, tak biasanya anak semata wayangnya itu sudah rapi di pagi hari seperti saat ini.


"Hem, Umi sepertinya butuh kacamata deh. Kan Syifa pakai seragam jelas mau sekolah dong Umi."


Kanaya begitu terperangah, melihat anaknya yang memang berpakaian seragam.


"Astaghfirullah, kenapa Umi tidak lihat?"


"Hem, seperti Umi ada di sini tapi pikirannya ada di tempat lain. Emang Umi mikir apa sih?" Syifa begitu penasaran.


Kanaya terdiam memikirkan apa yang terjadi kepadanya, dia tidak memikirkan apapun tetapi kenapa dia seperti melamun hingga tidak melihat kedatangan Syifa dan dia juga tidak melihat pakaian yang dipakainya yang ternyata adalah seragam sekolahnya.


"Dorr!"


"Astaghfirullah!" Kanaya terkesiat ketika tiba-tiba Syifa mengejutkannya. Setelah melihat Uminya terkejut anak itu malah tertawa terpingkal, Dia terlihat begitu senang karena melihat Uminya berwajah panik seperti saat ini.


"Ih, sebenarnya Umi kenapa sih? Melamun terus." Syifa protes.


"Hem, tidak." Tetap saja Kanaya mengelak dari pertanyaan anaknya yang begitu sangat penasaran. Meskipun mengatakan tidak dengan sangat jelas tapi anaknya itu tidak percaya sama sekali terlihat dia yang memanjangkan bibirnya.


"Hem, bohong. Mana ada tidak memikirkan sesuatu tapi melamun," ucap Syifa dengan acuh. Tangannya sudah mulai menyantap nasi goreng yang ada di hadapannya sekarang.


Kanaya terdiam dia sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan oleh anaknya, dan lebih memilih melanjutkan sarapannya karena dia juga harus pergi ke kantor untuk pekerjaannya. Pekerjaannya sudah setia menunggunya.


Oma Uswah dan juga Opa Hasan hanya tersenyum menanggapi perdebatan kecil antara ibu dan anak dihadapan mereka mereka tidak berkomentar apapun dan lebih memilih mendengarkan saja.

__ADS_1


"Umi, satu minggu lagi di sekolah ada acara pentas. Umi bisa datang kan?" Syifa kembali bicara.


"Hem, hari apa?"


"Hari sabtu."


"Baiklah, Umi akan datang." Kanaya tersenyum, dia mengatakan akan datang dan semoga saja dia benar-benar datang untuk melihat pentas dari anaknya.


"Benar loh ya, Umi. Umi tidak boleh bohong lagi. Pokoknya hati sabtu besok Umi harus libur kerjanya." Syifa begitu menekankan.


"InsyaAllah, Umi akan datang. Asalkan Syifa belajar yang benar dan juga berlatih dengan giat untuk pentasnya maka Umi pasti akan datang."


"Siap, Syifa selalu berlatih dengan benar kok. Bahkan Syifa besok pentasnya di barisan paling depan.


"Hem, baiklah. Umi jadi tidak sabar pengen lihat Syifa pentas. Pasti bagus banget," ucap Kanaya. Hanya dengan dengan ucapan sederhana saja tapi mampu membuat Syifa tersenyum dengan sangat puas, dia juga sangat bahagia karena Uminya yang akan datang.


"Wah, cucu Oma akan pentas ya? Oma boleh lihat nggak?"


"Opa juga boleh lihat nggak?"


Oma Opa itu ikutan berbicara sekarang.


"Boleh dong, Oma Opa. Syifa malah semakin semangat nantinya kalau banyak yang datang.


Semakin bahagia perasaan Syifa karena semua orang akan melihat pentas yang sudah jauh-jauh hari dia pelajari, dan itu juga akan membuatnya semakin semangat lagi supaya bisa menampilkan yang terbaik.


"Alhamdulillah," ucap keduanya.


Acara sarapan menjadi lebih hangat di antara mereka semua, lebih bermakna meski hanya dengan obrolan-obrolan kecil saja.


┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2