Hijrah Cinta Kanaya

Hijrah Cinta Kanaya
Menjenguk Hazel


__ADS_3

»»————><————««


Tak sabar untuk Syifa bisa bertemu dengan Hazel. Di dalam mobil setelah pulang sekolah dia terus tersenyum dan juga bicara, dia sangat tak sabar.


"Umi, om Hazel tidak sibuk kan?" tanyanya.


"Hem, ti_ tidak," Kanaya menjawab dengan sangat gugup, dia sangat ragu untuk mengatakan kepada Syifa dengan jujur tentang apa yang terjadi kepada Hazel sekarang.


Entah apa yang akan dipikirkan anak kecil itu jika tahu Hazel sekarang ada di rumah sakit namun bukan karena tengah bekerja, melainkan sedang terbaring sakit karena kecelakaan yang telah menimpa dirinya semalam.


Meskipun hanya baru sekali saja Syifa pergi ke rumah Hazel tapi dia sudah sangat mengingat betul akan perjalanan untuk bisa sampai ke sana, dan sekarang ini dia tengah berpikir dengan bingung karena mobilnya berjalan namun bukan ke arah rumah tempat tinggal Hazel.


"Umi, ini kita mau kemana?" Tanyanya bingung. Dia terus melihat jalan dan benar-benar memahami setiap tempat yang sangat asing baginya.


"Kita kan mau ke tempat om Hazel," Kanaya menjawab, dia menoleh sebentar lalu kembali serius dengan keadaan jalan raya.


"Bukannya tidak lewat sini ya, Umi?" Rupanya Syifa masih ingat betul jalan-jalan yang seharusnya di lewati.


Kanaya tersenyum, dia begitu senang karena anaknya itu memiliki daya ingat yang sangat besar.


"Iya, tapi kita akan ke tempat om Hazel kok," ucap Kanaya lagi.


Syifa mengangguk meski masih sangat ragu, dia juga terus melihat arah jalan untuk kembali melihat-lihat. Apakah dia memang benar atau mungkin dia yang melupakan.


Syifa terus diam hingga sampai di rumah sakit, dia semakin bingung, kenapa harus ke rumah sakit?


"Umi, Om Hazel kan dokter, apa itu artinya dia sedang bekerja?" tanyanya.

__ADS_1


"Hem, Syifa lihat sendiri ya," Kanaya tersenyum ramah, dengan sangat perlahan dia membuka pintu lalu dia bergegas menuju ke arah Syifa yang masih menunggu.


Syifa keluar setelah pintu berbuka itupun juga dengan bantuan Kanaya yang mengangkatnya.


"Umi, kalau Om Hazel dengan sibuk bagaimana?!" Syifa tanya lagi kepada Kanaya meski mereka sudah sama kamu dari mobil dan bergegas untuk masuk ke rumah sakit.


Sepertinya Syifa akan sangat takut jika kedatangannya akan mengganggu Hazel yang sedang bekerja.


"Tidak, Om tidak sedang sibuk kok. Om Hazel pasti akan sangat senang dengan kedatangan Syifa." Kanaya berusaha meyakinkan Syifa hingga akhirnya dia diam dan tidak mengatakan apapun lagi.


Keduanya melangkah dengan pasti menuju dimana ruangan Hazel sekarang.


"Assalamu'alaikum," ucap Kanaya juga Syifa bersamaan ketika masuk.


"Wa'alaikumsalam," Hazel menjawab. Ternyata dia sedang duduk-duduk saja dengan terlihat sangat bosan.


"Umi, Om Hazel kenapa?" Tanya Syifa sangat penasaran dengan apa yang terjadi kepada Hazel sekarang. Tidak lama Syifa menoleh ke arah Uminya lalu beralih ke arah Hazel yang terlihat begitu bahagia dengan kedatangan si kecil itu.


"Om Hazel sedang sakit, datangi gih dan tanya keadaannya." jawab Kanaya.


Tanpa mengatakan apapun Syifa langsung berjalan mendekati Hazel dan membuatnya tersenyum bahagia dengan tangan yang langsung menyambut kedatangannya dengan merenggangkan keduanya.


"Om Hazel sakit apa?" tanyanya. Syifa melihat semua yang terjadi kepada Hazel sekarang, bahkan wajahnya yang terluka tentu saja juga tidak tertinggal dari pengamatannya.


"Hem, Om Hazel hanya jatuh saja kok. Tapi tidak apa-apa, apalagi sudah di jenguk oleh Syifa." Hazel tersenyum.


Syifa sudah langsung ditarik oleh Hazel untuk naik ke atas ranjangnya dan duduk bersama dirinya. Sementara Kanaya lebih dulu menyapa Kristin yang semula duduk dan sekarang sudah berdiri dan juga melanggar sama-sama saling menghampiri.

__ADS_1


"Terima kasih ya sudah datang lagi. Mana ajak Syifa juga lagi, Hazel pasti akan lebih cepat pulih." ucapnya.


"Hem, sama-sama, Tan." Tak lupa Kanaya menyalami Kristin yang sudah ada di hadapannya, saling menatap sejenak lalu bersama-sama berjalan menuju ke arah ranjang Hazel.


Keduanya sama-sama tersenyum melihat kedekatan Syifa juga Hazel saat ini. Meskipun masih sakit dan juga terlihat sangat lemah juga sedikit pucat Hazel tetap langsung bercanda dengan Syifa dan membuatnya tertawa.


Ternyata benar kedatangan Syifa akan membuat Hazel semakin bersemangat, dia juga tidak akan merasa bosan lagi seperti yang tadi saat hanya berdua saja dengan mamanya.


"Umi, besok kalau Om Hazel udah sembuh kita main lagi ke rumahnya ya!" Syifa begitu antusias.


Entah apa yang Syifa dapatkan di rumah Hazel, kenapa dia begitu betah berada di sana dan selalu ingin ke sana lagi.


Kanaya mengangguk kecil saja, sementara Kristin juga sana dengan tangan yang memberikan belain lembut pada rambut Syifa.


"Boleh, Syifa boleh main di rumah Om Hazel. Bukankah sebentar lagi Syifa juga bisa tinggal di sana juga?"


"Benarkah, Nek?" Syifa mengernyit bingung.


"Iya, setelah Umi Syifa dan Om Hazel menikah pasti Syifa bisa tinggal di rumah Om."


"Ye!! Memangnya Om Hazel dan umi kapan nikah?" Pertanyaan itu kembali keluar dari bibir polosnya Syifa.


Kanaya diam namun dia tersenyum malu ketika Hazel menatapnya dengan tersenyum penuh rona bahagia. Sepertinya dia sudah tidak sabar menjelang waktu itu tiba di saat dia akan sah menjadi suami dari Kanaya.


"Secepatnya, Sayang. Om akan menjadi abinya Syifa dan kita bisa tinggal bersama-sama. Iya kan Umi?!" ucap Hazel yang tidak pernah memalingkan pandangan pada Kanaya.


»»————><————««

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2