Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Extra chapter 6


__ADS_3

πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦ Happy Reading πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦


Malam semakin indah dengan di penuhi kemerlapan bintang malam, menambah keromantisan sepasang pria dan wanita yang merasa tidak pernah tua ini.


Memang benar mereka berdua pergi ke sebuah event perusaahan miliknya, namun tidak sampai beberapa menit saja, setelah menyampaikan beberapa pidato yang mungkin hanya beberap menit saja.


Dan setelah itu mereka berdua langsung pamit unduru diri dari acara event tersebut untuk melakukan kencan mereka untuk yang terkesikian kalinya.


Beginilah cara mereka berdua memghabiskan waktu berdua di sela-sela kesibukan mereka di tambah lagi dengan kehadiran kurcaci-kurcaci mereka yang membuat hari-hari mereka menjadi riweh.


"Sayang, habis ini kita mampir -" ucap Mario yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Eden.


Saat ini keduanya masih duduk di sebuah lautan yang di renovasi menjadi sebuah restoran khusus untuk mereka, serta di bawah lautan itu terdapat sebuah kamar hotel pribadi yang dia ciptakan sendiri dengan the power of Money.


"Sayang,apa tidak sebaiknya kita pulang saja?" seru Eden yang sudah sangat hafal jika suaminya meminta menginap di hotel, itu menandakan bahwa mereka akan begadang lagi malam ini.


Mario mencoba menggengam tangan istrinya dengan penuh kelembutan, "sayang, waktu untuk kita berdua seperti ini udah jarang sekali, jadi kita harus pintar-pintar menghabiskan waktu kita." Balasnya dengan penuh sekali siasat kelicikan.


"Okeyy," jawab Eden dengan pasrah, karna jika seperti ini, membantahpun juga tidak akan guna.


Jika masalah hubungan memang Mario yang akan selalu menang dalam mengambil keputusan, namun jika masalah rumah dan lain-lain, hanya Eden yang mampu mengambil keputusan mutlak.


"Sayang, kita sudah menikah lima tahun, dan mengenal kurang lebih 16 tahun, apakah selama itu kamu pernah menyesal mengenal ku?" tanya Mario dengan santai sambil menatap istrinya penuh dengan rasa cinta.


"PERNAH," balas Eden dengan singkat, jelas dan padat.

__ADS_1


GUBRAKKKK, satu kata yang berhasil menjatuhkan rasa percaya diri yang ada di Dalam Mario.


Dia berpikir jika istrinya akan menjawabnya dengan jawaban yang sama seperti wanita-wanita lain yang ada di TV atau yang di ceritakan oleh Billy kepadanya.


"Peerr-nah," serunya memastikan kata itu.


Eden yang tau jika Mario sedang menahan kesal saat ini karna satu kata yang keluar dari mulutnya itu.


"Aku dulu pernah merasa menyesal bahkan sangat-sangat menyesal mengenal dirimu," imbuhnya pelan, namun menambakan rasa sedih di hati Mario.


"Apakah dulu aku begitu jahat kepadamu?" tanyanya sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


"Kaca mana kaca, biar tau diri." Sahut Eden dengan sinis.


Mario hanya terdiam dengan mengerucutkan bibirnya manyun, "iya tau iya, aku banyak salah." Balasnya dengan pasrah.


"Ehm sayang," panggilnya lagi kali ini dia beralih mengambil tubuh Eden yang mungil agar duduk di pangkuannya.


Eden yang mengerti apa maksud dari suaminya ini, dengan patuh langsung menlingkarkan tanganya di leher Mario, dan detik kemudian Mario berdiri menggendongnya ala anak koala, berjalan turun menuju hotel yang berada di dalam air itu.



Setelah sampai di dalam kamar, perlahan Mario mulai mendudukan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa melepaskan tubuh istrinya, inilah mengapa Eden lebih suka keluar dengan menggunakan Skirt atau rok, agar memudahkan Mario dalam bermain, karna cukup baginya jika Suaminya itu merobek pakaianya jika dia menggunakan celana, karna itu sangat menghambatkan ketika nafsunya sudah berada di puncak.


"Sayang engghhh." Panggilnya namun menenggelamkan kepalanya menyusu di gunung kembar milik Eden.

__ADS_1


"Aaahhh pelan, jangan di gigit." Seru Eden di saat Mario mulai gemas mengigit sembarang tempat di tubuhnya.


Bukanya sedih dia malah terkekeh mendengar istrinya yang menegurnya seperti itu ," heheh maaf sayang, habis kamu makin gemesin sih, aku seperti kembali muda jika seperti ini terus." balasnya dengan enteng, lalu menciumi leher Eden dan memberikan jejak kepemilikan di sana.


"Sayang, aku udah gak kuat." Bisiknya pelan di telinga istrinya yang sedari tadi sudah terbang melayang merasakan kenikmatan yang luar biasa karna sentuhan dari suaminya.


"Lakukanlah sayang, aaahhhssshhhh aku juga sudah gak tahan lagi ummhhhh," tahanya di saat Mario mulai mengelus-ngelus lembut apom miliknya dengan kukubird besar miliknya.


"Sayaangg," desah Eden Sambil melepaskan kemeja yang sedang di pakai Mario saat ini.


Dan membalas semua ciuman dan memberikan tanda kepemilikan di tubuh Mario.


"Aaarraasshhhhh terus sayang, ohh shitt! Aahhh, kamu memang yang paling the best." serunya mencium kening Eden sekilas dan menaikan tubuh istrinya itu, dan mulai, πŸ™„πŸ™„


Morena despacito mereka gengsπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜‚πŸ˜‚


Yah begitulah gengs, orang honeymoon, gak anak gak bapak semua gak ada yang ingat bulan puasa πŸ˜­πŸ˜­πŸ€¦πŸΌβ€β™€οΈ


Tolong aku jangan di demo ya😁😁


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2