
π©π»βπ» Happy Reading π
"Tenang saja, Uncle bukanlah seoarang penculik," ucap Billy dengan lembut lalu mengusap kepala Briell dengan gemas, namun langsung ditepis kasar oleh Briell yang tak suka disentuh oleh sembarangan orang.
"Sebenarnaya anda ingin membawa saya kemana? Anda jangan berani macam-macam sama saya." Ancamnya dengan penuh penekanan.
Namun Billy memilih hanya tersenyum membalas ancaman itu, dia tidak ingin menjawab terlebih dahulu. Dan terus melajukan mobilnya ke kantor dimana Mario berada.
Sesampainya dikantor, Billy langsung membawa gadis kecil itu masuk, "ayo masuk," ajaknya ingin menggandeng tangan Briell, namun lagi-lagi Briell menepisnya. "Aku bisa sendiri." Tandasnya tajam, membuat Billy menggelengkan kepalanya pelan.
Briell dan Billy bersama melangkahkan kakinya masuk kedalam kantor Mario, dengan Aura dingin persis Dadynya, membuat seluruh karyawan menatap kearah Gadis kecil yang sangat mirip dengan presedir mereka.
Sesampainya didepan ruangan Mario, Billy langsung mengetuk pintu itu.
Tok..tok..tok.. suara ketukan dari pintu, dan karna kecanggihan tekhnologi pintu itu otomatis terbuka dengan sendirinya.
Billy langsung melangkah masuk kedalam dengan Briell yang mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Mario tidak menyadari itu, karna matanya sedang fokus menatap dokumen-dokumen di depanya. "Tuan ada yang ingin saya bicarakan." Ujar Billy dengan sopan.
"Katakanlah Bil! Aku mendengarkan mu." Jawabnya tanpa mengalihkan pandanganya sama sekali.
Billy langsung menoleh kearah Briell dan mencoba menyentuh tanganya Briell untuk mendekatkanya pada Mario, namun untuk kesekian kalinya Briell menepis itu semua. "Sekali lagi Uncle sentuh aku. Aku akan menggigit tangan Anda." Ancam Briell dengan suara yang tegas.
Mario langsung mengangkat kepalanya dan melihat anak perempuan yang di bawa oleh Billy.
Deeegggg jantung Mario langsung berpacu dengan sangat cepat, membuat semua kertas dan pulpen ditanganya jatuh begitu saja. Lalu melangkah mendekat ke arah Briell dan menatap wajah itu dari dekat. "Siapa nama kamu Nak?" Tanyanya lembut.
"Briell, Gabriella Charlotte." Ucapnya singkat membuat Mario semakin menatapnya.
"Saya juga tidak tau Tuan, sedari tadi dia tidak mau menjawab pertanyaan saya," jawab Billy yang dari tadi menahan kesal karna di ancam terus menerus oleh Briell.
Sedangkan Briell langsung acuh dengan mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan itu. Namun dia melihat sebuah bingkai foto seseorang yang sangat dia kenal berada di ruangan itu. "Mommy." Lirihnya pelan menyadari Foto Mommynya berada didalam Ruangan orang ini. "Uncle bagaimana foto Mommy bisa berada disini,?" Tunjuknya kearah foto Eden yang di pasang oleh Mario didalam ruang kerjanya.
"Mommy?" Sahut Mario pelan yang langsung di anggukan kepala oleh Briell.
__ADS_1
Mario dan Billy sontak langsung menoleh kearah yang ditunjuk oleh Briell, deeeggghhh kali ini Mario tidak bisa menahan perasaanya hingga buliran kristal begitu saja lolos dari matanya, entah benar atau tidak, tapi ini bagaikan mimpi baginya. Di hari yang sangat panas ini tiba-tiba Billy membawa seorang anak yang bagaikan cermin dirinya, dan yang membuatnya terkejut adalah anak ini menunjuk foto Eden dan memanggil wanita itu dengan sebutan Mommy. Membuat Mario terkepal menahan emosi karna merasa sudah di bohongi Oleh Eden.
Mario langsung memeluk tubuh itu tanpa Izin. "Nak, ini Daddy sayang, ini Daddy kamu Briell." Tangisnya pecah memeluk tubuh Putrinya.
"Daddy." Lirih Briell pelan di pelukan Mario dan langsung di anggukan kepala oleh Mario.
"Awas kamu Eden, aku akan membalas kebohongan kamu menyembunyikan putriku selama ini." Gumamnya dalam hati yang sangat marah dengan kebohongan yang Eden ciptakan.
Mario yang sekarang
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra.