
π©π»βπ» Happy Reading π
setelah melakukan perjalanan 25 menit dari lapangan terbang milik keluarga Lesham, kini Mario dan Billy telah sampai di rumah sakit milik Stella adik Arvan, yang merupakan sahabat Eden dulu.
Mario terus melangkah menuju ruangan VVIP yang merupakan ruang rawat Eden, dan melihat Briell dan mamah Roza yang berada di dalam ruangan menunggu Eden yang masih setia dalam tidur panjangnya.
"Mamah,Briel," tegurnya menyapa kedua wanita yang terus menemani Eden di sisinya.
Briell langsung menoleh ke arah sumber suara dan melihat sosok Daddynya yang baru saja datang. "Daddy baru datang," serunya tersenyum melihat ke arah Mario dan langsung berlari memeluk tubuh Daddynya.
Dengan cepat Mario langsung membalas pelukan putrinya. "Sayang Daddy kangen banget sama kamu." serunya lebay, padahal baru dua hari tidak bertemu dengan putrinya.
"Dad Mommy kenapa belum bangun-bangun?" Tanyanya tiba-tiba langsung membuat Mario menatap lesuh menatap wajah putrinya.
Mario terlihat tersenyum manis menunjukan pada putrinya. "Kita berdoa aja ya sayang, semoga Mommy cepat bangun dan kumpul bersama kita lagi." Ucapnya sambil mengelus lembut wajah putrinya yang terlihat tidak memiliki senyum sama sekali.
Briell yang sebenarnya sudah mengerti jika Mommynya saat ini sedang tidak baik-baik saja, hanya membalas ucapan dengan senyuman dan anggukan kepalanya singkat pada Mario.
Dia tau jika saat ini Daddynya pasti sedang banyak pikiran, jika tidak Daddynya tidak mungkin memindahkanya ke sini, padahal Daddynya janji membuatnya tetap bersekolah di Spanyol, namun saat ini harus terpaksa pindah ke Indo padahal sudah jelas-jelas mereka tidak bisa berbahasa Indonesia.
Setelah berbicara pada Briell, kini tatapan Mario beralih menatap ke arah Mamah Roza.
__ADS_1
"Mah," sapanya yang dibalas senyuman tipis dari Roza.
Roza langsung mentap tajam ke arah Mario. "Sebenarnya apa yang terjadi Mario? Mamah menyerahkan mereka kepadamu! Namun mengapa dalam satu hari semua ini bisa terjadi." Tanya Roza langsung to the point.
Mario langsung mengehembuskan nafasnya kasar, "mah tolong di sini masih ada Briell." Ucapnya menolak untuk menjelaskanya saat ini.
Roza yang sudah beberapa hari menunggu Mario untuk menjelaskan semuanya, lagi-lagi kini harus menahanya kembali, mengingat masih ada Briell di dalam ruangan itu.
"Tadi Stella bilang jika kamu disuruh menemuinya ketika sudah sampai di Indonesia." Ucap Roza yang baru mengingat pesan yang di titipkan oleh Stella tadi.
"Baik Mah, jika begitu Mario langsung menemuinya dulu, mungkin ada hal penting soal Eden yang ingin dibicarakan olehnya." Pamitnya dengan sopan pada Roza, mengingat dia adalah ibu dari wanitanya.
Mario sedari awal sudah merasakan sikap Roza yang berbeda dengan yang terakhir kali mereka bertemu, Mario tau jika itu memang pantas dia dapatkan. Mengingat dirinya yang tak bisa menjaga Eden dengan baik.
Setelah dia sampai di depan ruangan khusus Stella, Mario langsung menekan bel yang ada di pinggir pintu ruangan itu.
Ting tong suara Bel berbunyi bersamaan dengan pintu yang terbuka otomatis.
"Masuk." Sahut seseorang dari dalam yang tak lain adalah Stella.
Mario langsung melangkahkan kakinya masuk dan melihat sosok Stella sedang bersama dengan dua orang pria yang juga terlihat seperti seorang Dokter.
__ADS_1
"Stella." Panggil Mario yang melihat Stella seperti sedang sibuk dengan pekerjaannya bersama dua Dokter itu.
Sontak Stella langsung menoleh ke arah sumber suara. "Kak Mario." Sahutnya dengan tersenyum melihat sosok sahabat kakaknya yang dulu sering main ke Mansionya di Italia.
Stella langsung berdiri dan berjalan memeluk tubuh Mario, "apa kabar Kak? Cieh selamat ya udah nikah nih sama sahabat lama ku Eden." Ucap Stella yang sangat sering menggoda orang-orang sekitarnya.
Mario hanya menanggapi Stella dengan senyuman tipis di wajahnya, serta membalas pelukan persahabatan dari Stella. "Oh iya, kenalkan Ini Dokter Marcell ahli Jantung, dan ini Dokter Justin ahli saraf, dan kedua Dokter ini lah yang akan menangani Eden kak." Seru Stella memperkenalkan kedua Dokter penting yang berada di rumah sakit miliknya.
Mario tersenyum menatap ke arah dua Dokter itu, "salam kenal saya Mario suami pasien yang sedang kalian tangani saat ini." Ucapnya memperkenalkan diri jika dia adalah suami Eden, sebagai peringatan untuk kedua Dokter tampan ini jika pasienya sudah tersegel oleh Mario.
"Jika Eden bangun dan tau aku mengaku-ngaku suaminya, habis riwayatku, tapi tidak apa kan dia memang calon istriku." Gumamnya kepedean dalam hati, padahal belum tentu Eden mau sama dia.
Hey gengs, Mimin barusan di kirimin sarapan pagi sama Doi Mario nih, Mimin terlalu kenyang jadi Mimin bagikan sama kalian yang mau CUCI MATA.
Yang gak mau bisa langsung skip ya π
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
__ADS_1
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra