
π©π»βπ» Happy Reading π
"Mommy." Lirihnya pelan terkejut melihat Mommynya yang sudah benar-benar sadar saat ini.
Tanpa memperdulikan sekitar Briell langsung memeluk tubuh Eden yang sangat di rindukanya.
Memang tak dapat dia pungkiri semarah apa pun dia pada Mommynya, dia tetaplah orang yang pernah melahirkanya, karnanya lah dia bisa berada di dunia ini.
"Mommy Briell kangen banget sama Mommy, maafin Briell Mom, maafin Briell yang selalu kasar dan marah sama Mommy, maafin Briell yang pernah mendorong Mommy, maafin Briell yang selalu egois tanpa pernah memikirkan perasaan Mommy, maafi Briell Mom." Ucapnya menangis histeris di dalam pelukan Eden.
Eden langsung tersenyum melihat putrinya yang sudah bisa mengetahui di mana letak kesalahanya.
Mario yang melihat itu rasanya sangat terharu sekali melihat Mommy dan putrinya bisa sama-sama saling mengungkapkan perasaan sayangnya.
Namun dia masih menyadari jika Dr. Justin masih berada di sini, "maaf Dok, apa lagi yang anda tunggu di sini? Mengapa anda belum pulang?" Tanya Mario dengan kesal melihat Dokter yang tidak tau diri ini melihat aksi harmonis keluarganya.
__ADS_1
Justin yang menyadari jika saat ini dia memang harus pergi, akhirnya pura-pura menampilkan senyum manisnya tujuanya agar Eden sedikit melirik ke arahnya, siapa tau Eden berubah pikiran dan berpindah haluan kepadanya, "maaf Tuan, saya belum selesai menjelaskanya kepada anda tentang prihal rumah sakit itu." Justin sengaja sedikit meninggikan volume suaranya, dan benar saja Eden langsung menoleh ke arahnya dengan senyuman manis yang mampu membius hari-harinya.
Mario yang melihat Justin terpesona dengan senyum dari wanitanya itu langsung menghalangi pandangan itu. "Sekali lagi kamu berani menatap ke arah istriku, akan ku colok ke dua mata mu itu sampai buta," ancamnya yang membuat Justin kembali tertawa.
"Colok saja Tuan, dan jika itu terjadi maka tidak akan ada lagi Dokter yang paling tampan seantero dunia ini." Ucapnya dengan Pede dan langsung lari keluar sebelum mendapatkan amukan singa lapar.
Roza yang melihat kelakuan Mario yang cemburuan hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. "Semoga kamu memang yang terbaik untuk putriku Mario." Doanya dalam hati, berharap jika mulai saat ini semuanya akan baik-baik saja.
"Mommy belum jawab Briell, Mommy gak mau maafin Briell ya." Briell merasa sejak tadi Eden hanya diam tanpa menjawabnya sedikitpun, yang menandakan jika Eden masih belum memaafkanya.
Eden langsung mengusap lembut kepala putrinya dan menuntun Briell untuk naik ke atas tempat tidur agar lebih mudah membawa Briell masuk ke dalam pelukanya.
Mario yang melihat Eden menangis langsung menyadari jika dia sedang mengingat masa lalu. "Maaf." Ucap Mario memeluk tubuh Eden dan putrinya.
"Its okay, semuanya udah lewat." Jawab Eden yang semakin menangis mencium kepala putrinya.
__ADS_1
"maafkan kesalahanku di masa lalu." Seru Mario kembali yang langsung mendapatkan kecupan hangat di pipinya yang sontak membuatnya tersenyum dan memepererat dekapanya di tubuh dua wanitanya.
"Ehem..ehem. Jadi Mamah di lupain Nih." Sahut Roza yang berdiri sendiri tanpa di perdulika oleh anak-anak dan cucunya.
"Mamah." Seru Eden dengan bahagia.
Roza langsung tersenyum dan melangkah memeluk putrinya yang sangat di rindukan.
"Mah, Eden kangen banget sama Mamah." Serunya memeluk tubuh Roza.
"Mamah juga kangen sayang. Jangan tidur lama lagi ya, nanti mamah jadi sedih." Ucap Roza yang membuat Briell jadi terharu melihat kasih sayang antara Nenek dan Mommynya.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
__ADS_1
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra