
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Setelah perdebataan yang cukup panjang, akhirnya Alson mengalah dan pasrah jika hidupnya kali ini akan di jajah oleh wanita yang dulunya sering dia bully di sekolah.
"Sekarang kamu harus gendong aku!" perintah Briell dengan tegas.
"Enggak,,enggak kamu punya kaki bisa jalan kan," balas Alson yang ingin melangkahkan kakinya keluar untuk melarikan diri.
Namun Briell tak hilang akal, dia langsung menekan tombol di sebelahnya untuk segera memanggil dokter ke ruangan itu.
Dan tak lama kemudian, Alson yang tadinya sempat keluar kini masuk kembali bahkan bersamaan dengan dokter yang tadi di panggil oleh.
"Selamat siang Nona, ada yang bisa di bantu," tanya dokter itu dengan ramah, dan sedikit melirik ke arah Alson.
Briell mulai ingin memainkan dramanya di depan Alson dan yang lainya, "jadi begini dok, kepala saya tuh masih pusing sekali, dan pria ini-," ucapnya terputus ketika Alson langsung membekap mulutnya.
"Gak papah dok, aman-aman, biar pacar saya ini saya yang rawat dok, aman pokoknya," sahut Alson, membuat dokter itu terdiam bingung dengan sikap keduanya.
Bahkan Alson langsung menggendong paksa Briell yang meronta ingin mengadu pada dokter tersebut.
"Kami pamit dok, selamat siang, semoga hari dokter menyenangkan," teriak Alson sambil berlari keluar.
Dan setelah sampai di luar, Alson langsung memasukan Briell ke dalam mobil dan memasangkan seatbeltnya, "lepasin, aku mau aduin sama dokter tadi kalau kamu mau melanggar janji buat ngerawat aku," bentak Briell.
Lalu mengeluarkan kepalanya lewat jendela mobil, "dokter tolongg, cowok ini penculik," teriaknya dengan nyaring.
Alson dengan segera menaikan kaca mobilnya dan menguncinya agar Briell tidak berteriak lagi.
"diam di sini!" tegas Alson, yang sok memperlihatkan wajah marahnya.
Namun bukan Briell namanya kalau takut dengan bentakan seseorang. "Kalau aku gak mau diam gimana?" tantangnya dengan berani.
Alson menatapnya dengan tatapan tajam, membuat Briell juga ikut menatapnya tajam, "dasar wanita," gumam Alson yang akhirnya memilih mengalah lagi.
"Dasar pria," balas Briell yang tidak mau kalah.
Karna tidak ingin berdebat lebih panjang lagi, Akhirnya Alson memilih diam dan tak ingin memancing kributan dengan wanita ini lagi.
Hingga dia memilih untuk masuk ke dalam mobil dan segera mengantar Briell pulang ke rumahnya, agar hidupnya bisa kembali aman, damai dan sentosa.
"Rumah kamu dimana ?" tanya Alson dengan ketus.
Briell bersikap seolah-olah dirinya tidak mendengar pertanyaan dari pria di sebelahnya ini, "rumah kamu dimana ?" tanya Alson sekali lagi.
Namun yang di tanya malah asik memainkan game di ponselnya, sehingga dirinya mendadak kesal dan memiliki ide jahil di otaknya.
Cittttt, bunyi mobil Alson yang di rem secara mendadak.
"Aduuuhhh," keluh Briell di saat kepalanya hampir terbentur.
__ADS_1
Plakkkk, Briell memukul lengan Alson dengan keras, "Bisa bawa mobil gak sih," bentak Briell menahan kesalnya.
"Ya maaf, tadi tuh ada kucing lewat, jadi aku harus ngerem dong, mau kamu bunuh kucing," balas Alson dengan santai.
Briell yang mendengar jawaban dari Alson, langsung memutar bola matanya malas, "alasan," gumamnya pelan.
"Jadi rumahmu dimana ? Cepat bilang ! Mau aku antarin ke panti jompo," cerca Alson dengan sinis.
"Panti jompo,panti jompo mamamu! Aku gak punya rumah, eh salah bukan gak punya rumah tapi selama aku masih sakit kamu sudah janji dan sebentar lagi akan tanda tangan kontrak buat rawat aku sampai sembuh," serunya membuat Alson lagi-lagi terdiam menahan seluruh rasa kesalnya.
"Jadi kamu mau kemana ?" tanyanya lagi dengan suara yang datar.
Briell terlihat berpikir sejenak sebelum di menjawab pertanyaan itu, "ehmm, kerumahmu! Aku mau kamu benar-benar merawatku hingga sembuh," jawabnya dengan tersenyum sinis.
Alson melirik sekilas ke arah Briell dan kembali menatap ke arah jalan, "sudah gak sakitpun masih mau di rawat," gumamnya pelan.
"Apa kamu bilang?" tanya Briell yang mendengar suara Alson samar-samar.
"Enggak, tadi ada orang lewat hanya memakai bikini saja," balasnya asal.
Mau tidak mau sekarang Alson membawa Briell ke apartemennya, karna dirinya sudah terlanjut mengucapkan janji jika akan merawat Briell dengan sebaik mungkin sebelum dirinya tau jika Briell adalah wanita masa lalunya.
\*\*\*\*\*\*\*\*
Sesampainya di apartemen, Briell mulai kembali mempermainkan Alson dengan menyuruhnya ini dan itu, membuat mereka seperti anjing dan kucing yang tidak akan pernah akur.
"Jadi kamu maunya apa ?" bentak Alson yang sudah pusing dengan tingkah Briell.
"Oh jadi kamu bentak aku, oke mulai detik ini kita berdua gak boleh saling bicara ! Siapa yang menegur duluan dia harus mengikuti kemauan si pemenang," tantang Briell.
Dia berharap kali ini jika dia menang, Briell akan enyah dari kediamanya.
Dan perang dingin pun berhasil meraka mulai dari sekarang.
Di jam-jam awal, Alson yang melihat Briell tenah santai memainkan game online di ponselnya, kini mulai mengatur rencana di otaknya.
Mulai dari menutup sekencang mungkin tutup-tutup botol minuman yang ada, serta melempar semua makanan ke lemari paling atas, dan dia sangat yakin jika Briell akan memanggilnya untuk mengambil makanan itu, karna dia tau tinggi Briell hanyalah sebahunya saja.
Dan tak lama kemudian, Briell yang merasa haus kini mulai membuka kulkas dan mengambil boto minuman, "ahhh, kita lihat saja siapa yang menang dalam permainan ini, hahah kamu akan menjadi budak ku selamanya," gumam Briell sambil membuka tutup itu.
"Engghh,,enggh,kok keras sih," keluhnya tidak bisa membuka botol itu.
"Al-," ucapnya terputus, dia langsung menutup mulutnya kencang karna nyaris memanggil nama pria itu.
Briell terlihat berfikir sejenak, dia tidak ingin kalah dalam permainan ini, "oh iya, aku harus ambil alat untuk membukanya." gumam Briell, dan segera mencari Tang buat membantunya.
Cukup lama dia melakukan kegiatan itu, dan akhirnya botol minum itu berhasil terbuka, "yesss berhasil, Briell mau di lawan, kalah kamu pasti," imbuhnya pelan, lalu dia berjalan dengan santai melewati Alson yang miliriknya sekilas.
"Sial gagal, bisa-bisanya dia membuka tutup itu," batinya kesal, dan terus memikirkan cara lain untuk membuat wanita di hadapanya ini kalah.
Waktu sudah berjalan 2 jam namun dari keduanya sampai saat ini belum ada yang membuka suara, keduanya masih bertahan dengan kekuatan mereka masing-masing.
Ini lomba yang cukup rumit, hingga dalam beberapa jam saja masih belum terlihat siapakah yang akan menjadi pemenangnya.
__ADS_1
Saat ini keduanya tengah duduk berjauhan, Briell yang duduk di sofa, sedangkan Alson terlihat sedang duduk di meja makan sambil mengerjakan pekerjaanya.
Krukkkk,,krrukkk,,krruuk bunyi suara perut Briell yang terdengar sangat nyaring sekali.
"Ehmmm," suara Briell terbatuk, memberikan kode pada Alson untuk memberikanya makan.
Namun sepertinya Alson pura-pura tidak mendengarnya dan terus fokus pada pekerjaanya.
"Shitt!! Bisa-bisanya dia diam begitu padahal jelas-jelas dia tau aku lapar. Ini orang benar-benar ya, gak takut apa dia kalau aku mati kelaparaan," gumam Briell dalam hati.
Dan kemudian dia memilih bangkit dan melangkahkan kakinya ke dapur untuk mencari makan. Dia berusaha membuka dan mencari apa saja yang bisa dia pakai untuk menunda rasa laparnya.
Namun betapa kecewanya dia melihat semua makanan berada di atas lemari yang sudah jelas dia tidak akan sampai untuk mengambilnya.
Briell kembali berpikir mencari cara agar bisa mengambil seluruh makanan itu, "aahaaa, ini gunanya otak di pakai," imbuhnya pelan, lalu melangkah ke dekat Alson.
"Nah kan, aku tau dia pasti akan minta tolong nih," batin Alson merasa yakin.
Namun perkiraan dia salah, ketika Briell mengangkat kursi di hadapanya dan meletakanya di bawah lemari, lalu memanjat hingga dirinya berhasil mengambil makanan itu.
Lagi-lagi Alson merasa kesal karna rencanya kali ini gagal lagi, namun berbeda dengan Briell yang tersenyum puas melihat kekalahan demi kekalahaan dari lawanya.
Merasa kesal karna rencanya selalu gagal, membuat Alson memilih untuk merenungkan diri di dalam kamarnya, membiarkan Briell dengan sejuta tindakanya di apartemen ini.
"Ini gak boleh terjadi, kalau aku kalah, itu tandanya aku akan menjadi pelayannya seumur hidup, dan itu sangat berbahaya, karna satu hari ini saja aku sudah merasa hidup di neraka, apa lagi waktu yang lama coba," serunya terus berpikir menemukan Idea-idea yang baru.
Di saat dirinya sudah mondar mandir 20 kali, tiba-tiba saja secercah harapan muncul fi kepalanya, membuatnya sangat yakin untuk yang terakhir kali jika dia akan menang kali ini.
Alson kembali melangkahkan kakinya keluar kamar, dan melihat apa yang sedang di lakukan oleh Briell.
"Ah kesempataan ini, dia sedang nonton," lirihnya pelan, lalu berjalan ke arah kamar mandi dan mengambil tissue di dalamya, dan menggantikanya dengan gulungan tissue yang sangat pendek, sehingga jika di tarik sedikit, tissue itu akan habis.
"Hufft, aman," gumamnya lagi pelan, lalu melangkahkan kakinya keluar, dan berpura-pura menonton youtube di ponselnya.
Tak lama dia keluar, terlihat Briell yang bangkit dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"Eheemm,,eheeem, mari kita berhitung mundur, 3,,,,2,,,,1,"
"Aaallllsssssooooooon," teriak Briell dari dalam.
"Yeeeess berhasil," gumamnya bersorak gembira.
"Iya,,iya aku datang," sahut Alson penuh dengan perasaan yang sangat-sangat bahagia, karna bisa tidur nyenyak malam ini.
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻