
π©π»βπ» Happy Reading π
"Bodoh." Umpat Arvan mengatai Mario yang melakukan sesuatu tidak menggunakan otak cerdasnya. "Penawaran seperti apa yang ingin kamu berikan kepadanya ?" Tanya Arvan lagi yang selalu tidak puas dengan jawaban Mario yang sepotong-sepotong. Dia kesal jika harus betanya berulang-ulang.
"Awalnya aku ingin menemuinya untuk meminta Eden secara baik-baik, karna jika aku yang menemui mereka dan Eden secara langsung, aku takutnya Eden tidak mau menerima ku dan malah menyakiti bayi kami, oleh sebab itu aku ingin membicarakanya baik-baik bersama Tuan Jones, dan untuk masalah tuduhan penggelapan dana Pajak itu murni bukan kesalahan ku, tapi aku sedang menyelidiki orang itu. Dan tadi disaat aku membuka pintu, sebenarnya aku juga terkejut melihat sosok Wanita yang ku cintai ada didepan mataku, dan tadinya juga aku ingin berbicara denganya, namun dia selalu memberontak kepadaku, hingga akhirnya dia mengancam akan melenyapkan bayi kami jika aku tidak melepaskanya, namun sebelum hal itu terjadi tiba-tiba dia merasakan sakit yang hebat di perutnya dan aku melihat darah itu keluar di kakinya," Mario menjelaskan semua yang terjadi pada Arvan, sebenarnya Mario bingung mengapa Arvan terlalu ikut campur dalam kehidupan Eden, namun dia lebih memilih menepiskan semua pikiran negatifnya kepada Arvan.
"Jika kamu mencintainya, bukan begitu caranya Io, kamu harus benar-benar bisa menunjukan rasa cintamu bukan Nafsumu, apa kamu tau jika Eden mempunyai hati yang sangat lembut, dia akan menerimamu jika kamu bersungguh-sungguh mencintainya," balas Arvan yang sangat mengetahui tentang sifat dari Eden membuat Mario bertambah curiga kepadanya.
Sedangkan didalam ruang tindakan.
Dokter terlihat telah selesai memeriksa keadaan Eden. "Syukurlah Nyonya, bayi anda selamat. Untung suami anda tidak terlambat membawa anda kemari, jika tidak mungkin kalian akan kehilangan calon bayi anda," ucap Dokter itu dengan tersenyum lega karna berhasil menyelamatkan nyawa keduanya.
__ADS_1
Eden langsung tersenyum dan tak henti mengucapkan syukur karna bayinya selamat, Tuhan lagi-lagi memberikan kehidupan kepadanya, "terima kasih Dok, telah menyelamatkan bayi saya," tangisnya penuh syukur berterima kasih pada sang Dokter.
"Sama-sama Nyonya, tapi ingat anda harus banyak-banyak istirahat, karna kandungan anda masih sangat lemah Nyonya, dan saya harap hal seperti ini tidak boleh terjadi kembali, karna saya takut dia tidak akan selamat." Balas sang Dokter memberikan saran terbaik untuk Eden.
Namun seketika Eden langsung mengingat jika diluar masih ada Mario yang menunggunya. "Dokter bolehkah saya meminta satu pertolongan lagi ?" Pintanya memohon pada sang Dokter.
"Apa itu Nyonya?" Tanya Dokter itu dengan raut wajah yang serius.
Dokter itu yang mendengar permintaan pasienya menjadi bingung apa yang harus dia lakukan, dia takut kebohonganya ini akan menjadi masalah untuk kedepanya nanti.
Melihat Dokter itu tidak merespon permintaanya. Eden langsung mengambil tangan Dokter itu dan meletakanya di atas kepalanya, " Dokter saya memohon kepada anda untuk menyelamatkan bayi saya agar tidak di ambil paksa olehnya, jadi saya memohon agar Dokter mengerti perasaan saya sebagai sesama wanita." Tangisnya semakin pecah membuat Dokter itu tidak tega menolaknya, dan langsung menganggukan kepalanya setuju dengan permintaan Eden, "terima kasih Dok, terima kasih," tangisnya di iringi dengan senyuman tipis.
__ADS_1
Dan di balas senyuman manis oleh Dokter itu. "Kalo begitu saya keluar dulu ya Nyonya, untuk memberitahukan kepada ayah bayinya." Pamitnya yang langsung di anggukan kepala oleh Eden.
Yuk liat Visualnya Arvan
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra.